Jangan Asal Keren, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Rahasia Cara Memberi Nama Anak yang Benar, Ternyata Harus Juga...
- youtube
tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat menyampaikan dalam salah satu kajiannya bahwa proses memberikan nama anak bukan dengan menggunakan kalimat toyyib, khair, dan juga bukan makruf.
Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa memberikan nama anak berdasar kata an-yuhsina wa yuhsina murdhi’ahu, wa yuhsina.
Berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat terkait memberikan nama anak sesuai hadist Rasulullah SAW dan Quran.
Ilustrasi Memberi Nama Anak dalam Islam, Ustaz Adi Hidayat. Source: istockphoto
Hadits Rasulullah SAW:
عن ابن عبَّاس قال: قالوا: يا رسولَ الله، قد علِمنا حقَّ الوالد، فما حقُّ الولَد؟ قال: أن يُحسن اسمَه، ويحسن مرضعه ويُحسن أدبَه
Bacaan Latin: Anni Ibnu Abas, Qola qalu yar Rasulullah qod 'alimna haqqan waaladi, famaa Haqqul waladi ‘alaa waalidihi an-yuhsina ismahu, wa yuhsina murdhi’ahu, wa yuhsina adabahu.
Artinya: Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW telah berkata, “Hak seorang anak atas orangtuanya adalah mendapatkan nama yang baik, pengasuhan yang baik, dan adab yang baik”.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan mengapa Nabi SAW mengatakan demikian karena dalam padananya, memiliki tiga makna yang paling utama, yakni past, present, dan future.
Nabi Muhammad SAW menyampaikan pada masyarakat di zaman Nabi bahwa, kepada kalian sekarang yang hidup, jika ingin berikan nama anak, maka jangan berikan sembarangan.
Berikan nama yang baik, tapi bukan sekedar baik dalam pandangan kita. Baik yang menjadikan nama itu ada unsur ibadahnya kepada Allah SWT.
Ilustrasi Memberi Nama Anak yang baik dalam Islam, menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat. Source: istockphoto
Kemudian kata yuhsin, yang artinya terus berlangsung meskipun Nabi SAW sudah meninggal, maka lakukan seperti itu.
"Yuhsin, future. Hei umatku, yang hidup dimanapun, sampai dengan kiamat. Kalau kalian nanti punya anak, berikan nama. Tapi bukan sekedar nama yang dianggap baik secara biasa," terang Ustaz Adi Hidayat.
"Nama yang disebut baik karena Allah SWT," lanjutnya, dilansir dari YouTube Audio Dakwah, Rabu (23/08/23).
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa nama yang disebut baik karena Allah SWT itu adalah hak anak kita. Tidak dilarang Anda memberikan nama-nama kecuali nama yang tidak diperkenankan.
"Yang makruh, yang haram, itu yang kemudian di masa Nabi SAW langsung diganti. Makruh misalnya nama-nama yang bisa melahirkan aib bagi anaknya," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Hal ini bisa juga berarti seorang anak yang dipanggil dengan panggilan tidak menyenangkan. Misalnya si buntal, si kriting, atau nama-nama yang membuat dia tertekan.
Misalnya diberikan nama pelawak pada masa ayahnya, kemudian anaknya besar dan tidak paham dengan hal itu, makruh sifatnya.
Haram artinya, diberikan nama-nama yang bertentangan dengan sifat-sifat Allah SWT atau keagamaan. Misalnya diberi nama dengan nama-nama berhala di zaman jahiliyah atau nama-nama setan.
"Misalnya, Dasim, Walhan, itu ada. Tau Walhan gak? Itu setan yang gangguin orang wudhu. Antum wudhu dibuat kacau pikiran, saya udah wudhu apa belum ya?," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat, anak itu adalah unik, ketika diharap laki-laki maka lahir perempuan.
Ketika diharap cepat, rasanya lambat. dan sebaliknya, dan hal ini bukan tanpa alasan.
"Karena ketika Allah menetapkan jenis kelamin untuk anak, itu adalah bagian dari cara Allah menyempurnakan sifat-sifat di kedua orang tuanya, dan keluarganya," terang Ustaz Adi Hidayat.
Kadang berharap laki-laki, namun diberikan perempuan. Karena sifat perempuan itu sifat yang paling mulia untuk menyempurnakan keadaan di kedua orang tuanya.
Lain hal jika diberikan anak yang aktif, maka agar menggali potensi di kedua orang tuanya. Ada anak yang dibuat diam, agar orang tuanya lebih kreatif dalam mendidik anaknya.
QS Surat Ali-Imran Ayat ke-36
فَلَمَّا وَضَعَتۡهَا قَالَتۡ رَبِّ اِنِّىۡ وَضَعۡتُهَاۤ اُنۡثٰىؕ وَاللّٰهُ اَعۡلَمُ بِمَا وَضَعَتۡؕ وَ لَيۡسَ الذَّكَرُ كَالۡاُنۡثٰىۚ وَاِنِّىۡ سَمَّيۡتُهَا مَرۡيَمَ وَاِنِّىۡۤ اُعِيۡذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيۡطٰنِ الرَّجِيۡمِ
Artinya: Maka ketika melahirkannya, dia berkata, "Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan." Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. "Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."
(udn)
Load more