Tafsir Surah An-Nisa Ayat 123, Bukan Angan-angan Kosong, Janji Allah SWT atas Pahala Bagi HambaNya yang Beriman
- dok.ilustrasi freepik
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Zuhair, bahwa pada waktu turunnya ayat ini Abu Bakar sangat memperhatikannya dan merasa khawatir. Maka beliau bertanya kepada Rasulullah saw, āSiapakah yang selamat berhubungan dengan ini ya Rasulullah?ā Rasulullah saw menjawab, āApakah kamu tidak pernah susah, apakah kamu tidak pernah sakit, dan apakah malapetaka tidak pernah menimpamu?ā Abu Bakar menjawab, āPernah ya Rasulullah.ā Rasulullah berkata, āItulah dia (pembalasan dari kesalahanmu).ā
Ā
Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata, āTatkala turun ayat ini kaum Muslimin merasa berat dan sampailah kepada mereka apa yang dikehendaki Allah,ā maka mereka mengadu kepada Rasulullah saw. Rasulullah menjawab, āAmbillah tempat olehmu dan saling mendekatlah, sesungguhnya setiap musibah yang menimpa manusia itu adalah sebagai tebusan (bagi perbuatannya) sampai kepada duri yang menusuknya dan musibah yang menimpanya.ā
Dari hadis ini, dapat dipahami bahwa segala musibah yang menimpa manusia baik kecil maupun besar, sedikit atau banyak adalah sebagai balasan dari kelalaian, kesalahan dan perbuatan buruk dilakukannya, karena mereka tidak lagi berjalan mengikuti sunatullÄh. Allah berfirman:
ŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų§ŁŲµŁŲ§ŲØŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŁ Ł ŁŁŲµŁŁŁŲØŁŲ©Ł ŁŁŲØŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲØŁŲŖŁ Ų§ŁŁŁŲÆŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁ ŁŁŲ«ŁŁŁŲ±ŁŪ Ł£Ł
Ā
Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). (asy-SyÅ«rÄ/42:30).
Ā
Sebagian mufasir berpendapat bahwa musibah yang menimpa manusia di dunia ini tidak dapat menghapus azab di akhirat, kecuali bila ditimpa musibah itu berusaha menghapus kesalahan dan tindakan buruknya dengan amal yang saleh, dengan menguatkan imannya, dengan meninggalkan perbuatan jahat dan bertobat selama ia hidup di dunia. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
Orang-orang yang mengerjakan kejahatan pasti mendapat azab dari Allah dan ia tidak mempunyai penolong dan pelindung selain Allah untuk menghindarkan diri dari azab itu, dan setan yang menjanjikan perlindungan dan pertolongan itu tidak kuasa menepati janjinya. (klw)
Load more