GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meninggal Dunia karena Dijadikan Tumbal Pesugihan Termasuk Mati Syahid? Jawaban Buya Yahya Seperti Ini

Buya Yahya berikan penjelasan tentang nasib orang yang meninggal karena dijadikan tumbal pesugihan, apakah termasuk mati syahid atau ikut berdosa karena syirik.
Rabu, 10 Mei 2023 - 09:22 WIB
Buya Yahya, nasib orang yang meninggal karena dijadikan tumbal pesugihan
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Apakah seseorang yang meninggal dunia karena dijadikan tumbal pesugihan termasuk mati syahid?

Di dalam kepercayaan sebagian masyarakat, masih ada yang mempraktekkan praktek pesugihan yang meminta tumbal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan tak jarang orang-orang terdekatnya dijadikan tumbal demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Perlu diketahui, melakukan pesugihan ini pada dasarnya merupakan perbuatan yang menyekutukan Allah SWT, apalagi yang sampai meminta tumbal.

tvonenews

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, berikut penjelasan Buya Yahya tentang kematian karena dijadikan tumbal pesugihan.

Buya Yahya menerangkan bahwa istilah tumbal ini memang sudah ada sejak zaman dahulu.

Juga dikisahkan dalam berbagai kisah adanya tumbal untuk sebuah ritual tertentu.

"Istilah tumbal itu ada dulu di Sungai Nil, kisah zaman dulu kalau ada musim apa anak kecil diceburkan, itu istilah tumbal begitu," kata Buya Yahya.

Berkaitan dengan ini, Buya Yahya menegaskan bahwa itu bukanlah syariat Islam dan termasuk sebuah kedzaliman.

"Jelas itu bukan dalam syariat Islam, kedzaliman semacam itu tidak ada, keyakinan yang salah dan itu keluar dari iman meyakini yang demikian itu," tegas Buya Yahya.

Maka perlu menjauhi keyakinan yang sesat yang membuat diri menyekutukan Allah.

"Kalau ada niat orang menjadikan tumbal, bisa saja karena dia punya akidah yang sesat," kata Buya Yahya.

"Untuk mencari kekayaan harus salah satu anaknya jadi tumbal, ini kebodohan, kegilaan, membunuh anaknya," lanjutnya.

Perbuatan menumbalkan orang ini termasuk menyekutukan Allah sekaligus dzalim terhadap sesama manusia.

"Itu jelas salah, naudzubillah, dzalim kepada Allah menyekutukan Allah, dzalim kepada saudara karena menjadikan tumbal," ujar Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan sebagai orang beriman, tak perlu mengait-ngaitkan kematian seseorang terhadap tumbal.

"Anda orang beriman, jika ada orang meninggal dunia ya sudah meninggal dunia, tidak usah anda hubungkan dengan masalah jadi tumbal dan sebagainya," tegas Buya Yahya.

Lantas jika benar orang tersebut meninggal karena menjadi tumbal, apakah termasuk mati syahid?

"Kalau ada seandainya ada orang meninggal karena dijadikan tumbal, dia mati syahid, mulia karena didzalimi," ungkap Buya Yahya.

Misalnya ada seorang yang beriman kemudian dipaksa oleh orang lain menjadi tumbal dalam sebuah ritual, maka ia mati syahid.

"Dia mati syahid kok, asalkan dia tidak meyakini tentang tumbal-tumbalan tadi," jelas Buya Yahya.

"Maka dia mati dalam keadaan didzalimi," sambungnya.

Wallahua'lam.

(far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Satu keluarga muslim rela datang jauh dari Purwokerto, untuk menyaksikan langsung semarak Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok,
Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong masyarakat tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Tim voli putri Bandung BJB Tandamata resmi berpisah dengan pemain asingnya yakni Anastasia Guerra jelang babak final four Proliga 2026.
PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjalin kerja sama dengan iForte Energi Nusantara dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan operasional perusahaan.
Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab, Kemenag memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara astronomis berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT