News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Kasus Lesbian Ustazah dan Santriwati di Ponpes Berujung Kekerasan, Kata Buya Yahya Sebut Kelainan dan Segera Taubat Itu Dosa Besar

Dugaan cemburu sang santri yang sudah menjadi mahasiswa dekat dengan seorang pria. Ustazah yang menjalin lesbian lama dengan santri itu jadi pelaku, Buya Yahya
Senin, 21 Oktober 2024 - 12:43 WIB
Heboh Kasus Lesbian Ustazah dan Santriwati di Ponpes Berujung Kekerasan, Kata Buya Yahya Sebut Kelainan dan Segera Taubat Itu Dosa Besar
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com

Jakarta, tvOnenews.com-- Heboh kasus lesbian yang dilakukan seorang Ustazah dengan Santriwati di sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) berujung dengan aksi kekerasan. Hal ini pun juga tengah disorot oleh PPA Lombok Barat. 

Dugaan cemburu sang santri yang sudah menjadi mahasiswa dan dekat dengan seorang pria. Ustazah yang jadi pelaku melakukan kekerasan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Barat Ipda Dhimas Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut.

"Sudah lapor hari Kamis kemarin. Kita sekarang masih lidik kasusnya. Saksi korban juga sudah kami periksa, termasuk visum," katanya.

Dhimas mengatakan pihaknya akan memanggil pelaku NS (31) untuk klarifikasi jika nanti hasil visum telah keluar.

"Nanti hasil visum keluar baru kami undang (pelaku) untuk melakukan klarifikasi," tambahnya.

Perlu diketahui, korban berinisial APM (23) diketahui merupakan seorang alumni di Pondok Pesantren AH di Mataram.

Sehubungan dengan ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi angkat bicara soal kasus kekerasan bermotif asmara sesama jenis tersebut.

Joko mengatakan LPA sendiri telah mengatensi kasus Lebian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di lingkungan pondok pesantren. 

Sementara itu, pelaku kekerasan berinisial NS (31) merupakan ustazah di ponpes tersebut yang telah lama berhubungan dengan korban.

Berdasarkan catatan LPA, di Ponpes tersebut pernah ada kejadian lesbian yang hingga kini belum ada penanganan maksimal pihak ponpes.

"Salah satu pondok yang menjadi perhatian adalah Ponpes AH. Ada kasus serupa yang terjadi dulu. Sepertinya pondok tidak ada upaya pencegahan yang maksimal," ungkap Joko. 

 

Pandangan Islam 

Atas kasus LGBT atau Lesbian yang terjadi di Pondok Pesantren ini sungguh disayangkan oleh pihak siapapun. Menurut pandangan Islam, disampaikan Buya Yahya ini termasuk dosa besar.

Lesbian atau LGBT memang masuk satu penyakit kelainan yang dialami seseorang. Kata Buya sebagai Penceramah Indonesia mengajak agar bisa segera bertaubat. 

Dalam ceramahnya, dikutip dari YouTube Al Bahjah Tv, Senin (21/10/2024). Buya Yahya mengatakan awal rosa itu tercipta dari kelainan yang dialami terus dituruti. 

"Kelainan saja itu belum masuk wilayah dosa tapi kalau sudah dituruti kelainannya masuk wilayah dosa," kata Buya Yahya.

"Misalnya seorang wanita tiba-tiba cenderungnya kepada wanita, maka selagi tidak dituruti maka belum masuk wilayah dosa karena kelainan di mentalnya. Baru setelah dia menuruti melampiaskan syahwat dengan sesama perempuan maka masuk wilayah dosa besar," jelasnya.

Dengan demikian, kata Buya Yahya perilaku menyimpang seperti lesbian pada kasus di atas, tentu masih ada peluang dimaafkan. 

Menurut Buya Yahya, selama ada niat total berubah dengan taubat dan tidak mengulangi kembali. Insyaallah bisa meraih pintu maaf Allah SWT. 

"Apakah bisa diobati, bisa asalkan orangnya mau berobat sebetulnya ini Kan perlu berlatih berlatih menghindar dari keharaman," pesan Buya Yahya. (klw)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Waallahualam 

    

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan  ESDM

Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan ESDM

Penyuplai para sindikat penyelundupan ekspor emas ke luar negeri diduga perusahaan penambangan emas tanpa izin (PETI)
Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Rumah pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni jadi lokasi penggeledahan
Pendakwah Indonesia UAH Meminta Kepolisian Memproses Viralnya Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Al-Quran

Pendakwah Indonesia UAH Meminta Kepolisian Memproses Viralnya Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Al-Quran

Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan, dengan video promosi alkohol dengan hafalan al-quran menyita perhatian publik dan berbagai pihak hingga viral
Atasi Kekeringan, Korsel Kerahkan Damkar dan Militer

Atasi Kekeringan, Korsel Kerahkan Damkar dan Militer

Kekeringan yang terjadi di Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, semakin parah. Guna mengatasi hal itu, truk tangki air pemadam kebakaran dan kendaraan militer dari seluruh penjuru negeri dikerahkan.
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Etorofu, Kamis, memicu reaksi keras dari Tokyo. Pasalnya, pulau itu juga diklaim Jepang terkait dengan posisi pulau-pulau tersebut yang berada di lepas pantai Pulau Hokkaido, Jepang.

Trending

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT