Doa Dibaca di Sujud Terakhir? Ternyata Kata Syekh Ali Jaber Boleh di Setiap Sujud, Namun…
- tim tvOnenews/Julio Trisaputra
“Ada hajat, ada curhat, ada ingin mengungkapkan sesuatu ada masalah yang kita hadapi tidak paham doa bahasa Arab sesuai hajat kita boleh gunakan bahasa Indonesia,” jelas Syekh Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber menegaskan bahwa yang jelas bacaan shalat tidak boleh diganti Bahasa Indonesia.
“Yang tidak boleh mengganti bahasa adalah tuntunan shalatnya, misal al-fatihah, subhana rabbiyal azhiimi dalam rukuk, subhana rabbial a’la dalam sujud. Kemudian tahiyat tidak boleh diganti bahasa tapi kalau sudah tunaikan kewajibannya tersebut selebihnya Anda bebas,” kata Syekh Ali Jaber.
Namun jika memang hafal dan bisa,
Syekh Ali Jaber menyarankan sebaiknya setiap Muslim berdoa dengan menggunakan Bahasa Arab.
Dalil Perintah Berdoa
![]()
Berdoa adalah permohonan seorang hamba kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
Berdoa dapat dikatakan sebagai senjata dari seorang Muslim.
Dalam beberapa firmanNya, Allah SWT memerintahkan hambaNya untuk selalu berdoa.
Berikut firman Allah SWT mengenai perintah berdoa.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong yang tidak mau menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Gafir: 60).
Setiap Muslim yang berdoa, haruslah dibarengi dengan ketulusan dan keyakinan.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini,
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
“Berdoalah kepada Allah SWT dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah SWT tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Load more