News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penting Mana Suami Shalat Berjamaah di Masjid atau Bareng Istri dalam Rumah? Justru Kata Buya Yahya Sebaiknya...

Buya Yahya menguraikan cara terbaik bagi suami mendapat pilihan antara shalat berjamaah bersama istri dan tetap mengerjakan keutamaan untuk pergi menuju masjid.
Senin, 16 Desember 2024 - 23:49 WIB
Buya Yahya uraikan pilihan terbaik suami antara shalat berjamaah bareng istri atau pergi ke masjid
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menguraikan anjuran shalat berjamaah bagi orang yang telah berumah tangga.

Buya Yahya memahami bagi para suami memiliki keinginan shalat berjamaah bareng istri dan ikut gabung shaf di masjid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perihal ini, Buya Yahya memberikan solusinya agar para suami tidak bimbang saat mendapat pilihan shalat berjamaah di masjid atau bersama istri di dalam rumah.

Buya Yahya lebih dulu mengacu pada keutamaan shalat berjamaah untuk suami sebagaimana peran seorang laki-laki dianjurkan agar bisa melaksanakannya di masjid.

"Sebaik-baik shalatnya seorang pria adalah di masjid, kalau wanita adalah di rumah," ungkap Buya Yahya dalam suatu kajiannya disadur dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Senin (16/12/2024).

Ilustrasi suami istri mengisi amalan setelah shalat berjamaah di rumah atau masjid
Ilustrasi suami istri mengisi amalan setelah shalat berjamaah di rumah atau masjid
Sumber :
  • Istockphoto

 

Pembahasan ini mengacu ada anjuran bagi pria Muslim untuk mengerjakan shalat berjamaah sebaik-baiknya di masjid.

Bahwasanya shalat berjamaah merupakan ibadah yang dikerjakan minimal dua orang hingga lebih dilakukan secara bersamaan.

Beberapa bagiannya meliputi minimal harus dipimpin satu orang imam dan satu makmum saat shalat berjamaah.

Orang mukmin bisa mengerjakan shalat berjamaah baik di rumah, musholah, masjid dan tempat ibadah lainnya sekira bisa mengerjakan kewajibannya.

Shalat berjamaah memiliki hukum bersifat sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan agar meraih pahala besar.

Surat An Nisa Ayat 102 menjadi dalil Al Quran terkait anjuran shalat berjamaah, Allah SWT berfirman:

وَاِذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَاَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلٰوةَ فَلْتَقُمْ طَاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوْٓا اَسْلِحَتَهُمْ ۗ فَاِذَا سَجَدُوْا فَلْيَكُوْنُوْا مِنْ وَّرَاۤىِٕكُمْۖ وَلْتَأْتِ طَاۤىِٕفَةٌ اُخْرٰى لَمْ يُصَلُّوْا فَلْيُصَلُّوْا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوْا حِذْرَهُمْ وَاَسْلِحَتَهُمْ ۚ وَدَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ تَغْفُلُوْنَ عَنْ اَسْلِحَتِكُمْ وَاَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيْلُوْنَ عَلَيْكُمْ مَّيْلَةً وَّاحِدَةً ۗوَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِنْ كَانَ بِكُمْ اَذًى مِّنْ مَّطَرٍ اَوْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَنْ تَضَعُوْٓا اَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوْا حِذْرَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ اَعَدَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًا

Artinya: "Apabila engkau (Nabi Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu dan dalam keadaan takut diserang), lalu engkau hendak melaksanakan shalat bersama mereka, hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu dengan menyandang senjatanya. Apabila mereka (yang shalat bersamamu) telah sujud (menyempurnakan satu rakaat), hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). Lalu, hendaklah datang golongan lain yang belum shalat agar mereka shalat bersamamu dan hendaklah mereka bersiap siaga dengan menyandang senjatanya. Orang-orang yang kufur ingin agar kamu lengah terhadap senjata dan harta bendamu, lalu mereka menyerbumu secara tiba-tiba. Tidak ada dosa bagimu meletakkan senjata jika kamu mendapat suatu kesusahan, baik karena hujan maupun karena sakit dan bersiap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir." (QS. An Nisa, 4:102)

Bagi wanita Muslim sebaik-baiknya mengerjakan shalat dilakukan baik dikerjakan secara sendiri maupun berjamaah di rumah.

Para istri pada zaman Nabi lebih mengutamakan shalat di rumah masing-masing karena faktor keamanan.

Buya Yahya menyebutkan wanita Muslim bisa mendapatkan fitnah dalam berbagai perspektif yang berkeliaran saat mengerjakan shalat berjamaah di masjid.

"Tapi bukan berarti wanita dilarang masuk masjid," tegas dia.

Abu Ahmad meriwayatkan hadits dari istri Nabi, Ummu Salamah terkait istri dianjurkan shalat di rumah, Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

Artinya: "Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka." (HR. Ahmad)

Dalam hadits riwayat lainnya menerangkan tidak dianjurkan wanita shalat di masjid, seperti ini bunyinya:

حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَاصِمٍ حَدَّثَهُمْ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُوَرِّقٍ عَنْ أَبِى الأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

Artinya: "Ibnu al-Musanna telah menceritakan kepada kami bahwa Amr bin Ashim telah menceritakan kepada mereka, ia berkata; Hammam telah menceritakan kepada kami, diriwayatkan dari Qatadah, diriwayatkan dari Muwarriq, diriwayatkan dari Abu al-Ahwash, diriwayatkan dari Abdullah, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Shalat perempuan di rumahnya lebih utama daripada shalat perempuan di kamar (pribadi)-nya dan shalatnya di kamar yang kecil dalam rumahnya lebih utama daripada di (ruangan lain) di rumahnya." (HR. Abu Dawud)

"Karena Nabi pernah menyebut, jangan larang wanita ke masjid, wanita shalat di masjid diizinkan, bukan dilarang," terangnya.

Lanjut, Buya Yahya memperingatkan ada ketentuan bagi seorang istri telah dipersilahkan oleh suaminya untuk shalat di masjid.

"Maka berlebihan yang melarang wanita ke masjid, akan tetapi ada aturannya dong, terhormat," pesannya.

Ia menganjurkan agar suami tidak pernah melepaskan pandangannya kepada istri dan sebisa mungkin ikut menemani kekasihnya.

"Alangkah indahnya suami istri pergi ke masjid, dan begitulah para ulama mengatakan bahwa wanita boleh ke masjid," katanya.

Pendakwah kelahiran asal Blitar ini tidak mempermasalahkan para istri yang tetap menerapkan anjuran dari Rasulullah SAW untuk shalat di rumah masing-masing.

Saat istri memilih shalat di dalam rumahnya namun ingin berjamaah bersama suami menjadi pilihan berat bagi para pria Muslim telah berkeluarga.

Sebagai pendakwah, Buya Yahya membagikan cara suami memilih antara shalat berjamaah bareng istri di rumah atau beranjak pergi menuju masjid.

Cara pertama, ia menganjurkan suami bisa menyenangkan hati istrinya untuk shalat berjamaah di rumah.

Setelah shalat berjamaah bareng istri bisa langsung beranjak ke masjid. Meski suami telah melakukan ibadahnya sebanyak dua kali.

tvonenews

Perihal shalat berjamaah dua kali, Buya Yahya tidak mempermasalahkannya karena seorang suami bisa memperoleh pahala berlipat ganda diambil dari pandangan agama Islam.

"Anda shalat dulu dengan istri di rumah dengan berjamaah, kemudian anda pergi ke masjid untuk mengejar berjamaah di masjid," tuturnya.

Cara kedua, Buya Yahya tetap menekankan suami pilih pergi ke masjid. Ini sangat berguna bagi yang lelah atau tak mempunyai banyak waktu menunaikannya sebanyak dua kali.

"Maka di situ disebutkan bahwa shalat berjamaah itu semakin gede jemahaanya semakin gede pahalanya, maka seorang laki-laki diutamakan shalat di masjid," ucapnya.

Buya Yahya menambahkan agar suami-istri memperoleh banyak pahala tidak meninggalkan amalan lainnya, meskipun bersifat sunnah.

"Karena istri enggak bisa berjamaah, Anda juga malas, biar perbanyak shalat sunnah," sarannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alangkah indahnya kalau Anda temani, yuk neng shalat dulu yuk," pungkasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Kabar adanya tarif mengurus pajak motor Rp 700 ribu menjadi viral di media sosial. Hal ini juga menuai sorotan Kang Dedi Mulyadi
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
16 Tahun Summarecon Bekasi: Pulihkan Martabat Kota Patriot dari Stigma Negatif Melalui Pembangunan Kawasan Terpadu

16 Tahun Summarecon Bekasi: Pulihkan Martabat Kota Patriot dari Stigma Negatif Melalui Pembangunan Kawasan Terpadu

Beberapa tahun lalu, Kota Bekasi sempat menjadi sasaran perundungan netizen di seluruh Indonesia. 
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Kalah Tipis dari Arsenal, Rui Borges Yakin Sporting Bisa Comeback di London!

Kalah Tipis dari Arsenal, Rui Borges Yakin Sporting Bisa Comeback di London!

Pelatih Sporting CP, Rui Borges, tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Arsenal pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025-2026.
Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Proyek Gedung Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Proyek Gedung Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!

Trending

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Polres Lahat, Sumatera Selatan, akhirnya membongkar motif keji di balik aksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya. 
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT