Saat Rukuk Jangan Buru-buru Bangun, Ustaz Adi Hidayat: Itulah Koneksi yang Sangat Tinggi Kepada Allah SWT
- tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Rukuk merupakan salah satu dari rukun shalat.
Ternyata, kebenaran rakaat seorang Muslim saat shalat dinilai pada saat posisi rukuk.
Maka ketika seseorang mengalami keterlambatan, tetapi ia melakukan rukuk maka shalatnya dihitung satu rakaat.
Tak hanya itu, gerakan rukuk juga memiliki makna dalam.
Berikut makna rukuk yang dijelaskan Ustaz Adi Hidayat dalam sebuah ceramahnya.
![]()
Saat Rukuk Jangan Buru-buru Bangun, Ustaz Adi Hidayat: Itulah Koneksi yang Sangat Tinggi Kepada Allah SWT (Sumber: Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official)
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, gerakan rukuk dalam shalat merupakan bentuk kebertuhanan seseorang kepada Allah SWT.
“Kalau ingin menunjukkan kesetiaan sekaligus pengangkatan, kebertuhanan, dan pembuktian kesetiaan itu kalau bukan rukuk ya sujud,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Rukuk gerakan yang dispesialkan oleh Allah dalam shalat, dibandingkan gerakan berdiri.
Hal ini karena rukuk adalah suatu bentuk gerakan merendah kepada Allah SWT.
“Maka ketika seseorang berdiri,ini netral. Tapi kalau sudah rukuk, itu sudah merendahkan bagian dirinya,” jelasnya.
“Dan hanya layak manusia merendahkan dirinya kepada penciptanya. Maka dari itulah rukuk dispesialkan oleh Allah dibandingkan dengan berdiri,” sambung Ustaz Adi Hidayat.
Adapun bacaan yang dibaca saat rukuk ialah :
سُبْحَانَ رَبِّیَ العَظِیْمِ وَبِحَمْدِہِ
Subhaana Rabbiyal azhiimi wabihamdihii
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, kalimat pertama saat rukuk mengandung hikmah.
“Rukuk kalimat pertamanya subhaan, kenapa? Hikmahnya adalah Allah mempertanyakan kepada kita, sebelum engkau rukuk berapa kali engkau berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keagungan Allah,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
![]()
Saat Rukuk Jangan Buru-buru Bangun, Ustaz Adi Hidayat: Itulah Koneksi yang Sangat Tinggi Kepada Allah SWT (Sumber: istockphoto)
Sementara kata Rabb pada bacaan rukuk itu kata Ustaz Adi Hidayat adalah kalimat komitmen dalam kebertuhanan kepada Allah SWT.
“Kalimat Rabb itu kalimat komitmen. Kata Allah apakah engkau siap menjadikan Aku sebagai Tuhan yang engkau pertuhankan, engkau ibadahi, selama engkau berkehidupan,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Load more