News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Percaya atau Tidak Nyapu di Malam Hari dan Matikan Lilin pakai Tiupan Nafas Bikin Rejeki Seret? Ini Penjelasan Habib Hasan bin Ismail Secara Lugas

Percaya atau tidak soal nyapu di malam hari dan matikan lilin pakai tiupan nafas bisa buat rejeki seret kembali pada diri sendiri. Ini pandangan Habib Hasan bin
Kamis, 23 Mei 2024 - 18:07 WIB
Percaya atau Tidak Nyapu Dimalam Hari dan Matikan Lilin pakai Tiupan Nafas Bikin Rejeki Seret? Ini Penjelasan Habib Hasan bin Ismail Secara Lugas
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube

Jakarta, tvOnenews.com- Beragam cerita atau budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Umumnya suka dikaitkan dengan suku tertentu ataupun agama, hal ini direspon oleh Habib Hasan terkait larangan menyapu di malam hari sampai tiup lilin pakai nafas bisa buat rejeki seret.


Dalam pandangan agama islam, larangan ini bersifat anjuran yang disampaikan oleh tokoh atau ahli agama. Dengan tujuan baik serta ada makna atau pesan di dalamnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor tetap mengajak umat muslim agar mengutamakan, dan percaya terhadap apa yang diajarkan langsung oleh Allah SWT dan Rasullullah SAW lewat Al-quran dan Hadist.

 


"Jadi yang harus anda terima itu, hanya Allah dan Rasul, wajib kita terima apa yang datang dari Allah swt dan Rasulullah saw. Sehingga taatnya sama Allah dan Rasulullah," kata Habib Hasan bin Ismail dalam YouTube Ahbaabul Musthofa Channel, Kamis (23/5/2023)


"Ketika datangnya dari ulama siapapun dia, bisa kita ambil kalau sesuai dengan hadist (hadis) nabi, alquran atau ketika lihat tidak sesuai bisa juga kita tidak ambil (percaya)," jelasnya

 

Terkait adanya larangan seperti, menyapu di waktu malam dan matikan lilin dengan tiupan nafas dikatakan bisa buat seret rejeki seseorang, ada memang temuannya dalam kitab.


Lebih tepatnya, melansir dalam laman Kementerian Agama memang ada Kitab Ta’lim al-Muta’allim halaman 43-44, setidaknya ada 35 perilaku yang bisa menjadi penghalang rezeki, salah dua diantaranya yaitu menyapu rumah di malam hari dan meniup lilin dengan satu nafas.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebenarnya menyapu di malam hari, memang sebagian ulama bahkan ada beberapa hal yang membuat orang itu menjadi penyebab kemiskinan, di antaranya menyapu di malam hari, atau motong kuku di malam hari, ada beberapa dikumpulkan kita akan bahas itu satu persatu dipertemuan selanjutnya," Habib Hasan menjelaskan


Dengan demikian, apa yang beredar di tengah masyrakat terkait larangan apapun, percaya atau tidaknya kembali ke diri masing-masing, Wallahu a'lam bish-shawab. (klw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 
Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap caddy golf bukan pejabat publik, tetapi pekerja wiraswasta.
Jadwal Piala Dunia Tanggal 28 Juni 2026: Ada Laga Big Match Portugal dan Argentina di Minggu Pagi!

Jadwal Piala Dunia Tanggal 28 Juni 2026: Ada Laga Big Match Portugal dan Argentina di Minggu Pagi!

Di tengah sengitnya atmosfer persaingan di tanah Amerika Utara, perhatian utama pencinta sepak bola dunia tertuju pada dua tim raksasa, Portugal dan Argentina.
Ancaman Mengerikan Ari Lasso Jika Dearly Joshua Selingkuh, Singgung Soal Kematian Sampai Ditegur Luna Maya

Ancaman Mengerikan Ari Lasso Jika Dearly Joshua Selingkuh, Singgung Soal Kematian Sampai Ditegur Luna Maya

Kisah asmara musisi Ari Lasso dan Dearly Joshua kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan sang penyanyi dalam sebuah obrolan podcast viral di media sosial.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT