Tafsir Surah Ar Rum Ayat 17: Bertasbihlah atau Berzikirlah, Agar Kegembiraan dan Kesenangan di Surga Dapat Dicapai
- freepik
Jakarta, tvOnenews.com - Bertasbih atau zikir adalah saat dimana seseorang memuji Allah SWT.
Salah satu dalil yang memerintahkan tentang bertasbih atau zikir adalah surah Ar Rum ayat 17.
Berikut lafadz, arti, serta tafsir dari surat Ar Rum ayat 17.
ŁŁŲ³ŁŲØŁŲŁ°ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŲŁŁŁŁŁ ŲŖŁŁ ŁŲ³ŁŁŁŁŁ ŁŁŲŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲµŁŲØŁŲŁŁŁŁŁ
Fa subįø„ÄnallÄhi įø„Ä«na tumsÅ«na wa įø„Ä«na tuį¹£biįø„Å«n(a).
Artinya: Bertasbihlah kepada Allah ketika kamu berada pada waktu senja dan waktu pagi.
Dari tafsir yang ada di Qurāan Kementerian Agama (Kemenag), surah Ar Rum ayat 17 menjelaskan bahwa Allah SWT memberi petunjuk kepada kaum mukmin tentang cara-cara untuk melepaskan diri dari azab neraka dan memasukkan mereka ke dalam surga.Ā
Allah memerintahkan mereka untuk menyucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya, memuji dan memuja-Nya serta menyebut nama-Nya dengan segala sifat-sifat yang baik dan terpuji.Ā
Seakan-akan Allah berkata, āJika kamu telah mengetahui dengan pasti nasib kedua golongan itu, maka sucikanlah Aku di waktu malam dan siang, di waktu petang dan pagi dengan berbagai amalan yang diridhai-Nya.ā
Ibnu āAbbÄs berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tasbih (menyucikan Tuhan) di sini ialah salat lima waktu yang diwajibkan kepada kaum Muslimin.Ā
Lalu orang bertanya, āDari perkataan apakah dipahami salat yang lima waktu itu?ā Ibnu āAbbÄs menjawab, āDari perkataan āmaka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di malam hariā, maksudnya ialah salat Magrib dan Isya.Ā
Perkataan ādan di waktu kamu berada di waktu subuhā, maksudnya shalat Subuh. Perkataan ādan di waktu kamu berada pada petang hariā, maksudnya ialah salat Asar, dan perkataan ādan di waktu kamu berada di waktu zuhurā, yaitu salat Zuhur.
Ibnu āAbbÄs, Aįø-įøahhak, SaāÄ«d bin Jabair, dan QatÄdah berpendapat bahwa kedua ayat tersebut di atas hanya merupakan isyarat akan empat salat yaitu salat Magrib, Subuh, Asar, dan Zuhur. Sedangkan shalat Isya (yang terakhir) tersebut pada ayat yang lain, yaitu firman Allah:
Ų§ŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲµŁŁŁŁ°ŁŲ©Ł ŁŁŲÆŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁ ŁŲ³Ł Ų§ŁŁŁ°Ł ŲŗŁŲ³ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ±ŁŲ§Ł°ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ¬ŁŲ±ŁŪ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ§Ł°ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ¬ŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁ Ł ŁŲ“ŁŁŁŁŁŲÆŁŲ§ ٧٨ (Ų§ŁŲ§Ų³Ų±Ų§Ū¤Ų”)
Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan(laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (al-IsrÄā/17: 78)
An-NahhÄs, seorang ahli tafsir, juga berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut di atas berkenaan dengan salat lima waktu.Ā
Beliau mendukung pendapat āAli bin Sulaiman yang berkata bahwa ayat itu ialah bertasbih kepada Allah dalam shalat, sebab tasbih itu ada dalam salat-salat tersebut.
Imam ar-RÄzi berpendapat bahwa tasbih itu berarti āpenyucianā. Pendapat ini lebih kuat dan lebih utama, sebab dalam penyucian itu termasuk salat. Penyucian yang disuruh ialah:
1. Ā Ā Ā Penyucian hati, yaitu itikad yang teguh.
2. Ā Ā Ā Penyucian lidah beserta hati, yaitu mengatakan yang baik-baik.
3. Ā Ā Ā Penyucian anggota tubuh beserta hati dan lidah, yaitu mengerjakan yang baik-baik (amal saleh).
Penyucian pertama di atas ialah pokok, sedang yang kedua adalah hasil yang pertama, dan ketiga adalah hasil dari yang kedua.Ā
Sebab seorang manusia yang mempunyai itikad baik yang timbul dari hatinya, tercermin dari tutur katanya yang baik.Ā
Apabila dia berkata maka kebenaran perkataannya itu akan jelas terlihat dalam tingkah laku dan segala perbuatannya.Ā
Lidah adalah penerjemah dari apa yang terbesit dalam hati. Sedangkan perbuatan anggota tubuh adalah perwujudan dari isi hati dan apa yang telah dikatakan lisan.Ā
Sementara shalat adalah perbuatan anggota tubuh yang paling baik, termasuk di dalamnya menyebut Tuhan dengan lisan, dan niat dengan hati, dan itulah pembersihan yang sebetulnya.Ā
Apabila Allah berkata agar Dia disucikan, maka kaum Muslimin wajib untuk melaksanakan segala yang dianggap pantas untuk menyucikan-Nya.
Perintah menyucikan Allah merupakan perintah melaksanakan shalat.Ā
Pendapat ini sesuai dengan tafsir ayat 15 di atas. Sebab Allah menerangkan bahwa kedudukan yang tinggi dan pahala yang paling sempurna akan diperoleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Allah berfirman:
ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ Ų§Ł°Ł ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲµŁŁ°ŁŁŲŁ°ŲŖŁ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁ Ų±ŁŁŁŲ¶ŁŲ©Ł ŁŁŁŲŁŲØŁŲ±ŁŁŁŁŁ Ł”Ł„ (Ų§ŁŲ±ŁŁŁ )
Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. (ar-Rum/30: 15)Ā
Wallahuāalam
(put)
Ā
Load more