Hingga Menagis, Mbah Moen Berikan Pesan Ini Kepada Seluruh Muslim, Katanya…
- Ponpes Al Anwar
“Ditakdir fakir yang jangan mengeluh ya sabar,” pesan Mbah Moen.
“Karena semua karena Allah SWT,” sambung Mbah Moen.
Hal ini sebagaimana rukun iman ke-6, yaitu beriman kepada qada dan qadar Allah.
Beriman kepada takdir berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, baik itu kebaikan maupun keburukan, telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Berikut adalah dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan tentang takdir.
Beriman kepada Takdir adalah Bagian dari Iman
Rasulullah SAW bersabda,
"Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik dan buruknya." (HR. Muslim, no. 8)
Segala Sesuatu yang Terjadi Telah Menjadi Ketetapan Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda:
"Allah telah menetapkan takdir seluruh makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi." (HR. Muslim, no. 2653)
Semua yang Terjadi Tidak Mungkin di Luar Kehendak Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda,
"Ketahuilah, bahwa jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu." (HR. Tirmidzi, no. 2516)
Kemudian Mbah Moen mengatakan, tidak mungkin orang miskin tidak bisa dapat rizki.
“Fakir kok gak makan? ya gak tidak begitu maksudnya,” ujar Mbah Moen.
Mbah Moen kemudian membacakan satu ayat yang dikenal dengan ayat seribu dinar.
Ayat tersebut adalah Surat At Talaq ayat 2-3. Berikut bacaannya.
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ
Load more