News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Sebut Umur 14 Tahun Seperti Anak yang Bunuh Ayah dan Neneknya Butuh Ruang Apresiasi, Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat Pada Fase Itu Harusnya…

Pengamat Pendidikan sebut 14 tahun seperti anak yang bunuh ayah dan neneknya di Lebak Bulus butuh ruang apresiasi dan kreasi. Berikut penjelasan dari aspek agama yang dijelaskan Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Minggu, 8 Desember 2024 - 07:01 WIB
Pengamat Sebut Umur 14 Tahun Seperti Anak yang Bunuh Ayah dan Neneknya Butuh Ruang Apresiasi, Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat Pada Fase Itu Harusnya…
Sumber :
  • Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Kasus anak bunuh ayah dan neneknya yang terjadi di salah satu perumahan, wilayah Lebak Bulus pada Sabtu (30/11/2024) sekitar pukul 01.00 WIB hingga kini masih menyita perhatian publik.

Pengamat Pendidikan Dr. Dirgantara Wicaksono menduga kasus anak bunuh ayah dan nenek ini  dilatarbelakangi oleh gangguan emosional mendalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Seperti akumulasi stres, frustrasi, atau masalah kontrol emosi pada anak yang tidak terdeteksi sebelumnya,” jelasnya.

Inilah yang menurutnya penting deteksi dini terhadap kondisi mental anak dan pengelolaan emosi yang sehat dalam lingkungan keluarga.

“Dari perspektif sosiologis dan pendidikan, kasus ini mencerminkan potensi kegagalan dalam sistem pendukung belajar,” katanya. 

Maka meskipun belajar merupakan aktivitas positif, tuntutan berlebihan kata Dirgantara berbahaya.

“Jika tanpa adanya keseimbangan dapat memicu tekanan berbahaya,” tandasnya.

“Terutama pada remaja,” sambung Dirgantara. 

Belum lagi jika orang tua menerapkan konsep pintar yang dibandingkan dengan dirinya.

“Konsep pintar yang berkembang dibandingkan dengan kedua orangtuanya tanpa memperhatikan unsur bermain anak usia 14 thn,” jelasnya.

Hal ini karena menurutnya, anak harus melewati fase tumbuh kembang anak dengan tuntas.

“Kita tidak bisa melewati fase  tumbuh kembang anak, mereka butuh ruang apresiasi kreasi anak,” ucap Dirgantara.

Hal ini senada dengan tiga poin psikologi perkembangan Anak dalam Qur’an yang dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Ustaz Adi Hidayat mengingatkan kepada seluruh orang tua untuk hati-hati jika tidak mau gagal.

“Hati-hati gagal di sini, ini anak bisa tidak respek sama orang tua,” nasihat UAH.

Berikut tiga poin psikologi perkembangan anak dalam Qur’an yang harus diperhatikan oleh orang tua.

“Jadi kalau saya lukiskan begini dibagi 3 bagian. Ada level pertama level kedua level ketiga ” katanya.

“Ini level pertumbuhan, awalnya biasanya ini ada di rentang ya 0-2 sampai dengan sekarang ke 7 atau 9 tahun, 7 tahun lah saya ambil, 7 dalam urutan hadis,” jelas UAH menambahkan.

Hal ini karena usia 7 tahun anak sudah diarahkan untuk shalat.

“7 tahun sudah mulai untuk shalat kan ya diarahkan ketat, maksudnya 10 tahun baru diberikan pendidikannya agak lebih ketat lagi,” jelasnya.

Dalam level awal ini, kata Ustaz Adi Hidayat pendekatan di Qur’an selalu menggunakan kata Bunayya yang artinya sayang.

“Ini kalau kita temukan di Quran di level-level ini itu seringkali pendekatannya menggunakan bunayya-bunayya. Terus dari anak nanti ke ayah panggilannya itu selalu abati abati abati,” sambungnya.

Maka dari itu menurut Ustaz Adi Hidayat tergambar di level awal ini 0-7 tahun harus banyak gunakan kata sayang dan sikap yang menunjukkan kasih sayang orang tua kepada anak.

“Maksudnya apa direntang-rentang ini perbanyak sayang supaya gelombangnya terbangun rasa anak kepada kedua orang tua,” pesan UAH.

“Silahkan mungkin beda-beda, si pintar, cantik, ganteng, anak papa yang sholeh, Masya Allah dari segi mana. Namun jangan diberikan dengan ciri hal fisik ya,” sambung UAH.

Kemudian di level berikutnya, yakni rentang usia baligh mulailah gunakan perintah.

Namun orang tua harus ingat perintah diberikan tanpa hilangkan bunayya atau kasih sayang.

“Di fase itu sayangnya ada tapi dikurangi tambahkan dengan perintah dikombinasikan,” saran UAH.

“Kalau sudah level yang ke sini 7 tahun sampai ke Puncak kematangan balik misal dia di 16-17 Bunayya sayang masih ada tapi dikombinasikan dengan perintah,” sambung UAH.

Hal ini kata Ustaz Adi Hidayat bertujuan untuk mengurangi sifat manjanya dan membentuk kemandirian awal.

“Kalau usia begini terus sayang sayang nggak pernah ada perintah nanti nggak akan mau diperintahkan kecuali dinegosiasikan dengan keinginan,” jelas UAH.

“Manja nanti, maka mulai diatur misal urus bak sampah, antarkan teh, mulai nyapu, sebagian sebagian ya jelas pelan-pelan ya,” lanjut UAH.

Kemudian di fase terakhir, Ustaz Adi Hidayat ingatkan untuk dialog.

“Yang terakhir ini ketika muncul pada fase kematangan SMA biasanya yang di sini perintah itu bukan diterima lagi tapi sudah mulai di dialog kan,” jelas UAH.

Jika anak diperintah shalat ke masjid anak akan berkata ayah kok tidak dan lain sebagainya.

“Nah ini yang dimaksud penting bagaimana cara argumentasinya supaya saat berargumentasi itu stepnya masuk,” kata UAH.

Jika memang semua fase terlewati dengan baik insyaaAllah anak akan terdidik dengan baik.

“Idealnya dari tahap pertama itu terikuti nanti kalau tahap pertama itu terikuti maka hasilnya akan seperti Nabi Ismail AS,” kata UAH.

“Poinnya adalah kalau ini step-step berjalan bagus, tingkat tertingginya mudah,” kata UAH.

Lalu bagaimana jika ada yang hilang?

Ustaz Adi Hidayat menyarankan berikan kesempatan kepada anak untuk mengeluarkan pendapatnya.

“Tapi kalau ini hilang maka setidaknya kalau dia sudah dewasa beri dia kesempatan untuk mengeluarkan argumentasinya,” saran UAH.

“Jangan terus dipotong, turunkan perintahnya beri kesempatan untuk berargumentasi,” lanjut UAH.

Namun Ustaz Adi Hidayat menegaskan akan pentingnya perhatian ayah ke anak sedari kecil.

Meski sibuk mencari nafkah, ayah sebaiknya tetap berusaha dekat dengan anak-anak.

Ustaz Adi Hidayat meminta umat Muslim mencontoh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail As.

Nabi Ibrahim meski tinggal di Palestina, namun tetap perhatian dengan Nabi Ismail yang jauh tinggalnya.

“Padahal Nabi Ibrahim itu tugasnya di Palestina anaknya Ismail Alaihissalam di Mekkah, jaraknya luar biasa. Tapi masih sempat nengok Pak, mainnya dengan siapa dan nanti pun mau menikah pun masih tahu siapa calonnya dengan siapa menikahnya ,” ujar UAH.

Maka meski ayah sibuk mencari nafkah di luar rumah, Ustaz Adi Hidayat menyarankan untuk tetap perhatian ke anak.

“Perhatian ada. Enggak apa-apa kalaupun luar kota telepon video call. Tanya kabar sayang-sayangnya masih masuk gitu kan,” saran UAH.

Jika itu dilakukan, pasti hasilnya akan dirasakan pada suatu saat nanti.

“Kalau itu bisa dilakukan nanti feedback-nya dari anak itu pasti ada perhatian,” kata UAH.

Itulah yang menurut Ustaz Adi Hidayat timbal balik yang didapat ketika ayah dekat dengan anak.

“Ketika anak dan ayah mendekat kepada Allah dengan bersamaan yang lahir apa anugerah Allah yang begitu berlimpah,” jelas UAH.

“Allah kirimkan kebahagiaan, dikirimkan kekompakan, dikirimkan kebaikan, semua keturunan yang lahir yang baik-baik dan puncaknya lahirlah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” sambung UAH.

Ustaz Adi Hidayat menegaskan, ayah dan anak yang kompak menaati Allah akan anugerahkan keturunan dari generasi berapapun yang lebih baik daripada bapak dan anaknya.

 

Wallahu’alam bishawab

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

(put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas

Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas

Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob, Cikeas, Jawa Barat.
Anggota DPRD TTU Diduga Mabuk saat Intimidasi Dokter Icha, Apa Saja Manfaat hingga Risiko Konsumsi Alkohol?

Anggota DPRD TTU Diduga Mabuk saat Intimidasi Dokter Icha, Apa Saja Manfaat hingga Risiko Konsumsi Alkohol?

Dari oknum anggota DPRD Kabupaten TTU yang diduga mabuk saat intimidasi Dokter Icha, intip daftar manfaat hingga risiko mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Terang-terangan Nadiem Makarim Akui Tidak Punya Uang untuk Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar

Terang-terangan Nadiem Makarim Akui Tidak Punya Uang untuk Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku tidak punya uang untuk membayar uang pengganti Rp809 miliar.
Zodiak Mana yang Paling Cuan di 2 Juli 2026? Cek Ramalan Keuangan Lengkap dengan Angka Keberuntungan

Zodiak Mana yang Paling Cuan di 2 Juli 2026? Cek Ramalan Keuangan Lengkap dengan Angka Keberuntungan

Zodiak mana yang paling cuan di 2 Juli 2026? Cek ramalan keuangan lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak besok dan temukan siapa yang paling beruntung!
Cuaca Sebagian Jakarta Cerah Berawan Pada Rabu Pagi

Cuaca Sebagian Jakarta Cerah Berawan Pada Rabu Pagi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bakal cerah berawan pada Rabu pagi.
Kemendag: Imbal Hasil Obligasi AS Naik Picu Turunnya HPE Emas

Kemendag: Imbal Hasil Obligasi AS Naik Picu Turunnya HPE Emas

Kemendag menyebut penurunan HPE dan harga referensi emas pada periode pertama Juli 2026 terjadi akibat menguatnya nilai tukar dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Trending

Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?

Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?

Paman dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau Dokter Icha, Fabianus Banase geram dengan reaksi tiga anggota DPRD Kabupaten TTU bantah intimidasi keponakannya.
Hasil Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Bawa Prancis Menang Lawan Swedia

Hasil Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Bawa Prancis Menang Lawan Swedia

Skor 3-0 dari gol Bradley Barcola dan brace Kylian Mbappe di Stadion New York New Jersey, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB membuat Prancis memulangkan Swedia dan berhasil menembus babak 16 besar Piala Dunia. 
Piala Dunia Kembali Memakan Korban, Ronald Koeman Resmi Mundur dari Pelatih Belanda

Piala Dunia Kembali Memakan Korban, Ronald Koeman Resmi Mundur dari Pelatih Belanda

Ronald Koeman memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala De Oranje dalam unggahannya di Instagram, pada Rabu (1/7/2026). 
Klub Super League Geriliya Pemain Abroad, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Klub Super League Geriliya Pemain Abroad, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia akan menjalani Piala AFF 2026 dengan bersaing di Grup A mulai pada akhir Juli 2026 mendatang. 
Mahkamah Agung AS Kandaskan Perintah Trump soal Pembatasaan Hak Kewarganegaraan

Mahkamah Agung AS Kandaskan Perintah Trump soal Pembatasaan Hak Kewarganegaraan

Perintah Presiden Donald Trump yang membatasi kewarganegaraan bagi individu yang lahir di wilayah AS dibatalkan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat pada Selasa
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Jadwal Timnas Voli Indonesia Selama Juli 2026, Boy Arnez Cs Incar Gelar Juara di SEA V Cup

Jadwal Timnas Voli Indonesia Selama Juli 2026, Boy Arnez Cs Incar Gelar Juara di SEA V Cup

Bulan Juni 2026 masih menjadi milik Garuda dengan capaian Timnas Voli Putri Indonesia U-18 finis di peringkat empat Princess Cup dan Timnas Voli Indonesia yang menjadi juara AVC Men's Cup 2026. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT