Suami Memaksa Minta Dilayani Hubungan Intim ke Istri yang Lagi Haid? Buya Yahya Tegas Jawab Begini: Mohon Maaf Jika Para Suami Mengeluarkan...
- YouTube Al Bahjah TV / istockphoto
Seorang jamaah menceritakan bahwa suaminya marah dan menuduhnya sebagai istri durhaka ketika ia menolak berhubungan intim saat sedang haid.
Ilustrasi istri sedang haid atau menstruasi tapi suami minta dilayani hubungan intim. Sumber: istockphoto
Sang suami bahkan mendiamkannya selama satu bulan tanpa bertegur sapa. Dalam tayangan di channel YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa berhubungan intim saat haid adalah dosa besar.
"Kepada kaum pria, wahai para suami, jika ada seorang suami menggauli istrinya dalam keadaan haid, di jalur depan, memasukkan ke lubang depan dalam keadaan haid, itu dosa besar," tegas Buya Yahya.
Beliau juga menambahkan bahwa menggauli istri dari lubang belakang atau dubur, baik dalam keadaan haid atau tidak, juga termasuk dosa besar dan merupakan tindakan yang sangat tercela.
“Suami istri halal, anda boleh berbuat apa saja, bebas, anda bersenang-senang dengan kupingnya, rambutnya, apa saja boleh, halal. Cuma yang diharamkan dalam dua keadaan: waktu haid memasukkan ke lubang depan dan memasukkan ke lubang belakang (anus/dubur),” ujar Buya Yahya.
Untuk menghadapi situasi di mana suami sedang dalam kondisi syahwat sementara istri dalam keadaan haid, Buya Yahya menganjurkan agar istri mencari solusi yang bijak.
Menurut Buya, istri dapat membantu suami menyalurkan syahwatnya dengan cara yang dibenarkan oleh syariat, misalnya dengan menggunakan tangan istri untuk mengeluarkan air mani suami.
“Seorang suami yang saleh dia mungkin melihat di luar sesuatu yang diharamkan. Cuma dia menjaga, astaghfirullah saya melihat aurat di luar. Tapi dia seorang laki-laki normal bangkit syahwatnya, pulang ke rumah istrinya menstruasi. Maka istri harus solutif dan inovatif," ujar Buya Yahya.
Hal ini dianggap sebagai pahala bagi istri yang cerdas dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
“Mohon maaf, jika seorang suami mengeluarkan air mani dengan tangannya sendiri maka ini adalah sebuah kesalahan dan dosa. Namun, jika ia mengeluarkan air mani dengan tangan istri, selesai dan itu adalah pahala,” ujar Buya Yahya.
Load more