News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tolong Makan Kadal Gurun atau Dhab saat di Kondisi ini, Dibolehkan Nabi Muhammad SAW, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Alasannya

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan alasan hukum makan kadal gurun atau dhab tidak dilarang Nabi Muhammad SAW jika dalam kondisi ini. Padahal masuk hewan yang kotor.
Kamis, 29 Agustus 2024 - 19:14 WIB
Ustaz Adi Hidayat jelaskan hukum makan kadal gurun atau dhab tidak dilarang Nabi Muhammad SAW saat kondisi ini
Sumber :
  • Kolase Instagram/@aphotogintime & Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Kadal gurun mempunyai nama sebutan lain biasa dikenal "dhab".

Dhab merupakan kadal besar yang hidupnya ditemukan di gurun terletak di beberapa negara, seperti Mesin, Libya dan beberapa daerah Timur Tengah lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kadal gurun atau dhab mampu bertahan hidup meski dalam lingkungan habitat yang kering dan bebatuan.

Namun, kadal gurun atau dhab bisa menjadi bahan makanan dalam kondisi ini.

Ustaz Adi Hidayat mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak melarang umatnya untuk makan kadal gurun atau dhab dalam kondisi ini.


Ilustrasi kadal gurun atau dhab boleh menjadi bahan makanan umat Islam. (Istockphoto/Ken Griffiths)

Lantas, mengapa hukum memakan kadal gurun atau dhab tidak dilarang olehĀ Nabi Muhammad SAW? Ustaz Adi Hidayat menjelaskan hal ini secara gamblang.

Seperti apa Ustaz Adi Hidayat menerangkan kadal gurun atau dhab bisa dijadikan bahan makanan dan tidak dilarang Nabi Muhammad SAW? Mari simak penjelasannya di sini.

Dilansir tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Audio Dakwah, Kamis (29/8/2024), Ustaz Adi Hidayat membahas tentang kadal gurun atau dikenal dhab.

"Contoh yang sederhana tentang makanan, dhab, saya sering contohkan ini," ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa, hewan yang bertaring dan menjijikkan tidak boleh dimakan dalam syariat agama Islam.

Ustaz Adi Hidayat menyampaikan kadal sebenarnya hewan yang diharamkan untuk dimakan umat Muslim.

Meski pendakwah asal Pandeglang itu mengatakan bahwa, dhab berbeda dengan biawak walaupun jenis kedua hewan tersebut hampir sama.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu menuturkan hukum boleh memakan dhab berangkat dari kisah Khalid bin Walid.

Ia menjelaskan kala itu Khalid bin Walid sedang memimpin dalam kondisi perang.

Ia melanjutkan Khalid bin Walid tidak sengaja menemukan kadal gurun saat berperang.

Khalid bin Walid langsung menangkap hewan berjenis kadal besar tersebut untuk dimasak dan dihidangkan kepada Nabi Muhammad SAW.

"Dhab, Khalid bin Walid, panglima perang dalam satu ketika mendapati dhab, dia dapatkan kemudian dimasak, dibakar, dihidangkan pada Nabi SAW," katanya.

Meski begitu, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa, Nabi Muhammad SAW tidak memakannya meski Khalid menawarkan kepada beliau untuk menikmati dhab.

Tak hanya itu, Khalid juga sempat merayu Nabi Muhammad SAW agar memakan dhab. Namun, beliau tetap tidak mau menyantap kadal besar tersebut.

"Ketika duduk bersama Nabi SAW, AllahuAkbar ditawarkan kepada Nabi tapi tidak memakannya," jelasnya.

"Ketika Nabi tidak memakannya, Khalid mencoba memarahinya, kemudian beliau mendekatkan ke mulutnya dan Nabi tidak memberikan reaksi," sambungnya.

Ustaz Adi Hidayat merasa terkejut Nabi Muhammad SAW hanya terdiam dan tidak melarang Khalid untuk menyantap kadal besar dari hasil buruan saat kondisi perang.

Ia menyatakan selama Nabi Muhammad SAW tidak mengeluarkan sepatah kata mengenai hukum makan Dhab maka masih halal dalam ajaran agama Islam.

"Melarang tidak, mengiyakan juga tidak sampai beliau makan dengan nikmatnya masyaAllah, selama makan itu Nabi tidak pernah melarangnya," terangnya.

Maka, pendakwah itu menyampaikan jika ada seorang Muslim ingin memakan dhab tidak menjadi masalah, terutama dalam keadaan perang.

"Padahal kalau itu tidak pernah dibenarkan dalam syariat, tidak diharamkan oleh Nabi SAW, tidak diharamkan Al-Quran maka teman-teman berlaku kebolehannya," tuturnya.

"Tapi turun keharamannya seketika Nabi akan mencegahnya jangan dimakan karena itu haram," lanjutnya lagi.

"Kenapa Nabi membiarkan Khalid memakan itu? Karena ternyata boleh hukum yang memakan daging yang dimaksudkan," tambahnya.

Namun, ia mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak selera memakan daging dari tubuh kadal besar yang hidup di gurun tersebut.

Meski Nabi Muhammad SAW menghargai Khalid saat menikmati dhab ketika berperang.

"Kalau ada kambing kenapa makan dhab? Jadi seleranya tidak sama, tapi kenapa Nabi mengatakan 'saya tidak makan itu' untuk menghargai keadaan Khalid yang menyenangi bagian dari itu," paparnya.

Menurutnya, jika Nabi Muhammad SAW melarang Khalid maka hukum makan dhab adalah haram.

"Supaya tidak keluar dari kalimat Nabi ketika keluar orang tidak akan memakan itu," imbuhnya.

Ustaz Adi Hidayat berpendapat alasan Nabi Muhammad SAW tidak melarangnya karena dhab bisa membantu menjadi bahan makanan saat perang.

Ia berasumsi bahwa Nabi Muhammad SAW tidak ingin menyulitkan umatnya untuk memaksa mencari makanan yang halal.

"Ahli perang itu kondisi medannya beda dengan kondisi orang biasa, silahkan Anda cek tanya kepada orang-orang yang biasa ke hutan dan perang," tuturnya.

"Tidak setiap tempat yang datang di medan perang ditemukan makanan yang sah dalam kondisi-kondisi biasa," lanjutnya.

"Tapi apakah ke hutan Anda temukan itu semua? Belum tentu, menunya akan berbeda," sambungnya.

Ia menganggap Khalid mempunyai kecerdasan saat menjadikan dhab sebagai bahan makanan dengan cara mengetes hukum halal dan haramnya kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal ini sangat membantu agar tenaga yang dimiliki seseorang saat berperang tetap terjaga, terutama dalam kondisi membela agama.

"Sebab kalau saya tidak menemukan hukumnya nanti saya berperang enggak ada kambing guling, kambing bakar dan sebagainya," tandasnya.

tvonenews

Ia menjelaskan hukum memakan kadal gurun atau dhab halal diambil dari Abdullah Bin Umar RA meriwayatkan hadits Imam Al-Bukhari dalam Kitab Khabarul Ahad, begini bunyinya:

Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ (ابن عمر رضي الله عنه): ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ł†ŁŽŲ§Ų³ŁŒ مِنْ Ų£ŁŽŲµŁ’Ų­ŁŽŲ§ŲØŁ Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘ŲØŁŁŠŁŁ‘ صلىالله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ³Ł„Ł…ŲŒ ŁŁŁŠŁ‡Ł…Ł’ Ų³ŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁŒŲŒ ŁŁŽŲ°ŁŽŁ‡ŁŽŲØŁŁˆŲ§ ŁŠŁŽŲ£Ł’ŁƒŁŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ مِنْ Ł„ŁŽŲ­Ł’Ł…ŁŲŒŁŁŽŁ†ŁŽŲ§ŲÆŁŽŲŖŁ’Ł‡ŁŁ…Ł Ų§Ł…Ł’Ų±ŁŽŲ£ŁŽŲ©ŁŒ مِنْ ŲØŁŽŲ¹Ł’Ų¶Ł Ų£ŁŽŲ²Ł’ŁˆŁŽŲ§Ų¬Ł Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘ŲØŁŁŠŁŁ‘ صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ³Ł„Ł…ŲŒŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„ŁŽŲ­Ł’Ł…Ł Ų¶ŁŽŲØŁŁ‘ŲŒ ŁŁŽŲ£ŁŽŁ…Ł’Ų³ŁŽŁƒŁŁˆŲ§ ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„Ł اللهِ صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ³Ł„Ł…:ŁƒŁŁ„ŁŁˆŲ§ Ų£ŁŽŁˆŁ Ų§Ų·Ł’Ų¹ŁŽŁ…ŁŁˆŲ§ŲŒ ŁŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ų­ŁŽŁ„Ų§ŁŽŁ„ŁŒ Ų£ŁŽŁˆŁ’ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ: Ł„Ų§ŁŽ ŲØŁŽŲ£Ł’Ų³ŁŽ بِهِ ŁˆŁŽŁ„ŁƒŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ų³ŁŽ مِنْ Ų·ŁŽŲ¹ŁŽŲ§Ł…ŁŁŠ

Artinya: Abdullah Bin Umar Radhiyallahu ā€˜anhuma berkata, "Orang-orang dari kalangan sahabat Nabi SAW yang di antara mereka terdapat Sa’ad makan daging. Kemudian salah seorang isteri Nabi Shallallahu’alaihi wasallam memanggil mereka seraya berkata, ā€˜Itu daging Biawak dhab’. Mereka pun berhenti makan. Maka Rasulullah SAW bersabda: "Makanlah, karena karena daging itu halal atau beliau bersabda: "tidak mengapa dimakan, akan tetapi daging hewan itu bukanlah makananku." (HR. Bukhari)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Rui Takahashi? Pevoli Jepang yang Umumkan sebagai Gay, Ternyata Kakak Pemain Timnas Ran Takahashi

Siapa Rui Takahashi? Pevoli Jepang yang Umumkan sebagai Gay, Ternyata Kakak Pemain Timnas Ran Takahashi

Pevoli Rui Takahashi mengungkapkan bahwa sejak masa kanak-kanak ia kerap merasa takut dan mengalami pergulatan batin akibat menyembunyikan identitas aslinya.
Misteri Kematian Sutrimo Segera Diungkap, Hasil Ekshumasi Diumumkan 30 September 2026 dan Pihak Keluarga Diundang

Misteri Kematian Sutrimo Segera Diungkap, Hasil Ekshumasi Diumumkan 30 September 2026 dan Pihak Keluarga Diundang

Hasil pemeriksaan ekshumasi terhadap Sutrimo yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan akan diumumkan oleh Polda Metro Jaya, pada Rabu (30/9/2026).
Pengamat Semprot Permainan Timnas Indonesia Asuhan John Herdman di Laga Kontra Malaysia: Semuanya Jelek!

Pengamat Semprot Permainan Timnas Indonesia Asuhan John Herdman di Laga Kontra Malaysia: Semuanya Jelek!

Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan atau Bung Ropan menyoroti permainan Timnas Indonesia setelah gagal mengalahkan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Penyerang naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son, harus pulang ke Vietnam usai mengalami cedera hamstring. Dia tidak bisa bermain lagi hingga FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir.
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 walaupun gagal mengalahkan Malaysia. Duel tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengungkapkan titik balik kekalahan mereka dari unggulan kedua China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026).

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT