Sejarah dan Asal-usul Shalat Tarawih
- ANTARA
“Pada suatu malam (di bulan Ramadhan), Rasulullah ﷺ shalat di Masjid, lalu diikuti beberapa orang sahabat. Kemudian (pada malam kedua) beliau shalat lagi, dan ternyata diikuti banyak orang. Dan pada malam ketiga atau keempat mereka berkumpul, namun Rasulullah ﷺ tidak keluar sholat bersama mereka. Maka setelah pagi, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku tahu apa yang kalian lakukan semalam. Tiada sesuatu pun yang menghalangiku untuk keluar dan salat bersama kalian, hanya saja aku khawatir (shalat itu) akan diwajibkan atas kalian.” (HR Muslim, No 1270)
Dari hadits di atas maka jelas tidak ada penyebutan shalat tarawih secara khusus oleh Rasulullah SAW.
Baginda Rasul SAW melaksanakan shalat tarawih di masjid pada beberapa kali kesempatan dan kemudian diikuti antusiasme tinggi dari para jamaah.
Akhirnya pada malam ketiga dan keempat sebagaimana yang disebut hadis tersebut, Rasulullah SAW justru tidak keluar untuk melaksanakan shalat di masjid, padahal sahabat dan yang lainnya sudah menunggu Nabi SAW.
Hingga akhirnya beliau tidak melanjutkan shalat tersebut pada malam-malam berikutnya.
Dari hadis itu dijelaskan bahwa penyebab dari tidak keluarnya Nabi SAW karena kekhawatirannya apabila Allah SWT menurunkan kewajiban untuk shalat tersebut bagi umatnya.
Baginda Rasul SAW takut membebankan umat Islam di generasi selanjutnya.
Shalat Tarawih di Masa Sahabat Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab
![]()
Sejarah dan Asal-usul Shalat Tarawih (Sumber: pixabay/ewy2008)
Pada masa Abu Bakar RA menjabat sebagai khalifah, umat Islam melaksanakan shalat Tarawih secara sendiri-sendiri atau berkelompok mulai dari tiga hingga enam orang.
Saat Abu Bakar memimpin, belum ada kebiasaan untuk shalat tarawih berjamaah dengan satu imam di masjid.
Hingga kemudian ketika masa kepemimpinan Umar bin Khattab RA, shalat tarawih berubah keadaannya.
Sahabat Umar RA berinisiatif untuk menggelar shalat tarawih di masjid secara berjamaah.
Hal ini dilakukannya sebab menyaksikan umat Islam yang melaksanakan shalat tarawih dengan tidak kompak.
Sebagian dari umat Islam saat itu, ada yang shaolat sendiri-sendiri dan ada yang berjamaah.
Load more