Wukuf di Arafah dan Replika Padang Mahsyar
- Media Center Haji
Manusia dibatasi dengan syariat, dibatasi dengan batas usia, dibatasi kekuatan fisiknya, dibatasi jangkauan berpikir, dan lain sebagainya.
Saat puncak haji inilah, tak ada perbedaan antar jemaah, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, tua atau muda, semua berkumpul hanya mengharap ampunan dari Allah SWT.
Replika dari Padang Mahsyar, mungkin itulah kalimat yang cocok dalam menggambarkannya.
Di area tandus dengan hamparan pasir yang luas itu, jemaah haji memulai ritualnya dengan merenungkan apa yang selama ini terjadi dalam hidupnya.
Perenungan ini dimulai sejak zuhur hingga maghrib.
Wukuf sendiri berasal dari waqafa yang artinya berhenti sejenak dari kegiatan untuk melakukan perenungan.
Dalam perenungan inilah, jemaah haji memohon ampunan atas dosa dan maksiat yang selama ini telah dilakukan.
Dilansir dari situs Kementerian Agama (Kemenag), Direktur Penerangan Agama Islam Dr. H. Ahmad Zayadi menuliskan, bahwa jemaah haji wajib ber-arafah yaitu menyadari bahwa dirinya memiliki keterbatasan-keterbatasan, serta menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah kendaraan menuju kehidupan akhirat yang kekal.
Manusia memang memiliki kekuatan fisik dan akal serta kesempurnaan dalam penciptaannya, namun terbatas dan terukur.
Proses penciptaan manusia pun telah diatur oleh Allah SWT, fungsi tubuh pun memiliki batasan.
Manusia terlahir lemah, kemudian dijadikan kuat oleh Allah, lalu kemudian kembali menjadi tua dan melemah.
Salah satu tim tvOnenews.com yang menjadi anggota Media Center Haji 2024 melakukan ritual wukuf dengan lebih banyak berdiam diri di sebuah tenda.
Saat wukuf, ia lebih banyak memohon ampunan kepada Sang Maha Pencipta atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya selama ini.
Ia memohon setelah dibersihkan dosanya di Arafah ini, ia menjadi seorang hamba yang istiqomah.
Baginya, wukuf barulah permulaan perjalanan spiritual berikutnya.
Ia juga berharap ibadahnya yang telah ia dilakukannya dapat diterima di sisi Allah SWT.
Perenungan ini juga dilakukan oleh seluruh jemaah haji.
Semua tentu berharap akan mendapat ampunan dan kembali ke rumah dengan predikat mabrur.
Di Padang Arafah inilah, Nabi Ibrahim AS memohon dikaruniai keturunan dan menerima wahyu untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.
Load more