Hadits Bukhari: Hukum Utang Piutang Jika Dialami Orang yang Bangkrut
- tim tvOnenews/Julio Trisaputra
(Ū±Ū±.Ūµ.Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŪ ھŁŲ±ŁŪŁŲ±ŁŲ©Ł Ų±ŁŲ¶ŁŪŁ Ų§ŁŁŁŁŁ°Ū Ų¹ŁŁŁŪŁ ŁŁŲ§ŁŁ: ŁŁŲ§ŁŁ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŪŁ , Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ§ŁŁ: Ų³ŁŁ ŁŲ¹ŁŲŖŁ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŪŁ ŪŁŁŁŁŁŁŁ: `Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲÆŁŲ±ŁŚ©Ł Ł ŁŲ§ŁŁŪŁ ŲØŁŲ¹ŁŪŁŁŁŪŁ Ų¹ŁŁŁŲÆŁ Ų±ŁŲ¬ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§ŁŁ ŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ³ŁŲ ŁŁŚ¾ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŁŁŁ ŲØŁŪŁ Ł ŁŁŁ ŲŗŁŪŁŲ±Ł ŪŁ
Ā āBarangsiapa melihat hartanya yang masih utuh ada pada orang lain yang bangkrut, maka dia lebih berhak terhadapnya daripada orang lain.ā
Rasulullah juga menyampaikan, jika memiliki keterlibatan utang piutang kepada yang mengalami kebangkrutan, jika harta yang diutangkan ada pada yang sedang mengalami kebangkrutan, maka yang mengalami kebangkrutan itu lebih berhak atas hartanya itu.
Ā
Wallahuāalam
(lutfi/put)
Load more