News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Abah Guru Sekumpul Tetap Berdakwah Meski Telah Wafat, Cerita Gaib dan Mistis di Sekitar Haul yang Dihadiri Jutaan Jamaah

Banyak kisah mistis dan gaib di sekitar Haul ke-19 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul Martapura, Kalimantan Selatan yang diikuti  3,3 juta jamaah dari Indonesia dan mancanegara.
Senin, 15 Januari 2024 - 05:43 WIB
KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com-Haul ke-19 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul Martapura, Kalimantan Selatan diikuti  3,3 juta jamaah dari Indonesia dan mancanegara. "Perkiraan jumlah jamaah yang hadir mengikuti haul Guru Sekumpul yang mencapai 3,3 juta, itu kami dapat dari sejumlah provider seluler dari orang yang menggunakan HP saat acara berlangsung," ujar Ifan di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu malam.

Ifan menuturkan meskipun jumlah jamaah jutaan orang tetapi prosesi haul berjalan tertib dan tanpa hambatan yang berarti, serta tidak ada kejadian yang menonjol sejak awal hingga haul berakhir."Alhamdulillah, rangkaian haul Guru Sekumpul berjalan aman, tertib dan lancar tanpa hambatan berarti serta tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu kekhusyukan jutaan jamaah yang hadir," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebutkan Ifan, selain jamaah yang mencapai 3 juta lebih, jumlah bus dan kendaraan roda empat maupun roda dua juga cukup banyak, yakni mencapai 601 bus pada 150 titik yang tersebar di berbagai tempat.

Bagaimana prosesi haul bisa mengundang jutaan umat Islam berkumpul di Martapura? Seperti apa perjalanan dakwah Guru Sekumpul? Guru Sekumpul mulai berdakwah di Pondok Pesantren Darussalam Martapura atas saran dari KH Abdul Qadir Hasan, KH Sya’rani Arif dan KH Salim Ma’ruf. Usia lima tahun, ia membuka pengajian di kediamannya di Keraton Martapura. Pengajian ini diadakan untuk menunjang pelajaran para santri, yang diisi dengan pengulangan kitab-kitab Ilmu Alat, seperti Nahwu dan Saraf.

Jelang tak berapa lama, pengajian Guru Sekumpul berkembang ke kalangan masyarakat umum, sehingga pengulangan kitab lebih bervariasi menjadi Fikih, Tasawuf, Tafsir dan Hadis. Pada kesempatan itu, Abah Guru Sekumpul juga mulai mensyiarkan Maulid al-Habsyi atau Simthud Durar karangan al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. Serta mengajarkan beberapa amalan wirid, khususnya zikir Tarekat Sammaniyah kepada para jemaah.

Pada 1990-an, Abah Guru Sekumpul pindah ke komplek Ar-Raudhah yang berlokasi di Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura. Di komplek ini lah pengajian Abah Guru Sekumpul berpusat, terutama di Musala Ar-Raudhah yang mampu menampung ribuan jemaah.

Sejak itu, murid-murid dan tamu-tamunya berdatangan dari berbagai daerah, bahkan dari Negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. Sebagian mereka datang untuk berguru, mencari barakahnya, hingga ingin berbaiat Tarekat Samaniyyah. Beberapa tokoh juga pernah mengunjungi Abah Guru Sekumpul termasuk Politikus Amien Rais, Presiden ke-4 RI Gus Dur, Presiden ke-5 RI Megawati, dan AA Gym.

Disamping itu, Abah Guru Sekumpul tercatat memiliki sejumlah kelebihan. Dirinya sudah menghafal Al-Quran sejak berusia 7 tahun dan tafsir al-Jalalain ketika berusia 9 tahun. Lalu, ketika ia berusia 10 tahun, ia mendapatkan khususiat dan anugerah dari Tuhan berupa kasyaf hissi, yaitu melihat dan mendengar apa benar di dalam. Selain itu, ia juga memiliki karamah salah satunya tidak mengalami ihtilam atau mimpi basah layaknya remaja pada umumnya.

Banyak guru mulia yang membimbingnya menjadi sosok yang kaya akan ilmu pengetahuan. Abah Guru Sekumpul pun menghasilkan beberapa karya tulis, seperti Risalah Mubaraqah dan Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah. Lalu, ada pula Manaqib Syekh Sayyid Muhammad bin Abdul Karim al-Qadiri al-Hasani as-Samman al-Madani, Nubzah fi Manaqib al-Imam al-‘Azham al-Faqih al-Muqaddam,  Ar-Risalah fi Auradil Mufidah, dan Al-Imdad fi Auradi Ahlil Widad.

Karomah Wali
Ada kisah menarik di balik haul Abah Guru Sekumpul yang rutin digelar setiap tahunnya itu. Bergeser ke belakang, tepatnya pada haul ke-10 Abah Guru Sekumpul tahun 2015, ada rombongan dari Papua yang datang ke lokasi haul di Martapura.

Rombongan yang berjumlah puluhan itu awalnya tidak tahu siapa yang dihaulkan. Mereka tiba-tiba ditarik oleh panitia acara ke dalam makam Abah Guru Sekumpul. Mereka bingung dan banyak bertanya tentang acara haul yang dipadati jemaah itu.

Setelah tahu yang dihaulkan adalah Abah Guru Sekumpul, rombongan Papua itu langsung menangis. Mereka bilang bahwa Abah Guru Sekumpul masih mengajarkan ketauhidan di pedalaman Papua, padahal Guru Zaini telah wafat pada 10 Agustus 2005.

Kisah Abah Guru Sekumpul masih berdakwah di Papua meski sudah wafat diyakini adalah suatu karomah. 

tvonenews

Tak suka popularitas
Abah Guru Sekumpul memang terkenal di mana-mana. Namun sebenarnya, beliau seringkali menghindari popularitas. Sebagaimana akhlak para wali Allah yang lebih menyukai khumul (tidak tenar, tidak diketahui orang lain).

Mengutip buku Figur Karismatik Abah Guru Sekumpul karya KH. M. Anshary El Kariem via Gusdurian.net, Abah Guru Sekumpul tidak suka dikenal sejak usia muda. Ia lebih suka sendiri, bepergian di hutan yang sepi.

Salah satu guru mursyidnya, Syekh Muhammad Syarwani Abdan (Guru Bangil) mengakui bahwa Abah Guru Sekumpul lebih suka khumul. “Zaini ini suka khumūl, masyarakat saja yang mempopulerkannya,” katanya kepada sang putra, KH M. Kasyful Anwar.

Abah Guru Sekumpul benar-benar ulama yang khumul. Di suatu pengajian yang dihadiri oleh puluhan ribu orang, sebagian orang mengusulkan agar pengajian disiarkan secara langsung melalui radio dan televisi agar bisa disaksikan oleh masyarakat di Kalimantan Selatan. Namun, keinginannya tidak dikabulkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkat jasanya di bidang pendidikan dan dakwah, Abah Guru Sekumpul pernah akan dianugerahi gelar profesor dari salah satu perguruan tinggi. Lagi-lagi tawaran itu ditolak secara halus olehnya.

Guru Sekumpul mengembuskan napas terakhirnya pada usia 63 tahun di kediamannya sekaligus kompleks pengajian, Sekumpul Martapura pada 10 Agustus 2005. Guru Sekumpul meninggal karena komplikasi dari gagal ginjal. Sebelum wafat, Guru Sekumpul sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura selama 10 hari akibat sakit yang dideritanya.(bwo)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berlangsung Meriah, Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Resmi Ditutup

Berlangsung Meriah, Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Resmi Ditutup

Mendagri Tito Karnavian berharap potensi besar dari keragaman budaya dapat mendorong produk-produk kerajinan Indonesia untuk dapat menembus pasar global.
Presiden Prabowo: Indonesia Target Produksi Bensin dari Tanaman dalam 3-4 Tahun

Presiden Prabowo: Indonesia Target Produksi Bensin dari Tanaman dalam 3-4 Tahun

Saat Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto berharap Indonesia mampu memproduksi bensin berbahan
Kemenbud Tetapkan Gua Liangkabori Jadi Cagar Budaya Nasional, Simpan Lukisan Tertua di Dunia

Kemenbud Tetapkan Gua Liangkabori Jadi Cagar Budaya Nasional, Simpan Lukisan Tertua di Dunia

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia menetapkan kawasan prasejarah Gua Liangkabori dan Liang Metanduno di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Menolak Kalah Mudah, Timnas Voli Indonesia Buat China Kelimpungan di Laga Perdana AVC Boys' U-18 Championship

Menolak Kalah Mudah, Timnas Voli Indonesia Buat China Kelimpungan di Laga Perdana AVC Boys' U-18 Championship

Tampil di laga perdana Pool A, Timnas Voli Indonesia U-18 kalah dari China di GOR Haikou Wuyuan River, Minggu (12/7/2026). 
5 Fakta Rumah Tangga Ruben Onsu dan Sarwendah yang Terungkap di Tengah Sengketa Hak Asuh Anak

5 Fakta Rumah Tangga Ruben Onsu dan Sarwendah yang Terungkap di Tengah Sengketa Hak Asuh Anak

Di tengah sengketa hak asuh anak, Ruben Onsu mengungkap sejumlah fakta soal rumah tangganya dengan Sarwendah, termasuk pengakuan soal panggilan "Cong".
Imigrasi Deportasi 3.260 WNA dan Cegah 2.102 Orang Masuk Daftar Hitam

Imigrasi Deportasi 3.260 WNA dan Cegah 2.102 Orang Masuk Daftar Hitam

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memangkas penerbitan Bebas Visa Kunjungan (BVK) sebesar 87,91 persen pada semester I 2026

Trending

Hasil UFC 329: Conor McGregor Kalah Memalukan di Ronde Pertama, Max Holloway Menang Tanpa Banyak Keringat

Hasil UFC 329: Conor McGregor Kalah Memalukan di Ronde Pertama, Max Holloway Menang Tanpa Banyak Keringat

Hasil UFC 329, di mana Conor McGrgeor menelan kekalahan usai mengalami cedera di ronde pertama saat melawan Max Holloway.
7 Link Twibbon HARKOPNAS ke-79 2026 Desain Menarik, Download dan Bagikan ke Media Sosial

7 Link Twibbon HARKOPNAS ke-79 2026 Desain Menarik, Download dan Bagikan ke Media Sosial

Berikut 7 link twibbon Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun 2026 desain menarik, download secara gratis dan bagikan ke media sosial.
Link Live Streaming UFC 329: Tarung Siang Ini, Ada Duel Conor McGregor Vs Max Holloway

Link Live Streaming UFC 329: Tarung Siang Ini, Ada Duel Conor McGregor Vs Max Holloway

Link live streaming UFC 329, di mana ada duel seru antara Conor McGregor vs Max Holloway, dan Benoit Saint Denis melawan Paddy Pimblett.
Isu RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026, DPR Klaim Tidak Benar: Masih Terdaftar

Isu RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026, DPR Klaim Tidak Benar: Masih Terdaftar

DPR menegaskan bahwa isu RUU Perampasan Aset dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026 adalah tidak benar. Disampaikan bahwa tidak ada keputusan Rapat Paripurna DPR mengenai hal tersebut.
5 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 13 Juli 2026: Aquarius Jadi Sorotan, Virgo Selangkah Lebih Maju

5 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 13 Juli 2026: Aquarius Jadi Sorotan, Virgo Selangkah Lebih Maju

Siapa yang paling beruntung dalam urusan pekerjaan besok? Cari tahu 5 zodiak yang mendapat peluang karier terbaik pada 13 Juli 2026, dari Aquarius hingga Virgo.
Biadab! 27 Orang Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak 15 Tahun, 12 Pelaku Sudah Ditangkap

Biadab! 27 Orang Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak 15 Tahun, 12 Pelaku Sudah Ditangkap

Polres Sampang menangkap 12 tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 15 tahun. Polisi masih memburu 15 pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Sisi Lain Almarhum Temon yang Jarang Orang Tahu, Komedian Rekan Duet Abdel Achrian Itu Punya Latar Belakang Pendidikan dan Profesi Mentereng

Sisi Lain Almarhum Temon yang Jarang Orang Tahu, Komedian Rekan Duet Abdel Achrian Itu Punya Latar Belakang Pendidikan dan Profesi Mentereng

Komedian sekaligus aktor berbakat, Simson Rarameha Ngadang, atau yang sangat akrab di telinga masyarakat dengan nama panggung Temon, dilaporkan meninggal dunia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT