News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kalau Salat Tertinggal Cara Mengqodho Salat yang Benar Bagaimana? Jangan Asal, Ustaz Adi Hidayat Bilang Caranya...

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa cara mengqodho salat yang benar jika kasusnya tertidur dan lewat waktu salat, maka dilakukan salat saat itu juga sesuai dengan urutan waktunya yang tertinggal.
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 22:03 WIB
Kalau Salat Tertinggal Cara Mengqodho Salat yang Benar Bagaimana? Jangan Asal, Ustaz Adi Hidayat Bilang Caranya...
Sumber :
  • tim tvOnenews

tvonenews.com - Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kajiannya menyampaikan cara mengqodho salat yang benar, apabila terlewat dari waktunya karena tertidur.

Tak bisa dipungkiri, jika tubuh dalam kondisi sangat lelah, maka kemungkinan saat seseorang tidur, akan sangat terlelap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga terkdang seseorang lupa waktu, bahwa tidurnya sudah melewati batas waktu salat. Lantas bagaimana hukumnya dalam Islam mengqodho salat yang benar jika tertinggal?. 

Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang cara mengqodho salat apabila terlewat dari waktunya.

Ilustrasi Salat Subuh Kesiangan, Mengqodho Salat Menurut Ustaz Adi Hidayat. Source: istockphoto

"Saya tuh agak bingung sebenarnya mengenai salat qadha. Misalkan saya ketinggalan, saya anggap itu dua subuh, hari ketiga saya salat, apakah bisa dikerjain dua-duanya dalam satu waktu? Itu pertama. Yang kedua, Ketika kita beranggapan salat subuh itu ketinggalan. Nah itu kita misalkan saya bangun jam delapan, saya lebih baik salat subuh besoknya, atau saya salat subuh jam 8?," tanya Baim Wong pada Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat pertama menjawab bahwa kasus kedua, bahkan terjadi di lingkungan Nabi Muhammad SAW, dan kesiangan Nabi, dilansir dari YouTube Adi Hidayat Official, Sabtu (19/08/23).

Tapi hikmahnya kata para Ulama, mudah bagi Allah menjadikan Nabi, tepat pada waktunya bangun dan salat. 

Tapi ditetapkan oleh Allah SWT, siang itu bangun, untuk menjadi petunjuk bagi umatnya yang kesiangan saat bangun tidur.

Ustaz Adi Hidayat menceritakan kisah Nabi, pada suatu ketika Nabi sedang dalam perjalanan, lalu istirahat menjelang subuh. 

Nabi yang biasanya salat tahajud, kemudian memerintahkan Bilal untuk berjaga. Namun Bilal meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut tidur, dan akan bangun pada saat subuh.

Begitu bangun ternyata sinar matahari sudah kuat, Nabi bangun dan menegur Bilal yang sebelumnya diperintahkan untuk berjaga namun ketiduran. 

"Nabi itu gak marah, cuma mengingatkan. Tempatkan setiap hal itu sesuai dengan porsinya. Jangan memaksakan sesuatu yang mungkin kita tidak bisa menanggungnya," terang Ustaz Adi Hidayat.

Singat cerita, Nabi Muhammad SAW kemudian menyuruh untuk para sahabat mengambil air wudhu, kemudian Bilal melantunkan adzan dan iqamah seperti biasa.

"Yang paling menarik apa, salat sunnah dulu, lalu dilakukan salat subuh berjamaah." ujar Ustaz Adi Hidayat. 

Ini sebenarnya adalah jawaban terbaik, yang memberikan cara komentar ulama hadist, saat melihat hadist tersebut. 

Karena ini adalah hikmah dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad, ketika mereka kesiangan dalam bangun tidurnya sehingga lewat waktu subuh dan mengqodho salat.

"Muncullah hadist Nabi, orang yang tertidur itu, maka salatnya pada saat bangunnya," tutur Ustaz Adi Hidayat. 

Kemudian, menjawab pertanyaan pertama, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa maka lakukan salat itu saat bangunnya. Itulah waktu untuk orang yang kesiangan, menunaikan salatnya. 

Tapi dalam hal ini, bukan maksud untuk sengaja mengakhirkan salatnya, akan tetapi karena memang tidur dengan terlelap.

Maka dilakukan salat saat bangun tidurnya, bukan keesokan harinya. 

"Jadi kalau tertidur, bangun, sudah lewat waktu. Maka dilakukan itu (salat) bukan besoknya, saat bangunnya, disitu dilakukan salatnya. Sekalipun dia bangun di waktu dzuhur misalnya," ujar Ustaz Adi Hidayat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maka dia salat subuh dulu untuk mengganti yang sebelumnya. Baru masuk waktu dzuhur. Jelas," sambungnya.

(udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT