GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Respons Berkelas Gus Baha Dengar Kehebohan Isu Gus Miftah Guyon ke Tukang Es Teh Manis, Bicara Tentang...

Pendakwah ternama KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha mendengar kontroversial Gus Miftah yang viral akibat bercanda kepada tukang es teh manis, Sunhaji.
Jumat, 6 Desember 2024 - 14:16 WIB
Gus Baha berikan respons kontroversial Gus Miftah guyon ke tukang es teh manis
Sumber :
  • Kolase NU Online/@yayasanalimaksum & Tim tvOnenews

tvOnenews.com - Pendakwah ternama KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha memberikan pendapatnya tentang kontroversial Gus Miftah yang viral akibat bercanda kepada tukang es teh manis, Sunhaji.

Sebagai sesama pendakwah, Gus Baha mendapat sebuah pertanyaan tentang Gus Miftah guyon kepada tukang es teh manis dari salah satu jemaahnya dari Solo, Fakir Maulana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hari-hari ini sedang ramai berita tentang seorang Gus yang mungkin berceramah dengan bahasa yang kurang baik. Mungkin maksudnya guyon tapi malah melukai hati orang lain," kata salah satu jemaahnya Gus Baha melalui siaran live YouTube Universitas Islam Indonesia dikutip, Jumat (6/12/2024).

Kemudian, jemaah tersebut kembali bertanya tentang asal mula mengapa seseorang bisa mendapat gelar "Gus" yang dikenal di Jawa.

"Sebenarnya sejarah dari panggilan Gus itu seperti apa?," tanya jemaah lagi ke Gus Baha.

Gus Baha (kiri) dan Quraish Shihab (kanan) di acara Ngaji Bareng Universitas Islam Indonesia
Gus Baha (kiri) dan Quraish Shihab (kanan) di acara Ngaji Bareng Universitas Islam Indonesia
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Universitas Islam Indonesia

 

Gus Baha langsung merespons secara berkelas terkait pertanyaan dari jemaah itu sambil humor sebagai ciri khasnya saat mengisi suatu kajian.

Dalam acara Ngaji Bareng di Universitas Islam Indonesia (UII), Gus Baha menilai pertanyaan dari jemaah itu mengandung provokatif. Meski harus menjawabnya agar para peserta lainnya sambil tertawa.

"Ini yang provokatif dulu itu ya, semoga diampuni oleh Allah SWT," jawab Gus Baha.

Lebih lanjut, pendakwah asal Rembang itu menceritakan kisah pada zaman Nabi Musa AS yang tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu Nabi Musa AS melantunkan doa agar hajat yang dimintanya langsung diterima oleh Allah SWT. Namun keinginannya ditolak dengan alasan seseorang terus provokasi dalam komunitasnya.

"Suatu saat, Nabi Musa itu salat istisqa dan berbagai doa apa saja ternyata enggak mustajab. Kata Allah 'di komunitas Anda itu ada orang yang suka mengadu, maka kamu doa apa saja tidak akan saya jabah' terus nabi Musa bilang 'ya gampang, tunjukkan lalu nanti akan saya usir'," terang dia menjelaskan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Polri mengungkap fakta baru terkait buronan kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis, Syekh Al-Misry. Tersangka yang kini berada di Mesir itu dipastikan memiliki lebih dari satu kewarganegaraan.
Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan jaringan pedofilia yang disebut melibatkan warga negara asing asal Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Dalam pemilihan hewan kurban, umat muslim memiliki opsi berkurban seekor kambing secara individu atau patungan satu ekor sapi diperuntukkan bagi tujuh orang.
Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT