LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Perajin menyulam kain kiswah Ka'bah di Masna' Kiswatu Ka'bah
Sumber :
  • ANTARA

Terbuat dari Ratusan Kilogram Emas dan Perak, Ini Harga Sebuah Kiswah Kabah yang Diganti Setiap Musim Haji

Pabrik kiswah milik Pemerintah Arab Saudi yang dikelilingi pohon kurma itu mempekerjakan 220 pegawai, mulai dari divisi sulam, bordir, dekorasi, pewarnaan, hingga percetakan.

Senin, 24 Juni 2024 - 07:06 WIB

Makkah, tvOnenews.com - Pria berkopiah itu tampak fokus menusukkan jarum sulam ke kain berwarna hitam yang terhampar di hadapannya. Jari kiri menekan dari bawah hingga tembus ke atas, sementara tangan kanan dengan cepat menarik jarum yang telah terkait dengan benang sutra bersepuh emas.

Aktivitas tersebut dilakukan pria keturunan Thailand itu berulang kali hingga sebagian kaligrafi ayat Al-Quran tampak terajut indah di kain sepanjang 4 meter itu.

Telunjuk tangan kirinya yang telah berbalut perban tidak mengurangi kecepatan tangan pria bernama lengkap Muhammad Salleh Fatani itu untuk menyulam kain Ka'bah.

Semenjak memegang jarum sulam itu, tidak ada perasaan yang dapat ia ungkapkan dengan kata, kecuali bahagia lantaran sebagian tenaga dan keringatnya dihabiskan untuk menghias kemegahan penutup Rumah Allah.

"Syukur alhamdulillah karena saya bekerja untuk Ka'bah," ucap Fatani sembari tersenyum dan terus menyulam.

Hal serupa dilakukan puluhan pekerja lain yang bertugas di sebuah gedung departemen bordir emas di Kompleks "Masna' Kiswatu Ka'bah" atau Pabrik Kiswah Ka'bah.

Di ruangan bordir itu tidak ada mesin-mesin canggih otomatis pencetak kaligrafi. Semua murni dikerjakan dengan tangan, huruf per huruf secara mendetail.

Masna' Kiswatu Ka'bah berlokasi di wilayah Umm Al-Joud, Makkah atau 17 kilometer dari Pusat Kota Makkah.

Pabrik kiswah milik Pemerintah Arab Saudi yang dikelilingi pohon kurma itu mempekerjakan 220 pegawai, mulai dari divisi sulam, bordir, dekorasi, pewarnaan, hingga percetakan.

Khusus untuk divisi sulam emas melibatkan 100 seniman lebih yang memproduksi sebanyak 56 lembar ornamen sulaman untuk Kiswah Ka'bah.

Sebelum dikerjakan di divisi penyulaman, bahan-bahan benang sutera diproses terlebih dahulu di divisi pewarnaan.

Berbeda dengan ruangan bordir, memasuki ruangan ini tampak mesin-mesin berteknologi canggih berjajar mewarnai benang-benang sutra hingga memiliki warna putih berkilau lembut.

Untuk menjamin kualitas, sutra yang digunakan selalu diuji secara saksama sehingga dipastikan tahan terhadap risiko gesekan dan tahan kondisi iklim, bahkan yang paling ekstrem sekalipun.

Selain aspek keindahan, suhu panas ekstrem yang bisa mencapai 48 derajat celcius dan potensi terjamah tangan jutaan jamaah setiap tahun cukup menjadi alasan Kerajaan Saudi memilih bahan-bahan berkualitas tinggi.

Di ruangan berikutnya, suara deru mesin tenun merek ternama terdengar nyaring.

Melalui mesin canggih buatan Prancis itu, kain hitam bermotif ayat Al-Qur'an dicetak secara otomatis. Benang dari gulungan diproses menjadi kumparan, diputar, dan dirajut hingga
menghasilkan dua jenis kain.

Kain pertama terdapat salinan kalimat dan ayat Al-Qur'an, yang disebut kain bermotif, dan yang lainnya kain kosong untuk dibordir.
 

Demi keindahan

Demi menghasilkan kiswah yang indah, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud menggelontorkan dana mencapai 25 juta riyal atau sekitar Rp10 miliar lebih setiap tahun untuk pembuatan penutup Ka'bah.

Tingginya biaya tersebut, antara lain, karena adanya bahan emas dan perak dengan jenis terbaik di dunia yang diimpor dari Jerman, serta benang sutra murni yang diimpor dari Italia.

"Ini adalah jenis sutra paling murni di dunia dan diimpor dari Italia," kata Dirjen Kehumasan dan Media Majma' Malik Abdul Aziz Ahmad Al-Suheiry.

Bahan emas dan perak yang digunakan mencapai 220 kilogram (kg) yang terdiri dari 120 kg emas, dan 100 kg perak, serta 760 kg benang sutra.

Kerajaan Arab Saudi tidak ingin setengah-setengah dalam pembuatan kiswah karena berpegang prinsip bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Indah dan menyukai keindahan.

Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mendanai pembuatan kiswah juga sekaligus menggambarkan perhatian besar Kerajaan Arab Saudi terhadap penutup Ka'bah.

Ditulis dalam buku "The Power of Ka'bah" bahwa, yang kali pertama memberikan kiswah ini adalah Nabi Ismail. Namun, ada pula yang mengatakan seorang penguasa dari Yaman yaitu As'ad Al-Humairi.

Pada masa Islam, Rasulullah-lah yang ksli pertama menutupi Ka'bah dan kemudian dilanjutkan oleh para khalifah atau sahabatnya.

Bukan sekadar kain penutup

Kain kiswah Ka'bah diganti setiap 9 Dzulhijjah atau kala seluruh jamaah haji tengah berjalan kaki untuk melakukan wukuf di Padang Arafah sehingga setiap hari raya Idul Adha, kiswah Ka'bah lama telah berganti dengan yang baru.

Kiswah yang lama tidak dilelang atau dibagikan kepada jamaah haji, melainkan segera disimpan di museum kedutaan-kedutaan Arab Saudi di berbagai negara.

Mengunjungi pabrik tempat pembuatan kiswah membuka cakrawala bahwa penutup Ka'bah yang berukuran 6,3 meter x 3,3 meter itu bukan sekadar penutup biasa.



Di balik kaligrafi indah ayat-ayat Al-Quran dan Asmaul Husna (nama-nama Allah) dengan khat (aksara) Tsulutsi, ternyata ada ratusan seniman dengan keahlian khusus di bidang sulam dan kaligrafi yang berkolaborasi melakukan kerja-kerja manual dengan tangan secara mendetail.

Khat Tsulutsi adalah aksara atau font Arab paling tua, paling bagus, dan rumit.

Butuh proses panjang atau sekitar 8 sampai 10 bulan untuk menuntaskan seluruh bagian dari satu kiswah itu.

Setidaknya ada lima bagian kain kiswah Ka'bah yang disiapkan. Empat di antaranya untuk penutup empat sisi Ka'bah dan satu bagian untuk tirai pintu Ka'bah.

Semakin mendekat dengan khat atau aksara emas pada kiswah Ka'bah akan semakin jelas bahwa setiap baris dan titik memiliki cerita dan sentuhan khas tersendiri karena masing-masing ditulis dengan cara dan keahlian yang spesifik.(ant/bwo)
 

Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Pengajian di Riau Diduga Bolehkan Jamaah Hubungan Intim di Luar Nikah untuk Hapus Dosa, MUI Terjunkan Tim Gabungan

Pengajian di Riau Diduga Bolehkan Jamaah Hubungan Intim di Luar Nikah untuk Hapus Dosa, MUI Terjunkan Tim Gabungan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau mendalami dugaan adanya ajaran menyimpang atau sesat yang dilakukan oleh suatu kelompok pengajian.
Wanda Harra Akhirnya Dilaporkan Polisi, Ini Tuduhan Berat yang Harus Dihadapi

Wanda Harra Akhirnya Dilaporkan Polisi, Ini Tuduhan Berat yang Harus Dihadapi

Pengarah gaya (fashion stylist) Wanda Harra alias Irwansyah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama Islam.
3 Rumah Sakit Dibidik KPK soal Klaim Fiktif ke BPJS Kesehatan, Pahala Nainggolan: Nanti Diurus Pimpinan

3 Rumah Sakit Dibidik KPK soal Klaim Fiktif ke BPJS Kesehatan, Pahala Nainggolan: Nanti Diurus Pimpinan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut tiga rumah sakit atas dugaan menimbulkan kerugian keuangan negara, karena melakukan phantom billing atau klaim fiktif kepada BPJS Kesehatan.
Temukan Cara Meninggalkan Kesan Positif dengan Renungan Harian dan Doa Pagi Kristen

Temukan Cara Meninggalkan Kesan Positif dengan Renungan Harian dan Doa Pagi Kristen

Renungan harian dan doa pagi Kristen untuk memulai hari dengan kesan positif, penuh syukur, dan memohon penyertaan Tuhan Yesus dalam setiap langkah kita.
Ruwet! Proses Penggabungan Angkasa Pura I dan II Mundur dan Berbelit, Begini Nasib Ribuan Karyawan AP I dan II

Ruwet! Proses Penggabungan Angkasa Pura I dan II Mundur dan Berbelit, Begini Nasib Ribuan Karyawan AP I dan II

Proses penggabungan BUMN PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) terkesan berbelit-belit karena dipastikan mundur dan skemanya berubah lagi.
Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kejari Kabupaten Tegal Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Lebakgowah

Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kejari Kabupaten Tegal Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Lebakgowah

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tegal melakukan pengusutan dugaan kasus korupsi oleh perangkat Desa Lebakgowah.
Trending
Ruwet! Proses Penggabungan Angkasa Pura I dan II Mundur dan Berbelit, Begini Nasib Ribuan Karyawan AP I dan II

Ruwet! Proses Penggabungan Angkasa Pura I dan II Mundur dan Berbelit, Begini Nasib Ribuan Karyawan AP I dan II

Proses penggabungan BUMN PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) terkesan berbelit-belit karena dipastikan mundur dan skemanya berubah lagi.
Jelang Pilkada Serentak 2024, Polres Sumenep Dekati Ulama dan Tokoh Masyarakat

Jelang Pilkada Serentak 2024, Polres Sumenep Dekati Ulama dan Tokoh Masyarakat

Polres Sumenep, Jawa Timur memperkuat sinergi dengan ulama dan tokoh masyarakat setempat, menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
Kejari Kabupaten Tegal Dalami Pengusutan Dugaan Korupsi Bank Milik BUMN

Kejari Kabupaten Tegal Dalami Pengusutan Dugaan Korupsi Bank Milik BUMN

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tegal melakukan pengusutan dugaan korupsi pada salah satu Bank BUMN.
3 Rumah Sakit Dibidik KPK soal Klaim Fiktif ke BPJS Kesehatan, Pahala Nainggolan: Nanti Diurus Pimpinan

3 Rumah Sakit Dibidik KPK soal Klaim Fiktif ke BPJS Kesehatan, Pahala Nainggolan: Nanti Diurus Pimpinan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut tiga rumah sakit atas dugaan menimbulkan kerugian keuangan negara, karena melakukan phantom billing atau klaim fiktif kepada BPJS Kesehatan.
Baca Doa ini Sebelum Bekerja agar Dipermudah Aliran Rezeki Hidupnya

Baca Doa ini Sebelum Bekerja agar Dipermudah Aliran Rezeki Hidupnya

Bacaan doa sebelum bekerja ini menunjukkan seseorang mengawali aktivitasnya pada pagi hari untuk memudahkan meraih aliran rezeki setelah kerja mencari uang.
Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kejari Kabupaten Tegal Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Lebakgowah

Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kejari Kabupaten Tegal Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Lebakgowah

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tegal melakukan pengusutan dugaan kasus korupsi oleh perangkat Desa Lebakgowah.
Kasus Keracunan Massal di Aceh, Polisi Uji Makanan di Kantin Sekolah, Pedagang Turut Dipanggil

Kasus Keracunan Massal di Aceh, Polisi Uji Makanan di Kantin Sekolah, Pedagang Turut Dipanggil

Satreskrim Polres Pidie, Aceh menyatakan telah mengambil sampel makanan untuk pengujian laboratorium terkait kasus dugaan keracunan massal pelajar Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Tgk Chik Dayah Cut Tiro di kabupaten setempat.
Selengkapnya