News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memang Boleh Berkurban Secara Online? Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Tak Disangka Buya Yahya Bilang Seperti ini…

Mengikuti zaman dan teknologi, Buya Yahya menjelaskan pandangan Islam bila seseorang memilih melakukan kurban secara online. Seperti apa penjelasannya? Simak.
Rabu, 5 Juni 2024 - 18:35 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Tidak lama lagi umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Adha setiap 10 Dzulhijjah atau dikenal sebagai hari kurban.

Pada Hari Raya Idul Adha ini, umat Islam yang mampu dianjurkan untuk berkurban, baik sapi atau kambing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini sudah banyak cara bisa dilakukan agar seseorang bisa berkurban. Salah satunya dengan melakukan kurban online.

Lalu bagaimana pandangan Islam jika seseorang memilih berkurban secara online?

Dalam salah satu kesempatan, Buya Yahya mendapat pertanyaan dari jemaahnya perihal hukum berkurban secara online.

“Bagaimana hukum berkurban melalui lembaga sosial online yang banyak menawarkan hewan kurban untuk dipotong di daerah lain bukan di daerah kita sendiri?” tanya jemaah.

Pada kesempatan tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa setiap yang akan berkurban itu tidak boleh sembarangan dan harus mengerti syariat. 

“Masya Allah boleh, jadi kalau kita menitipkan ke lembaga yang bakal tangani kurban untuk pindah ke tempat lain, sah. Asal memang dia mengerti pembahasan fiqihnya,” kata Buya Yahya.

Buya Yahya menekankan, bila ingin berkurban di tempat yang jauh dari rumah atau online, pastikan bahwa pemotongan hewan benar-benar dilakukan pada saat hari raya.

“Kurban betul disembelih hari itu, bukan disimpan dan waktunya adalah di hari raya kurban. Setelah kurban, ada tiga hari lain yaitu tasyrik, tanggal 11-12-13 sampai Maghrib sudah selesai,” jelas Buya Yahya.

Sang pendakwah menegaskan, bila kurban tidak dilakukan pada hari yang sudah ditentukan, maka penyelenggara dikatakan tidak amanah.

“Keluar dari itu adalah tidak amanah dan dia dosa. Kenapa? Kurban sembelih di hari itu, tujuannya adalah menyenangkan hamba Allah di hari itu,” ujar Buya Yahya.

Hal ini berbeda jika konteksnya adalah daging kurban yang sudah dibagikan.

“Tapi kalau kita mendapatkan daging kurban lalu kita simpan sampai minggu depan, tidak masalah karena sudah saya terima. Tapi disaat kita sebagai panitia harus tahu waktunya,” terang Buya Yahya.

Perihal cara memotongnya, Buya Yahya mengatakan tidak masalah bila ingin memotong hewan kurban di tempat lain asal akadnya jelas dan sesuai ketentuan.

“Lebih baik sembelih disana, di tempatnya daripada menyembelih di dekat rumah lalu dibagikan di tempat lain,” kata Buya Yahya.

“Kita ngirim duit kesana, sah. Tentunya lembaga pun harus anda pilih yang bisa dipercaya seperti berbisnis,” pungkasnya.

Pada kesimpulannya, boleh saja melakukan kurban online dengan lembaga yang sudah dipercaya bisa mewakilkan niat ibadah kurban tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahualam.

(adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kena Skandal Paspor, FC Emmen Ungkap Alasan Tim Geypens Bisa Kembali Bela Klub

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kena Skandal Paspor, FC Emmen Ungkap Alasan Tim Geypens Bisa Kembali Bela Klub

Tim Geypens akhirnya diizinkan kembali bermain untuk timnya, FC Emmen sampai akhir musim nanti. Ini akan menjadi momen kembalinya Tim Geypens sejak ditepikan pada 25 Maret 2026 lalu. 
Pengusaha Tembakau Haji Her Ngaku Tak Kenal Tersangka di Kasus Bea Cukai

Pengusaha Tembakau Haji Her Ngaku Tak Kenal Tersangka di Kasus Bea Cukai

Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam alias Haji Her mengaku tidak kenal para tersangka kasus korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Serius dengan Aturan Tanpa KTP, Dedi Mulyadi Kejar 5 Juta Penunggak Pajak Kendaraan: Samsat Bisa Tiru Perbankan

Serius dengan Aturan Tanpa KTP, Dedi Mulyadi Kejar 5 Juta Penunggak Pajak Kendaraan: Samsat Bisa Tiru Perbankan

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menargetkan 5 juta penunggak bisa bayar pajak kendaraan bermotor (PKB) usai adanya SE tanpa KTP pemilik pertama.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Lewati Wakil Tuan Rumah Straight Game, Fajar/Fikri Melangkah Mulus ke Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Lewati Wakil Tuan Rumah Straight Game, Fajar/Fikri Melangkah Mulus ke Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026 sektor ganda putra antara wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menghadapi pasangan tuan rumah Chen Bo Yang/Liu Yi.
Teks Khutbah Jumat 10 April 2026: Orang yang Meninggalkan Shalat Akan Disiksa di Yulamlam

Teks Khutbah Jumat 10 April 2026: Orang yang Meninggalkan Shalat Akan Disiksa di Yulamlam

Teks khutbah Jumat 10 April 2026 singkat padat berjudul 'Orang yang Meninggalkan Shalat Akan Disiksa di Yulamlam'.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Hajar Tunggal Putra Jepang, Jonatan Christie Amankan Tempat di Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Hajar Tunggal Putra Jepang, Jonatan Christie Amankan Tempat di Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026 pada sektor tunggal putra yang mempertemukan wakil Indonesia, Jonatan Christie menghadapi Yudai Okimoto dari Jepang, Kamis (10/4/2026)

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT