Bukan Jam 8 Pagi, Waktu Shalat Dhuha yang Tepat Bikin Rezeki Datang Bertubi-tubi, Kata Ustaz Adi Hidayat Mendekati ini
- Kolase Pinterest & Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
"Bisa sampai empat, manfaatnya banyak itu, dimaksud pengganti zikir dari seluruh tubuh. Tubuh kita kan seperti zikir, itu ditutupi melalui shalat dhuha dua rakaat di pertengahan (waktu)," terangnya.
Ia mengatakan keutamaan atau fadhilah waktu pertengahan dhuha ini dapat menjaga musibah apabila disertai dari tambahan dua rakaat.
"Misal di komplek lagi banjir, rumah kita tidak kena dmapaknya, atau macet tapi kita tidak macet, misal ada yang mengarahkan atau kita dikasih kemudahan, dan sebagainya," jelasnya.
3. Pembawa Keberkahan
Kemudian, ia menjelaskan waktu shalat dhuha terakhir dimulai pukul 10.30 WIB sampai muadzin mengumandangkan adzan dzuhur dan bisa dikerjakan delapan rakaat.
"Sampai menjelang dzuhur dari 10.30 sampai adzan dzuhur, bisa sampai 8 rakaat," ucapnya.
"Kerjakan dua-dua, kerjakanlah sampai delapan rakaat, atau bisa juga mau dibagi empat-empat," lanjutnya.
UAH menyampaikan keutamaan dhuha di akhir waktu dapat mendatangkan rezeki bertubi-tubi disebabkan karena delapan rakaat.
"Tapi itu bukan menarik kelimpahan rezeki dijadikan modus untuk shalat dhuha ya," pesannya.
UAH menegaskan jika seseorang hanya memiliki harapan didatangkan rezeki, maka dia seperti menghilangkan keberkahannya.
"Saya saran kerjakan lillah biarkan Allah yang memberikan," ungkapnya.
Ia menuturkan kalau rezeki jangan selalu ditafsir soal uang atau proyek saja karena keberkahan ada banyak macam-macamnya.
"Dhuha yang ditunaikan bisa mempercepat datangnya rezeki tapi jangan ditafsirkan dengan uang atau proyek saja," katanya.
"Rezeki bisa kesehatan, bisa ketenangan, yang kalau gelisah bisa ke psikolog, tenang itu mahal," sambungnya.
Kesimpulannya bahwa, waktu shalat dhuha untuk mendatangkan rezeki dilakukan pada akhir waktu dimulai dari pukul 10.30 WIB hingga sebelum adzan dzuhur.
Jika penafsiran di atas belum mendapat jawaban Anda sepenuhnya langsung bertanya atau dengar kajian dari para tokoh agama, kyai, ustaz lain.
Tujuannya Anda senantiasa mendapat pemahaman dengan baik terkait tafsir tersebut dari berbagai perspektif orang lain.
Wallahu A'lam Bishawab.
(hap)
Load more