News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naskah Khutbah Jumat Singkat 16 Agustus 2024: Ibadah kepada Allah SWT Cara Nikmati Kemerdekaan

Naskah khutbah Jumat singkat untuk bahan ceramah khatib sebelum shalat Jumat, 16 Agustus 2024 dengan tema "Ibadah kepada Allah SWT Cara Nikmati Kemerdekaan".
Kamis, 15 Agustus 2024 - 16:43 WIB
Ilustrasi jemaah shalat Jumat saat mendengarkan naskah khutbah Jumat tentang kemerdekaan
Sumber :
  • ANTARA/Yulius Satria Wijaya

tvOnenews.com - Naskah khutbah Jumat ini mengambil tema tentang "Kemerdekaan".

Kemerdekaan adalah bentuk kebebasan yang harus selalu dinikmati setiap manusia menjadi bahan naskah khutbah Jumat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 16 Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khatib bisa menggunakan materi naskah khutbah Jumat ini karena dijelaskan secara singkat dan bertema Kemerdekaan Indonesia.

Alasan tema kemerdekaan menjadi bahan utama untuk ceramah sebelum mengerjakan shalat Jumat sebagai bentuk peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024.

Setiap masyarakat Indonesia akan menyemarakkan sekaligus memperingati Kemerdekaan Indonesia sebagai bentuk menuangkan ekspresi kebebasan bangsa.


Ilustrasi sujud saat beribadah kepada Allah SWT melalui shalat sebagai bentuk kemerdekaan diri. (Freepik)

Hal ini mengingatkan para leluhur sudah berjuang untuk merebut kembali kemerdekaan dari penjajah kolonial Belanda yang jahat kepada bangsa Indonesia.

Meski demikian, kemerdekaan sesungguhnya ketika setiap umat Muslim di Indonesia menikmati kebebasan melalui selalu ibadah kepada Allah SWT.

Ibadah kepada Allah SWT salah satu cara menikmati kemerdekaan sesungguhnya yang tidak boleh dilepas oleh kita bersama.

Dikutip tvOnenews.com melalui laman resmi Yayasan Amal Jariyah Indonesia, naskah khutbah Jumat singkat untuk bahan ceramah ini bertema "Ibadah kepada Allah SWT Cara Nikmati Kemerdekaan".

Naskah Khutbah Jumat Singkat Tema Ibadah kepada Allah SWT Cara Nikmati Kemerdekaan

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah

Saya di sini selaku khatib terus mengingatkan marilah kita selalu bersyukur kepada Allah SWT telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya hingga saat ini kepada seluruh penciptaan-Nya di dunia terkhusus kita manusia salah satu yang menikmati keberkahan dari-Nya.

Tak lupa, khatib ingin mengajak marilah kita melantunkan sholawat dan salam atas junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah menyebarkan kebenaran agar manusia senantiasa menyembah kepada Allah SWT.

Sidang Jumat yang selalu mendapat rahmat Allah SWT

Khatib akan menyampaikan tema ceramah kali ini dengan judul khutbah Jumat tentang kemerdekaan tidak selalu kebebasan mengekspresikan diri.

Kemerdekan di sini meliputi ibadah kepada Allah SWT sebagai cara menikmati karunia-Nya.

Hal ini menjadi tujuan kita diciptakan di dunia agar selalu beribadah kepada Allah SWT.

Kita terus beribadah sebagai bentuk penyembahan kepada Allah SWT dan tidak mempercayai tuhan selain-Nya.

Hal ini mengingat Allah SWT Maha Pencipta dan tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan-Nya.

Dari Syekh Utsaimin Rahimahumullah dalam bunyi haditsnya mengatakan bahwa, manusia yang menyembah kepada Allah sesungguhnya telah mendapatkan kemerdekaan yang hakiki.

Para penjajah sesungguhnya bukan melakukan penyerangan melainkan mereka yang menghalangi seseorang untuk menjaga ibadahnya kepada Allah SWT.

Sesuai dalil Al-Quran melalui Surah Az-Zariyat ayat 56 menjelaskan seluruh ciptaan-Nya agar selalu beribadah kepada-Nya termasuk jin dan manusia, Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Wa maa khalaqtul-jinna wal-insa illaa liya‘buduun.

Artinya: "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat, 51:56)

Kemudian, manusia mendapat perintah agar selalu menyembah Allah SWT mengingatkan mereka sebelum mendapat ajalnya dijelaskan dalam Surah Al-Hijr ayat 99, Allah SWT berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ ࣖࣖ

Wa‘bud rabbaka hattaa ya'tiyakal-yaqiin.

Artinya: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian)." (QS. Al-Hijr, 15:99)

Dari Rib'iy bin 'Amir Radhiyallahu 'Anhu pernah berkata kepada Rustum panglima Persia saat perang Al Qadisiyah mengenai kehendak Allah SWT memerdekakan siapa pun yang selalu menyembah-Nya, begini bunyinya:

اللهُ ابْتَعَثَنَا لِنُخْرِجَ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادَةِ العِبَادِ إِلَى عِبَادَةِ اللهِ، وَمِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا إِلَى سَعَتِهَا، وَمِنْ جُوْرِ الأَدْيَانِ إِلَى عَدْلِ الإِسْلَامِ

Artinya: "Allah telah mengutus kami untuk memerdekakan siapa saja yang dikehendakinya dari penghambaan kepada makhluk kepada penghambaan kepada Allah, dari sempitnya dunia kepada keluasannya, dan dari kezaliman agama-agama kepada keadilan Islam." (al Bidayah wan Nihayah 7/49)

Sidang Jumat yang khatib cintai dan dirahmati Allah SWT

Sesungguhnya kemerdekaan melalui ibadah kepada Allah SWT tidak hanya menjalankan shalat, puasa, zakat dan haji.

Allah SWT telah mengatur segala aspek kehidupan yang harus diterapkan ketika mewujudkan berbangsa dan bernegasa melalui muamalah yang berkah.

Tak hanya itu, kita harus memunculkan akhlak yang mulia dan menaati hukum secara bijaksana.

Menurut khatib, cara menjaga kemerdekaan sesungguhnya ketika kita terus menjalankan segala perintah-Nya.

Kita juga senantiasa menghindari berbagai larangan-Nya sebagai bentuk kesuksesan dalam meraih kemerdekaan sesungguhnya.

Hal ini menunjukkan Allah SWT terus mengingatkan ketika Kaum Qurays menentang segala kebenaran dan aturan-Nya agar bisa menyembah kepada-Nya, begini bunyinya:

فَلۡيَعۡبُدُواْ رَبَّ هَٰذَا ٱلۡبَيۡتِ

Artinya: "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah)."

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Artinya: "Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (QS. Quraisy 106:3-4)

Dalam hal ini, jika mereka tidak menyembah Allah Ta’ala, maka mereka akan mendapat tempaan dari-Nya berupa kelaparan dan ketakutan.

Di antara bentuk penjagaan kemerdekaan ialah perbanyak bersyukur kepada Allah Ta’ala.

Maka, jangan sampai seperti negeri yang diberikan kepada mereka kemerdekaan lalu mereka kufur sehingga Allah Ta’ala timpakan kepada mereka bencana lapar dan takut, begini bunyinya:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Artinya: "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat. (Qs. An-Nahl, 16:112)

tvonenews

Kaum muslimin rahimahumullah

Demikian khutbah Jumat ini saya sampaikan sebelum memasuki sesi khutbah kedua. Marilah kita selalu menikmati kemerdekaan dengan cara berbahagia. Hiduplah Indonesia Raya!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Sony Sonjaya Eks Wakil Kepala BGN Tersangka Korupsi MBG, Pernah Punya Jabatan Mentereng di Kepolisian

Rekam Jejak Sony Sonjaya Eks Wakil Kepala BGN Tersangka Korupsi MBG, Pernah Punya Jabatan Mentereng di Kepolisian

Intip jejak karier mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya yang jadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Balita di Bantul Ditemukan dengan Tangan dan Kaki Terikat serta Mulut Dilakban oleh Ibu Kandung, Polisi Beberkan Kronologi

Balita di Bantul Ditemukan dengan Tangan dan Kaki Terikat serta Mulut Dilakban oleh Ibu Kandung, Polisi Beberkan Kronologi

Aksi dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 
Respons Menkeu Purbaya soal IHSG Ambles Sangat Dalam, Minta Investor Jangan Panik: Fondasi Ekonomi Bagus

Respons Menkeu Purbaya soal IHSG Ambles Sangat Dalam, Minta Investor Jangan Panik: Fondasi Ekonomi Bagus

Purbaya minta investor tidak panik meski IHSG pada perdagangan Rabu sore ditutup di zona merah yang cukup dalam, terkoreksi 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941,07.
Dukung Kebutuhan Distribusi Nasional, Harddies Cargo Perkuat Layanan Cargo Murah Jakarta dan Ekspedisi Jakarta-Batam

Dukung Kebutuhan Distribusi Nasional, Harddies Cargo Perkuat Layanan Cargo Murah Jakarta dan Ekspedisi Jakarta-Batam

Dinamika perdagangan dan distribusi barang di tanah air kini menuntut ketersediaan layanan logistik yang jauh lebih efektif. 
Posisi Maarten Paes Terancam? Ajax Dikabarkan Bisa Datangkan Mantan Kiper Inter Milan yang Pernah Juara Serie A

Posisi Maarten Paes Terancam? Ajax Dikabarkan Bisa Datangkan Mantan Kiper Inter Milan yang Pernah Juara Serie A

Tak main-main, posisi Maarten Paes terancam dengan peluang Ajax untuk mendatangkan kiper senior berpengalaman, Yann Sommer.
Ibu Kandung Balita yang Ditemukan Terikat di Bantul Diamankan, Polisi Dalami Motif Pelaku

Ibu Kandung Balita yang Ditemukan Terikat di Bantul Diamankan, Polisi Dalami Motif Pelaku

Kasus penemuan balita dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta terus berkembang. 

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar kabar mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya dijemput. 
Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Penangkapan Kapal Tongkang Capicorn milik PT Putera Mineral Mandiri (PPM) yang mengangkut 25 kontainer muatan bahan mineral tambang timah dan ilminite yang akan diekspor ke Singapura menuai berbuntut panjang.
Breaking News! Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung, Tangan Diborgol dan Muka Tertunduk Lesu

Breaking News! Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung, Tangan Diborgol dan Muka Tertunduk Lesu

Dadan Hidayana yang diringkus Kejagagung terlihat keluar dari Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan mengenakan rompi tahanan dan memasang muka lesu.
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT