GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hampir 5 Tahun Latih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Pernah Jujur Kurang Nyaman dengan Budaya ini Meski Tak Singgung Agama

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengutarakan rasa tidak nyamannya tinggal di Indonesia akibat dari budaya ini, meski dia sangat toleransi beragama.
Rabu, 30 Oktober 2024 - 19:29 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong alias STY dalam sesi wawancara
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah berbicara tentang budaya dan agama di Tanah Air. Masyarakat Indonesia sangat kental dengan kedua hal ini.

Shin Tae-yong yang resmi dipinang oleh PSSI pada awal tahun 2020 pernah mengutarakan sangat berantusias memahami budaya dan agama di Indonesia. Faktor itu yang membuat sang pelatih masih bertahan sebagai pelatih Timnas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Shin Tae-yong mengetahui pemain Timnas Indonesia dan masyarakatnya tidak lepas dengan budaya dan agama. Soal urusan keyakinan masing-masing individu tidak menjadi pemasalahan baginya.

"Saat saya baru datang, saya berusaha memahami budaya Islam," ujar Shin Tae-yong kepada Media Korea Selatan, Sportalkorea dikutip, Rabu (30/10/2024).

Telah hampir lima tahun menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, STY sapaan akrabnya, juga mengabarkan ada sosok yang ditemuinya demi menerapkan sikap toleransi beragama.

tvonenews

Seorang dokter di Jakarta menjadi sosok yang pertama kali ditemuinya. Ia menyerap pengetahuan tentang budaya dan agama di Indonesia.

"Saya pun mengundangnya untuk mendengar budaya Islam selama sekitar tiga jam," terangnya.

Kebetulan, mayoritas pemain Timnas Indonesia beragama Islam. Salah satu penyerang diaspora, Ragnar Oratmangoen juga menyandang sebagai Muslim.

Dalam urusan ibadah, pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu mulai memahami betapa pentingnya kebutuhan spiritual memenuhi kewajiban dari agama masing-masing pemain.

Ia akhirnya memberikan janji agar selalu menerapkan jadwal baik latihan dan mengatur pertandingan semaksimal mungkin. Cara itu guna tidak bentrok antara ibadah dan bermain sepak bola.

Terutama, waktu shalat Jumat telah menjadi ketetapan dan bersifat mutlak. Para pemain dan jajaran lainnya mengharuskan ibadah pada siang hari di hari Jumat, terkhusus bagi kalangan laki-laki.

"Dengan ini saya jadi berkompromi di mana ada yang mengatakan ibadah itu bisa dilakukan pada waktu tertentu," tuturnya.

"Saya melakukannya dengan baik tanpa rasa tidak nyaman dalam latihan," lanjut dia.

Rasa hormatnya terhadap budaya dan agama muncul saat mendapat pengalaman buruk. Kala itu, ia menjadi jajaran pelatih di Timnas Korea Selatan.

STY nama panggilannya itu merasa kecewa terhadap pelatih asal Jerman, karena budaya di Korea Selatan tidak dihormati dan membuat para pemain tak nyaman.

"Saya sangat sedih saat itu sehingga saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah melakukan itu jika saya ingin menjadi pelatih di negara lain," katanya kepada Sports Kyunghyang dikutip, Rabu.

Coach Shin yang telah membuktikan toleransinya sangat tinggi, ternyata pernah menemukan satu titik tertentu kurang nyaman dengan budaya di Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Marah
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Marah
Sumber :
  • AFC

 

Ia sampai membandingkan perbedaan yang sangat jauh dalam urusan budaya antara Korea Selatan dan Indonesia. Masyarakat di Tanah Air kerap kali hanya memanggil namanya, yakni "Shin Tae-yong".

Budaya panggilan nama tersebut membuat Coach Shin tidak nyaman. Cara itu dianggap tidak menunjukkan sikap sopan santun.

Ia membeberkan budaya panggilan nama di Korea Selatan. Di sana sangat jarang sekali memanggilnya dengan hal serupa di Indonesia.

Pasalnya, orang yang lebih tua harus mendapat panggilan secara khusus. Para pemuda Korea Selatan bahkan tidak pernah hanya menyebutkan namanya.

Sisi lain, cara penyebutan masyarakat Indonesia saat memanggil namanya juga dianggap salah. Mereka menyapanya dengan sebutan "Shin Tai-yong".

"Bahkan anak-anak berusia 4-5 tahun di sini (Indonesia) memanggil saya 'Shin Tai-yong', seperti seorang teman," ungkap dia dikutip dari media Korea Selatan, Isplus, Rabu.

Saat di Korea Selatan, ia menjelaskan masyarakat dan fans timnasnya kerap kali memanggil berupa kalimat "Pelatih Shin Tae-yong". Setidaknya, itu merupakan rasa hormat mereka meski ada sebutan pelatih atau coach.

"Mereka bilang ini yang disebut budaya, tetapi saya merasa tidak enak saat pertama kali datang," tuturnya.

"Jika itu kita (Korea Selatan), bukankah kita bakal memanggilnya 'Pelatih Shin Tae-yong'? Namun di sini, orang-orang dari segala usia dan jenis kelamin dapat dengan mudah dipanggil dengan nama depan mereka," tambahnya.

Pada awalnya, ia belum membiasakan diri mendengar sebutan hanya berkalimat nama tanpa ada embel-embel lain. Meski demikian, kenyamanannya telah ditunjukkan dari nazarnya jika Garuda masuk Piala Dunia 2026.

"Saya mungkin akan hidup di Indonesia seumur hidup saya. Hidup di Indonesia sangat menyenangkan," tandasnya. (tsy/hap)

Terkini, Coach Shin masih memfokuskan Timnas Indonesia. Dalam laga terakhir, Garuda belum mencatat kemenangan satu pun. Timnya hanya meraih tiga poin dari tiga kali imbang dan satu kekalahan di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjamu Jepang dan Arab Saudi pada pekan ke-5 dan ke-6 putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada bulan November 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Coach Shin mendapat peringatan dari PSSI pasca empat pertandingan terakhir hanya mencatat tiga poin pada Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Era Digital, Gus Miftah Ingatkan Ancaman Judi Online dan Kekerasan Seksual Hantui Pesantren

Perkembangan Era Digital, Gus Miftah Ingatkan Ancaman Judi Online dan Kekerasan Seksual Hantui Pesantren

Fenomena judi online, adiksi digital, krisis mental, hingga kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Nahdlatul Ulama (NU).
Heboh Kasus TNI Tembak TNI di Palembang, Ini Janji Kodam II/Sriwijaya

Heboh Kasus TNI Tembak TNI di Palembang, Ini Janji Kodam II/Sriwijaya

Publik dihebohkan dengan peristiwa TNI tembak TNI yang terjadi di Panhead Cafe, Palbang pada Sabtu (16/5/2025).
8 Poin Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas soal LCC Empat Pilar MPR RI: Bantah Keras Tuduhan Penyuapan dan Nepotisme hingga Minta Nama Baik Dipulihkan

8 Poin Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas soal LCC Empat Pilar MPR RI: Bantah Keras Tuduhan Penyuapan dan Nepotisme hingga Minta Nama Baik Dipulihkan

SMAN 1 Sambas akhirnya buka suara terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang akhir-akhir ini menyeret namanya. 
Media Korea: Megawati Hangestri Opsi Kedua Hillstate Setelah Gagal Pertahankan Outside Hitter Jepang

Media Korea: Megawati Hangestri Opsi Kedua Hillstate Setelah Gagal Pertahankan Outside Hitter Jepang

Pertahankan Outside Hitter Jepang Jahstice Yauchi jadi prioritas utama Hillstate sebelum akhirnya berpaling ke Megawati Hangestri untuk penuhi kuota pemain Asia
Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu: Adik Aman Yani Bongkar Sikap Aneh Ririn sejak Kakaknya Hilang

Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu: Adik Aman Yani Bongkar Sikap Aneh Ririn sejak Kakaknya Hilang

Di podcast Denny Sumargo, adik Aman Yani, Titi membongkar semua keanehan dari Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Bahlil Lahadalia Tekankan SOKSI Sebagai  Ujung Tombak Partai Golkar

Bahlil Lahadalia Tekankan SOKSI Sebagai Ujung Tombak Partai Golkar

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia hadir dalam kegiatan penutupan Rakernas I dan Rapimnas I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Tahun 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/5/2026).

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Sherly Tjoanda tampak kesal ketika tahu ketua OSIS SMA di Ternate tidak jujur saat ditanya Gubernur Malut mengenai kekurangan fasilitas yang ada di sekolahnya.
Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Di depan pendukungnya sendiri, Al Nassr dipaksa menyerah kalah dengan skor tipis 0-1 dari wakil asal Jepang, Gamba Osaka dalam laga final ACL Two 2025/2026.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Kebiasaan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos membuat warganet ngakak saat melihat makanan di rumah penyanyi Ashanty, istri Anang Hermansyah.
ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

Grup asal Jepang, ONE OK ROCK sukses menggelar konser di Jakarta bertajum ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT