GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jika Shalat Dhuha Tak Hafal Ad-Dhuha dan Asy-Syams, Tolong Baca Surat ini Kata Syekh Ali Jaber, Solusi agar Tetap Rutin...

Almarhum Syekh Ali Jaber pernah berkata banyak yang tidak shalat dhuha karena tidak hafal Surat ad-Dhuha & Asy-Syams. Maka ia beri opsi surat lain agar terjaga.
Kamis, 20 Juni 2024 - 10:57 WIB
Almarhum Syekh Ali Jaber ungkap amalan surat lain dibaca saat shalat dhuha jika tidak hafal ad-Dhuha dan Asy-Syams
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Muslim - Saluran Dakwah

tvOnenews.com - Shalat dhuha menjadi ibadah sunnah mengawali pagi hari agar mendapatkan banyak keutamaan di dalamnya.

Meski sunnah, shalat dhuha memiliki waktu dimulai nya matahari naik sekitar tujuh hasta sampai menjelang Dzuhur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada amalan surat yang memiliki arti terhadap keutamaan shalat dhuha, contohnya ad-Dhuha dan Asy-Syams.

Jika melihat tafsir dari Nasiruddin as-Syairazi Al-Baidhawi bagi yang membaca surat di shalat dhuha menggunakan ad-Dhuha maka Allah SWT menjamin hamba-Nya akan mendapat 10 kebaikan syafaat, Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa saja membaca surat ad-Dhuha tentu Allah akan membuat dia orang yang diridhai oleh Nabi untuk diberikan syafaat kepadanya 10 kebaikan, Allah mencatat kebaikan untuknya sebanyak anak yatim dan orang yang meminta-minta." (Nasiruddin as-Syairazi al-Baidhawi, Anwarut Tanzil wal Asrarut Ta'wil, Beirut, Darul Ihya')

Meski demikian, Almarhum Syekh Ali Jaber pernah menyampaikan bagi yang tidak hafal Surat Asy-Syams dan ad-Dhuha maka dianjurkan untuk membaca surat lain saat shalat dhuha.


Ilustrasi seorang perempuan berdoa setelah shalat dhuha. (Envato Elements/HumbaFrame)

Lantas, apa saja surat yang menggantikan ad-Dhuha dan Asy-Syams untuk dibaca saat shalat dhuha?

Bagi Anda merasa penasaran terhadap bacaan surat selain ad-Dhuha dan Asy-Syams dari anjuran Almarhum Syekh Ali Jaber terhadap pelaksanaan shalat dhuha, sebaiknya simak di sini.

tvOnenews.com melansir dari tayangan kanal YouTube Syekh Ali Jaber, almarhum Mantan Imam Besar Masjidil Haram itu membagikan amalan surat dibaca saat shalat dhuha.

Mulanya Almarhum Syekh Ali Jaber menyarankan agar tidak mengerjakan shalat dhuha sampai 4-8 rakaat jika seseorang masih sibuk dengan pekerjaannya.

"Kesempatan shalat dhuha tidak harus empat rakaat, tidak harus delapan rakaat, tidak harus enam rakaat," ujar Almarhum Syekh Ali Jaber dalam suatu ceramah.

Ia memberikan pendapatnya supaya tetap menjaga efektivitas shalat dhuha setiap harinya.

Bagi yang tidak memiliki kesibukan maka diperbolehkan untuk mengerjakan sunnah dhuha sampai delapan rakaat sebagai penambah amalannya.

Setelah itu, almarhum yang juga pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Aqsa itu membicarakan bagi orang yang tidak hafal bacaan ad-Dhuha maupun Asy-Syams.

Ia memahami hal tersebut lantaran banyak yang hanya menyempatkan waktu shalat dhuha sebentar di tengah kesibukan mereka.

Menurutnya, panjangnya ayat Surat ad-Dhuha dan Asy-Syams bisa memakan waktu mereka saat shalat dhuha.

Hal ini mengingat bacaan Surat ad-Dhuha memiliki jumlah sebanyak 11 ayat.

Bahwasanya kebanyakan yang mengerjakan shalat dhuha ketika mengisi waktu kekosongan dan sela-sela mereka saat kerja.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan jangan sampai seseorang memaksakan baca Surat Asy-Syams jika tidak ingin menggunakan ad-Dhuha.

"Ingat juga tidak harus melulu pakai bacaan Wasy Syamsi Wadhdhuhaaha (Surat As Syams)," katanya.

Meskipun bagi yang membacakan Surat ad-Dhuha dan Asy-Syams saat shalat dhuha memiliki keutamaan dahsyat berdasarkan penjelasan dari Hadits Riwayat At-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Rasulullah pernah memberikan perintah untuk kami mengerjakan shalat dhuha dengan membaca Surah Asy-Syams dan Surah Ad-Dhuha." (HR At-Thabrani)

Namun, Almarhum Syekh Ali Jaber berpendapat orang yang memaksakan baca ad-Dhuha dan Asy-Syams meskipun tidak hafal berpotensi shalat dhuhanya tidak afdal.

Menurutnya, shalat dhuha akan terganggu jika tidak hafal bacaannya tapi tetap memaksakan pakai dua surat tersebut.

"Banyak jemaah curhat kepada saya, keluhannya apa saya tanya, saya ingin shalat dhuha tapi susah saya tidak bisa hafal wasy syamsi wadhuhahaa, wad dhuha wal laili iza saja," jelasnya.

Maka dari itu, ia memberikan opsi surat lain yang bisa dibaca agar tetap sunnah dhuhanya tetap terjaga dan tidak mengganggu pekerjaan.

Terutama bagi yang merasa malas ingin shalat dhuha hanya karena tidak hafal ad-Dhuha dan Asy-Syam dan hukumnya sunnah.

"Masa gara-gara tidak hafal Wasy Syamsi Wadhuhaha tidak shalat dhuha," terangnya.

Sontak, ia menganjurkan bahwasanya amalan Surat Al-Ikhlas bisa dipakai sebagai opsi tidak hafal dua surat penting di shalat dhuha.

Ia menjelaskan seseorang yang membaca Al-Ikhlas tidak akan mengganggu kesibukannya di pagi hari.

""Walaupun tidak hafal, mohon maaf hafal Qul Hu baca Qull Hu (Surat Al Ikhlas)," ucapnya.

Tak hanya itu, ia menyatakan Surat Al-Ikhlas bisa dibaca secara ulang-ulang ketika seseorang memutuskan ibadah sunnah dhuha.

tvonenews

Ia memberikan pendapat tersebut lantaran orang yang sibuk bekerja untuk mencari nafkah tetap menyempatkan dan menjaga shalat dhuha.

"Rakaat pertama, qul hu, rakaat kedua tidak apa-apa baca qul hu lagi, asal dhuha tetap dijaga," tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dibuka Secara Resmi oleh Pramono Anung 'Tak Menjadi' Pedagang Festival Bandeng di Jakarta Bebas dari Aksi Pungli Ormas

Dibuka Secara Resmi oleh Pramono Anung 'Tak Menjadi' Pedagang Festival Bandeng di Jakarta Bebas dari Aksi Pungli Ormas

Festival Bandeng kembali berlangsung di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat sebagai momen peringatan perayaan Imlek pada tiap tahunnya.
Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Bersamaan dengan Indonesia, Malaysia telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 dalam pengumuman yang keluar Selasa (17/2/2026).
Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hasil pemantauan rukyatul hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Palembang dilaporkan tidak terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Hal ini disampa
Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Satu keluarga muslim rela datang jauh dari Purwokerto, untuk menyaksikan langsung semarak Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok,
Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong masyarakat tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Tim voli putri Bandung BJB Tandamata resmi berpisah dengan pemain asingnya yakni Anastasia Guerra jelang babak final four Proliga 2026.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT