Selesai Salat, Mana yang Benar Baca Zikir Bersama-sama denga Imam atau Menyendiri? Ustaz Adi Hidayat Bilang...
- tangkapan layar Youtube
Pada kesempatan itu, UAH juga menjelaskan hadits yang dibaca setelah salat yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Muslim nomor hadits 593.
"Apa bentuk zikirnya, Hadits Riwayat Muslim nomor hadits 593 'Astagfirullah Allahumma Antassalam Waminkassalam Tabarakta ya Dzaljalali wal ikram'," kata Ustaz Adi Hidayat.
Dijelaskan kalau setelah salat, Nabi Muhammad SAW berzikir dengan suara yang dikeraskan.
Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk membimbing para umatnya.
"Itu kata Ibnu Abbas RA, awal-awal zikir dibimbing oleh Nabi SAW, dikeraskan. Kalau nggak dikeraskan, bagaimana sampai sekarang kita bisa dengar zikirnya," kata Ustaz Adi Hidayat.
![]()
Ustaz Adi Hidayat (sumber: tangkapan layar Youtube)
Kemudian dijelaskan setelah para jamaah sudah mengetahui bacaan zikir, Nabi Muhammad SAW membiarkan jamaahnya membaca zikir sendiri dengan doa pribadi kepada Allah SWT.
"Maka muncullah kemudian zikir sendiri-sendiri disitu. Jadi kalau Anda kumpulkan riwayatnya dengan baik, Anda temukan, ada faedahnya dikumpulkan oleh Imam Syafi'i," kata Ustaz Adi Hidayat.
Adapun Imam Syafi’i meyakini bahwa waktu menjaharkan zikir dilakukan sebentar sehingga diketahui Nabi Muhammad SAW sedang berdzikir.
"Jika sudah diketahui dengan baik, maka silahkan berzikir sendiri, sehingga setiap orang bisa memohon dengan kepentingannya masing-masing," tutupnya.
Maka, Ustaz Adi Hidayat pun menerangkan kalau berzikir dengan suara keras lebih baik dilakukan di lingkungan orang-orang yang belum paham bacaan zikir.
Sementara jika sudah paham dan mengetahui bacaan zikir, diperkenankan untuk berzikir secara sendiri-sendiri.
Sehingga, baik berdizikir bersama-sama dengan Imam maupun menyendiri merupakan hal yang sama baiknya dan terkait tata caranya bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. (adk/akg)
Load more