News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Duga Genosida yang Dilakukan Israel Terhadap Palestina Lebih Parah dari Nakba, Bagaimana Sejarah Peristiwa 15 Mei 1948 Itu?

Pengamat Timur Tengah, Abdul Muta’ali menduga serangan Israel ke Palestina yang disebut oleh banyak pihak genosida itu, akan lebih parah dari peristiwa Nakba.
Senin, 18 Desember 2023 - 17:31 WIB
Pengamat Duga Genosida yang Dilakukan Israel Terhadap Palestina Lebih Parah dari Nakba, Bagaimana Sejarah Peristiwa 15 Mei 1948 Itu?
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Timur Tengah, Abdul Muta’ali menduga serangan Israel ke Palestina yang disebut oleh banyak pihak genosida itu, akan lebih parah dari peristiwa Nakba yang terjadi 15 Mei 1948.

“Diduga akan lebih parah dari nakba, ingin mengosongkan tanah Gaza bukan hanya Tepi Bara,” ujar Abdul Muta’ali dalam sebuah wawancara dalam sebuah program di tvOne.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sah lah ini disebut genosida,” sambungnya.

Lantas apa itu peristiwa Nakba yang disebut oleh Abdul Muta’ali?

tvonenews

Dalam catatan sejarah ada sebuah peristiwa bernama Nakba yang menimpa Palestina.

Nakba adalah tragedi pengusiran dan pembunuhan warga Palestina pada 15 Mei 1948.

Peristiwa Nakba terjadi sebelum pembentukan negara Israel.

Dalam peristiwa Nakba, banyak warga Palestina terbunuh dan terusir tanah mereka.

Nakba, yang berarti “bencana” dalam bahasa Arab, Namun ada juga yang mengartikan sebagai malapetaka.

Dalam peristiwa Nakba inilah, terjadi pembunuhan, perpindahan massal, dan perampasan hak milik warga Palestina selama perang Arab-Israel tahun 1948.

Pada tanggal 15 Mei 1948 inilah titik awal dari perang Arab-Israel dan telah lama terjadi ketika orang-orang Palestina turun ke jalan dan memprotes pemindahan mereka secara paksa.

Sebelum peristiwa Nakba, yakni pada bulan November 1947, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang membagi Palestina menjadi dua negara, satu negara Yahudi dan satu negara Arab, dengan Yerusalem berada di bawah pemerintahan PBB. 

Pada saat itu, kaum Yahudi di Palestina berjumlah sepertiga dari total populasi dan memiliki kurang dari enam persen total luas daratan. 

Berdasarkan rencana pembagian PBB, mereka mendapat alokasi 55 persen lahan, yang mencakup banyak kota utama dengan mayoritas warga Arab Palestina dan garis pantai penting dari Haifa hingga Jaffa. 


Ilustrasi: Deretan bendera anggota PBB (Anadolu Agency)

Palestina akan kehilangan lahan pertanian dan pelabuhan utama, yang menyebabkan Palestina menolak proposal tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dunia Arab juga menolak rencana tersebut, dengan alasan bahwa hal tersebut tidak adil dan melanggar Piagam PBB.

Tak lama setelah Resolusi PBB 181, pecah perang antara Palestina dan kelompok bersenjata Zionis.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” viral di media sosial. Seorang pelajar SMK di Banyuwangi berinisial MD menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal
Garuda Indonesia Buka Suara soal Isu Merger dengan Pelita Air, Beberkan Perkembangan Terbaru

Garuda Indonesia Buka Suara soal Isu Merger dengan Pelita Air, Beberkan Perkembangan Terbaru

Garuda Indonesia menyampaikan bahwa kajian mengenai rencana merger dengan Pelita Air masih dilakukan secara intensif bersama pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor

Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor

Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyalurkan berbagai bantuan kepada siswa dan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026).
Nasib 2 Sohib Megawati Hangestri saat di Red Sparks

Nasib 2 Sohib Megawati Hangestri saat di Red Sparks

Ketika berkarier di Red Sparks, Megawati Hangestri memiliki 2 orang sahabat, Vanja Bukilic dan Giovanna Milana. Bagaimana nasib mereka sekarang?
"Ayo Indonesia!" Kata Bintang Manchester City Tijjani Reijnders soal Performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

"Ayo Indonesia!" Kata Bintang Manchester City Tijjani Reijnders soal Performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Keberhasilan Timnas Indonesia menguasai puncak klasemen Grup A Piala AFF 2026 melahirkan gelombang apresiasi dari jagat sepak bola dunia. Bintang Manchester ...
Kadin Indonesia Buka Jalan Ekspor untuk UMKM dan Produk Pertanian ke Jepang, Tempe hingga Cocopeat Jadi Andalan

Kadin Indonesia Buka Jalan Ekspor untuk UMKM dan Produk Pertanian ke Jepang, Tempe hingga Cocopeat Jadi Andalan

Lewat diplomasi ekonomi dan kolaborasi strategis dengan Tokyo SMEs, Kadin berupaya membuka jalan pelaku usaha dan UMKM Indonesia untuk memperluas akses pasar ke Jepang.

Trending

Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda  ​​​​​​

Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda ​​​​​​

Pelatih kepala Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, melontarkan gertakan tajam kepada Timnas Indonesia jelang duel panas penentu nasib di Grup A Piala AFF 2026. Juru -
Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Kapal penumpang yang melayani rute Surabaya–Makassar itu dilaporkan membawa ratusan orang saat insiden kebakaran terjadi.
Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Mentan Amran Sulaiman mengungkap potensi kerugian yang ditanggung konsumen akibat praktik mafia beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp71 triliun.
Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

John Herdman sudah merotasi hampir seluruh skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Namun 3 pemain ini belum juga dapat kesempatan bermain, siapa saja?
Kemenimipas Ubah Eks Napiter Jadi Pelaku Usaha Produktif

Kemenimipas Ubah Eks Napiter Jadi Pelaku Usaha Produktif

Berkolaborasi dengan BNPT, Densus 88 Anti Teror Polri, dan PT Sang Hyang Seri (SHS), Kemenimipas hadirkan model pembinaan yang mengintegrasikan deradikalisasi, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Siswi SMP Tewas Dibakar, Polisi Berhasil Ungkap Pelaku dalam Waktu Singkat Ternyata...

Siswi SMP Tewas Dibakar, Polisi Berhasil Ungkap Pelaku dalam Waktu Singkat Ternyata...

Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek tim kepolisia berhasil mengungkap kasus pembunuhan siswi SMP tersebut dalam waktu singkat. Ternyata pelakunya adalah..
Usai Taklukkan Indonesia All Stars, Kiper Aston Villa Nikmati Pengalaman Perdana Bermain di Jakarta

Usai Taklukkan Indonesia All Stars, Kiper Aston Villa Nikmati Pengalaman Perdana Bermain di Jakarta

Kiper muda Aston Villa, James Wright, mengaku membawa pulang pengalaman berharga setelah menjalani tur pramusim di Indonesia. Penjaga gawang berusia 21 tahun itu bahkan menyebut kunjungan ke Jakarta menjadi salah satu pengalaman yang sangat menyenangkan selama persiapan menyambut musim 2026/2027.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT