GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menabrak Kucing saat Berkendara, Pertanda Bakal Mendapatkan Sial? Ternyata Begini Penjelasan Buya Yahya, Kucing Itu...

Benarkah menabrak kucing saat berkendara pertanda akan mendapatkan sial? Ternyata begini penjelasan Buya Yahya tentang hukum menabrak kucing, kucing itu...
Selasa, 16 April 2024 - 16:35 WIB
Buya Yahya menjelaskan tentang hukum menabrak kucing.
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Saat berkendara, terkadang ada saja kejadian yang tak terduga.

Salah satunya menabrak kucing, sebab kucing termasuk hewan yang banyak ditemukan di jalanan dan sering melintas jalan raya secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecelakaan karena menabrak kucing yang menyebrang jalan secara tiba-tiba memang tak bisa dihindari.


Buya Yahya menjelaskan tentang hukum menabrak kucing saat berkendara. Sumber: YouTube Al-Bahjah TV

Di masyarakat, menabrak kucing ditafsirkan sebagai pertanda akan mendapat sial atau suatu musibah tertentu.

Oleh karena itu, orang yang menabrak kucing sampai mati diharuskan untuk mengafani menggunakan baju yang dipakai dan mengubur jasad kucing tersebut agar tidak mendapat sial.

Lantas, bagaimana pemahaman menabrak kucing dalam Islam? Benarkah pertanda akan mendapat sial?

Menurut Buya Yahya, masyarakat lebih takut menabrak kucing dibandingkan menabrak manusia. Padahal, kucing merupakan hewan, sama seperti hewan-hewan lainnya.

"Nabrak orang lari, nabrak kucing malah berhenti dikafani, lebih takut sama kucing daripada orang," ujar Buya Yahya, dikutip dari tayangan YouTube Al-Bahjah TV.

Hukum menabrak kucing sama dengan menabrak hewan-hewan lainnya. Jika sengaja berbuat dzolim terhadap hewan, bisa menjadi sebab seseorang masuk neraka.

Termasuk, jika menabrak kucing secara sengaja dan dzolim, maka hukumnya haram.

"Kucing itu adalah binatang sama seperti binatang yang lainnya. Tapi kalau kita berbuat dzolim itu bisa menjadi sebab masuk neraka," kata Buya Yahya.

"Kalau kita menabrak kucing dengan dzolim, maka haram," tambahnya.

Sedangkan untuk kasus menabrak kucing secara tidak sengaja, maka tidak berdosa. 

Bahkan dalam kondisi yang tidak dapat dihindari, lebih baik memilih menabrak kucing daripada membahayakan diri sendiri dan orang lain.

"Tapi kalau nabrak tidak sengaja, ya nggak apa-apa, daripada membahayakan kita," kata Buya Yahya.

Misal, ada kucing yang menyebrang jalan secara tiba-tiba, dan jika menghindari kucing akan membahayakan penumpang, maka lebih baik menabrak kucing, dan itu tidak dosa

Namun, benarkah menabrak kucing menjadi pertanda akan mendapat sial? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Buya Yahya menegaskan, menabrak kucing secara tidak sengaja tidak akan membuat seseorang terkena sial atau musibah. 

Mengafani dan mengubur kucing setelah ditabrak itu hanyalah kebiasaan yang ada di masyarakat dan tidak ada hubungannya dengan kesialan seseorang.

"Tidak akan membuat sial atau musibah, biasanya dikafani itu juga hanya kebiasaan di masyarakat," ujar Buya Yahya.

Buya Yahya menyarankan lebih baik bajunya diberikan kepada orang fakir daripada untuk mengafani dan mengubur kucing.

"Kalau ingin selamat bajunya dihadiahkan ke orang fakir, bukan untuk mengafani kucing," ujarnya.

Sementara itu, jika menabrak kucing sampai mati, sebaiknya dikubur agar kucing tidak menjadi bangkai dan baunya mengganggu orang lain.

"Ambil kucingnya, gali, dikubur, supaya tidak menjadi bangkai yang bau. Tidak ada hubungannya pamali atau segala macam. Kecuali Anda berbuat dzolim kepada kucing," kata Buya Yahya.

Buya Yahya kembali menegaskan bahwa menabrak kucing secara tidak sengaja tidak dosa. Dan daripada khawatir setelah menabrak kucing, lebih baik memperbanyak sedekah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau nggak sengaja nggak ada itu, nggak usah takut yang sedemikian itu. Maka, jalankan syariat Nabi secara benar, sedekah saja kalau mau. Bukan kebingungan urusan itu. Jadi kucing hukumnya seperti hewan lainnya, kalau berbuat dzolim, dosa," tutup Buya Yahya.

(gwn) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT