News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belajar Toleransi dan Moderasi Beragama dari Natuna

Toleransi menjadi pemandangan yang biasa di Natuna, Kepulauan Riau. Salah satu yang paling menonjol adalah bangunan rumah ibadah berdampingan di Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.
Senin, 19 Februari 2024 - 05:48 WIB
Masjid Al-Mukarramah mi dan Klenteng Pu Tek Chi
Sumber :
  • ANTARA

Natuna, tvOnenews.com-Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia, dengan penduduk dari berbagai macam agama, suku dan budaya.

Toleransi menjadi pemandangan yang biasa, salah satu yang paling menonjol adalah bangunan rumah ibadah berdampingan di Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua rumah ibadah di Kota Tua Penagi ersebut adalah Masjid Al-Mukarramah milik umat islam dan Klenteng Pu Tek Chi milik umat Khonghucu.

Jarak antara kedua rumah ibadah itu sekitar dua meter, dengan ukuran yang hampir sama. Saat ini Masjid Al Mukarasama dalam tahap renovasi.

Meski dibangun bersebelahan, tidak pernah terdengar salah satu umat agama saling mengutarakan komplain karena merasa tidak nyaman atau mereka saling melarang saat salah satu umat untuk melaksanakan ibadah. Mereka hidup berdampingan dengan damai, hingga puluhan tahun.

Toleransi yang mereka jalankan sebatas menyediakan ruang untuk masing-masing agama menjalan ajaran dari keyakinannya sesuai dengan tuntunan yang telah tertulis dalam kitab agama yang mereka yakini.

Tingginya toleransi di Natuna membuat wilayah itu ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai Kampung Moderasi Beragama.

Dengan ditepkan sebagai kampung modernasi beragama, diharapkan hubungan harmonis yang selalu terjaga dapat menular ke berbagai daerah lainnya di Indonesia. Pada akhirnya akan memperkokoh toleransi antarumat beragama di Tanah Air.

Selain Kampung Tua Penagi di Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kementerian Agama juga menetapkan Kelurahan Sedanau yang berada di Kecamatan Bunguran Barat, dengan status yang sama.

Budaya

Masyarakat Natuna, mayoritas bersuku Melayu dan berbahasa Melayu. Bahaya Melayu yang digunakan masyarakat daerah itu identik dengan Bahasa Melayu Terengganu di Malaysia.

Kondisi demikian dikarenakan pemimpin pemerintahan pertama di daerah itu merupakan Datuk Kaya, yang merupakan keturunan Kesultanan Patani yang pernah menguasai semenajung Malaya bagian utara, yakni Klantan dan Terengganu.

Pastinya Budaya Melayu tumbuh subur di Natuna. Meskipun demikian, Suku Melayu di pulau itu tidak pernah melarang suku lainnya untuk melestarikan budaya mereka.

Suku-suku dari luar tanah Melayu bebas mementaskan atau menampilkan budaya yang mereka miliki untuk diekspresikan di daerah itu.

Ragam budaya di luar Melayu itu, contohnya upacara sedekah bumi yang dilakukan oleh Suku Jawa yang mayoritas bermukim di Kecamatan Bunguran Tengah.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Natuna kerap mengirimkan perwakilan untuk menghadiri acara dari budaya di luar Suku Melayu tersebut.

Sedekah bumi merupakan tradisi yang kerap dilakukan Suku Jawa setiap satu tahun sekali, biasanya setelah panen hasil pertanian.

Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki melalui Bumi, berupa segala bentuk hasil panen dari yang mereka tanam.

Biasanya kegiatan itu selalu dimeriahkan dengan pementasan tarian kuda lumping yang merupakan salah satu warisan budaya seni dari Suku Jawa.

Tidak hanya itu, bukti kalau masyarakat Suku melayu Natuna tidak pernah menolak pada budaya luar, terlihat pada Tahun 2023, tepatnya pada perayaan 17 Agustus. Para pegiat budaya dari masing-masing suku juga diberi ruang oleh pemerintah daerah setempat untuk menampilkan kesenian dari suku masing-masing guna menghibur dan mengenalkan budaya mereka kepada para penerus serta masyarakat dari suku lainnya.

Kegiatan itu tidak pernah diprotes oleh masyarakat tempatan, bahkan mereka turut memeriahkannya dan membantu suku lainnya mencari keperluan untuk membuat pakaian serta atribut yang diperlukan.

Kegiatan yang diikuti ribuan masyarakat dari berbagai suku itu berlangsung sukses dan meriah serta direncanakan akan kembali digelar pada tahun 2024.


 

tvonenews

Saling membantu

Tingginya sikap toleran dalam bentuk lainnya yang bisa dilihat pada saat penyambutannya peringatan hari besar dari agama tertentu, seperti pada perayaan Tahun Baru Imlek dari umat Konghucu.

Pada malam perayaan tahun baru Imlek berlangsung, warga dari Suku China dan umat beragama yang memiliki paham yang sama di Natuna akan menghiasi klenteng dan jalan-jalan menuju klenteng dengan lampu-lampu lampion yang didominasi warna merah.

Selain itu mereka juga memasang lampion di rumah-rumah mereka.

Pada proses pemasangan lampion-lampion tersebut juga dibantu atau dilakukan oleh masyarakat dari suku lainnya.

Hal yang tidak tidak kalah unik adalah pemain dari pementasan barongsai di Klenteng Pu Tek Chi di Kota Tua Penagi, Kecamatan Bunguran Timur, berasal dari masyarakat suku lain, yakni Melayu dan beragama Islam.

Para penonton yang menyaksikan pementasan seni juga mayoritas berasal dari masyarakat suku dan agama lain.

Begitu juga perayaan hari raya umat Islam, umat agama lainnya akan turut memeriahkan dengan caranya masing-masing.

Benuk dukungan itu, salah satunya dengan ikut berkeliling saat takbiran dan mereka yang memiliki usaha toko sembako biasanya memberikan bonus minuman berkarbonasi atau minuman kaleng lainnya kepada pelanggan beragama islam yang berbelanja di toko itu, agar umat islam bisa menyajikan minuman tersebut saat ada tamu berkunjung ke rumah di masa Lebaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada juga yang membantu menyumbangkan uang kepada karang taruna untuk membuat tempat memasang lampu colok dan membeli bahan bakar lampu colok serta peralatan lainnya untuk membuat lampu colok yang biasanya dipasang pada malam takbiran (Idul Fitri maupun Idul Adha).

Dari contoh tersebut kita bisa melihat bahwa umat beragama di Natuna berhasil berbagi serta menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikan dari perbedaan di setiap agama dan suku masing-masing, tanpa merasa terancam atau merasa keyakinan maupun hak-haknya dihalangi. Natuna telah memberikan contoh bagaimana Indonesia memang dibangun dari fondasi agama, budaya dan suku yang berbeda-beda, namun tetap bersatu dalam suasana damai.(ant/bwo)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Mau Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personel: Upaya Lindungi Hutan dan Taman Nasional

Prabowo Mau Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personel: Upaya Lindungi Hutan dan Taman Nasional

Hashim menyebut penambahan personel ini sebagai langkah kecil namun sangat signifikan dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup.
Dituding Sama Seperti Denada, Ressa Siap Digugat dan Singgung Tindakan Amoral Mantan Istri

Dituding Sama Seperti Denada, Ressa Siap Digugat dan Singgung Tindakan Amoral Mantan Istri

Ressa akhirnya buka suara soal tudingan tak nafkahi anak dan disamakan dengan Denada. Ia siap digugat dan menyinggung tindakan amoral sang mantan istri.
Sepuluh Tahun Melingkar di Jari, Cincin Tunangan Warga Nganjuk Berhasil Dilepas Damkarmat

Sepuluh Tahun Melingkar di Jari, Cincin Tunangan Warga Nganjuk Berhasil Dilepas Damkarmat

Sebuah cincin tunangan yang telah melingkar di jari seorang warga Nganjuk selama kurang lebih sepuluh tahun akhirnya berhasil dilepas dengan bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Rabu (4/2).
Hikmah di Balik Musibah, Jay Idzes Ketiban Untung usai Inter Milan Resmi Dihukum Gara-Gara Emil Audero Diserang Petasan

Hikmah di Balik Musibah, Jay Idzes Ketiban Untung usai Inter Milan Resmi Dihukum Gara-Gara Emil Audero Diserang Petasan

Kesialan Emil Audero memberi dampak untuk Jay Idzes seiring dengan insiden pelemparan petasan di laga Inter Milan melawan Cremonese. Sebab, I Nerazzurri dapat hukuman dari pemerintah Italia.
Hashim Bongkar Skandal Kebun Sawit Ilegal: 4 Juta Hektare Hutan Lindung dan Taman Nasional Dikuasai Pengusaha Nakal

Hashim Bongkar Skandal Kebun Sawit Ilegal: 4 Juta Hektare Hutan Lindung dan Taman Nasional Dikuasai Pengusaha Nakal

Fakta tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden RI untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, dalam Indonesia Economic Summit 2026 di Shangri-La Jakarta
Resmi! AFC Tunjuk Indonesia sebagai Salah Satu Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031

Resmi! AFC Tunjuk Indonesia sebagai Salah Satu Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031

AFC resmi memasukkan Indonesia sebagai kandidat tuan rumah Piala Asia 2031. Garuda akan bersaing dengan Australia, India, Korea, dan Kuwait untuk jadi penyelenggara.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT