News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dengar Isak Tangis Betrand Peto, Jodi Singgung Ada Isu Berkembang Diluar Batas soal Sarwendah, Ingatkan Pesan Ustaz Adi Hidayat Bahaya Lisan buat..

Dengan nada tegas, Jodi Onsu menerangkan kalau Betrand Peto bukan anak kecil, tapi sudah dewasa paham seperti membaca berita terkait Sarwendah dan Ruben Onsu
Rabu, 2 Oktober 2024 - 01:14 WIB
Dengar Isak Tangis Betrand Peto, Jodi Singgung Isu Berkembang Diluar Batas soal Sarwendah dan Ruben Onsu, Ingatkan Pesan Ustaz Adi Hidayat Bahaya Lisan buat...
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com

Jakarta, tvOnenews.com-- Anak angkat Sarwendah dan Ruben Onsu, Betrand Peto menuai sorotan di tengah isu perceraian orang tuanya. Tak diduga bisa berdampak pada psikisnya.

Jodi Onsu yang merupakan adik dari Ruben Onsu ini pun menjelaskan seperti apa kondisi dari Betrand Peto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam penjelasannya, yang diunggah oleh akun TikTok @bintangbumiindonesia, dikutip Rabu (2/10/2024). 

Dengan nada tegas, Jodi Onsu menerangkan Betrand Peto bukan lagi anak kecil, tapi sudah dewasa paham seperti membaca berita berbagai isu, seperti soal Sarwendah dan Ruben Onsu serta dirinya.

Tak heran dari isu yang beredar, kata Jodi bisa memicu gangguan pada anak-anak Sarwendah, termasuk Thania dan Tahlia. 

Sehingga Jodi Onsu menyesali omongan Netizen di Medsos terhadap ponakannya. 

Hal yang tak terduga ialah buntut pada anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah, khususnya Betrand Peto buat anak kesulitan dalam bergaul.

"Fokusku adalah sekarang onyo. Hanya ini kan sudah dewasa dan berusia 19 tahun, dan banyak banget berita di luar sana menurutku ini sudah diluar dari pada batas," tegas Jodi Onsu.

"Okelah kalau kalian bilang mereka public figure sudah menjadi resiko dong. Jadi gerak gerik kalian semuanya diperhatikan, mungkin kalau nggak mau dikomentarin ya nggak usah jadi artis, itu boleh saja tapi kan ada batasannya," sambungnya. 

"Onyo (Betrand Peto) bukan anak kecil lagi sudah bisa baca. Jadi kalian kagak pernah tahu ya, kalau orangnya nangisnya seperti apa, dan susahnya bergaul dengan temannya bisa baca berita loh, maaf kalau aku sedikit nadanya agak naik karena Onyo perlu diperhatikan," tegas Jodi Onsu.

 

Lebih lanjut, Jodi pun menegaskan kalau buntut dari komentar atau ucapan netizen, juga perlu diantisipasi dengan layanan konseling. 

Layanan umum diketahui untuk menjaga kesehatan mental anak. Seperti, disampaikan Jodi Onsu kalau semua anak Ruben Onsu dan Sarwendah sudah memiliki Psikolog pribadi.

"Makanya sampai sekarang tiga-tiganya, Onyo, Thalia dan Thania mereka punya masing-masing psikolognya sendiri gitu," ungkap Adik Ruben Onsu itu.

"Bukan karena masalah ini ya (perceraian) tapi karena memang omongan-omongan netizen menurutku, boleh nggak sih kalian kalau nggak mau berkomentar bagus, nggak usah komentar aja," pesan Jodi Onsu. 

 

Pandangan Islam Bahaya Lisan 

Sehubungan dengan kasus Sarwendah dan Ruben Onsu di atas, yang ikut menyeret nama anaknya Betrand Peto. Jodi sebagai paman dengan tegas kalau omongan Netizen sangat mempengaruhi ponakannya.

Hal ini pun mengingatkan pada satu ceramah Ustaz Adi Hidayat.

 

dok.tangkapan layar YouTube 

 

Dalam ceramah singkatnya, dalam akun TikTok @adihidayatofficial, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan seperti apa bahaya ucapan atau lisan yang dituliskan atau diucapkan manusia. 

"Ketika kata-kata kotor keluar dari lisan, pada saat yang bersamaan anda sedang merendahkan kehormatan anda di hadapan orang lain," kata Ustaz Adi Hidayat.

"Sebab tidak ada orang yang mencela kecuali akan dicela. Tidak ada orang menghina kecuali akan terhina," tambahnya.

Menurut Ustaz Adi Hidayat sebaiknya, sebagai umat muslim tidak berkata kasar atau kotor. 

Sebagaimana, Rasulullah saw bersabda, 

مَا كَانَ الْفُحشُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ، وَ كَانَ الْحَيَاءُ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ زَانَهُ 

 

Artinya, “Tidaklah kekejian (tidak punya malu dalam hal ucapan dan perbuatan) ada pada sesuatu kecuali akan membuatnya jelek, dan tidaklah sifat malu ada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah.” (HR Ibnu Majah) 

 

"Karena itu di Islam kita dilarang berkata kotor, kita dilarang mencaci maki, kita dilarang untuk provokasi, kita dilarang untuk saling terpecah belah," jelasnya.

"Karena semua perbuatan itu akan menghilangkan kehormatan kita. Lagi bawaan Fitrah dalam kehidupan," tegas Ustaz Adi Hidayat. (klw)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

waallahualam 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Sinergi antara penyelenggara negara dan warga negara menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 
PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT