Shalat Tahajud Jangan Keliru Lagi, kalau Punya Niat seperti ini Sebaiknya Tidur agar Hajat Tak Mampet Kata Gus Baha
- Instagram/@gusbahaonline
Surat At Tur 48-49 menjadi dalil Al Quran bahwa hajat dilantunkan pada waktu Tahajud dalam penglihatan-Nya, Allah SWT berfirman:
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُۙ, وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاِدْبَارَ النُّجُوْمِ
Artinya: "Bersabarlah (Nabi Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami! Bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu ketika engkau bangun! Bertasbihlah kepada-Nya pada sebagian malam dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang (waktu fajar)." (QS. At Tur, 52:48-49)
Dalam dalil ini, Gus Baha mengingatkan hajat tertolak jika shalat Tahajud hanya ingin memperoleh karunia dari Allah SWT.
"Bisa memiliki akibat dan setan berbisik 'lah tahunya kamu shalat Tahajud enggak selalu terijabah hajatnya," tutur Gus Baha.
Orang yang berharap hajat terkabul dari Tahajud, menurut Gus Baha, sebaiknya tidur diutamakan sebagai salah satu kegiatan mencari rahmat-Nya.
"Ada orang shalat Tahajud, terus obsesinya supaya hajatnya terkabul. Sementara yang tidur punya obsesinya menikmati rahmat Allah, dia bisa tidur," terang dia menjelaskan.
Anjuran tidur mendapat rahmat-Nyya telah menjadi penjelasan dalam dalil Al Quran dari Surat Al Qasas Ayat 73, Allah SWT berfirman:
وَمِنْ رَّحْمَتِهٖ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: "Berkat rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang agar kamu beristirahat pada malam hari, agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari), dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (QS. Al Qasas, 28:73)
Load more