Top 3 Religi: Kisah Mualaf Christian Rontini dan Wak Haji Ragnar Oratmangoen hingga Surat yang Bisa Bikin Rezeki Meletup-letup
- kolase tim tvOnenews
Setalah memeluk Islam, Rontini menggantikan namanya jadi "Yaseer Ali".
"Setelah masuk Islam saya merasa senang. Sebelumnya juga sudah senang, tetapi sekarang lebih senang lagi. Saya tidak punya lagi keraguan dan kekhawatiran karena saya tahu Allah bersama saya dan akan terus membantu saya," katanya.
"Nama baru Islam saya adalah Yaseer Ali. Di mana Yaseer karena artinya itu nomor satu, dan Ali adalah pemimpin. Kalo digabung jadinya pemimpin nomor satu," sambungnya,
Sebulan setelah mualaf, Rontini resmi menikahi Amanda Gonzales dan kini bersatus sebagai menantu Cristian Gonzales.

Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen atau yang akrab disapa Wak Haji (Sumber: kolase tim tvOnenews.com)
Artikel religi kedua yang memiliki pembaca terbanyak adalah tentang Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen atau yang akrab disapa Wak Haji.
Ragnar adalah salah satu pemain timnas Indonesia yang sangatlah populer.
Selain karena sosoknya ramah dan murah senyum yang menjadi ciri khasnya, banyak hal menarik dari Ragnar Oratmangoen.
Salah satu karena anggota Skuad Garuda Muda ini berstatus mualaf ini.
Ragnar Oratmangoen lahir dari keluarga besar non-muslim atau tepatnya nasrani.
Namun ia akhirnya mantap menjadi mualaf ketika merasakan lebih suka di Indonesia daripada Belanda.
Ragnar mengungkapkan betapa dia menyukai dan cinta dengan Indonesia karena suatu hal.
Lantas, lebih pilih Indonesia atau Belanda?.
Dalam satu momen wawancaranya di Channel YouTube Soccer77, beberapa waktu lalu, Ragnar Oratmangoen merasa lebih nyaman dan menyenangkan di Indonesia karena tingkat toleransinya tinggi.
Ia mengaku di Indonesia bebas punya pilihan tanpa terbebani oleh frame 'judge' orang lain.
"Indonesia mayoritas beragama islam, dan bagaimana pandangan kamu jika dibandingkan dengan eropa yang cukup bebas?," tanya Mamat.
"Sebenarnya tidak begitu sulit di Belanda. Namun kamu tidak akan sebebas yang diinginkan," jawab Ragnar Oratmangoen, dikutip tvOnenees.com pada Rabu (18/12/2024).
"Sebab mereka orang Belanda sangat mudah mengjudge (menghakimi) orang lain, berbeda dengan saya Indonesia," sambung Wak Haji.
Selain itu, Wak Haji senang di Indonesia karena 'bebas' dalam mendengarkan panggilan shalat (adzan).
Load more