Meski Shalat Khusyuk sampai Menangis Tidak Akan Diterima Jika Lakukan Hal Ini saat Wudhu, Ustaz Adi Hidayat Bilang...
- kolase tim tvOnenews
Nabi SAW melihat hal tersebut dan berkata kepadanya, "Kamu kembali, ulangi wudhu-mu, sempurnakan".
Dalam kisah lain, seorang pria datang ke Masjid Nabawi dan shalat di samping Rasulullah SAW.
Setelah salam, Nabi SAW berkata kepadanya, "Shalatlah lagi, karena shalatmu belum sah".
Pria itu pun mengulang shalatnya hingga tiga kali, namun Nabi SAW tetap mengulangi kalimat yang sama.
Akhirnya, pria itu berkata, "Ya Rasulullah, saya sudah berusaha sebaik mungkin. Tolong ajarkan saya".
Nabi SAW lalu menjelaskan, "Jika kamu ingin shalatmu sempurna, pastikan wudhumu sempurna terlebih dahulu," sambil mengajarkan cara wudhu yang benar.
- Kolase tvOnenews.com
Menurut para ahli hadist, jika yang salah hanya shalatnya, Nabi SAW akan mengajarkan cara shalat yang benar.
Namun, karena Nabi SAW memulai penjelasannya dengan wudhu, berarti bukan hanya shalatnya yang bermasalah, tetapi wudhunya juga.
Jika wudhu tidak sempurna, hal itu akan mempengaruhi shalat.
Sebagai contoh, jika seseorang terburu-buru dalam berwudhu dan hanya sekadar membasahi tubuhnya, shalatnya juga akan terburu-buru.
Nabi SAW bersabda, "Tidak ada shalat bagi orang yang tidak berwudhu," dan "Tidak diterima wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah SWT".
"Jadi kalau Anda tidak wudhu kemudian shalat, shalat Anda tidak diterima" tegas Ustaz Adi Hidayat.
Saat memulai wudhu, penting untuk menyebut nama Allah SWT terlebih dahulu.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh pembantu sahabat Utsman bin Affan, dikatakan bahwa Utsman bin Affan mengajarkan cara wudhu dengan memulai dari membasuh sela-sela tangannya dan mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahim," atau paling singkat, "Bismillah".
(gwn)
Load more