Utang Seketika Lunas dan Rezeki Mengalir Deras, Setelah Shalat Isya Jangan Tinggalkan Ijazah Amalan ini Kata Mbah Moen
- Istimewa
Utang juga membawa orang mukmin akan mendapat hukuman di akhirat nanti selama masih belum dibayar saat hidup di dunia.
Mbah Moen pun menganjurkan amalan pelunas utang dan pembuka pintu rezeki ini dilakukan setiap selesai Isya.
Surat Qaf Ayat 39-40 menjadi dalil Al Quran terkait anjuran memperbanyak amalan setelah shalat, Allah SWT berfirman:
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوْبِ ۚ, وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاَدْبَارَ السُّجُوْدِ
Artinya: "Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari. Bertasbihlah pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai shalat." (QS. Qaf, 50:39-40)
Mbah Moen berbagi amalan ini saat diungkap oleh salah satu murid kesayangannya, KH Izzuddin.
"Dulu saya diijazahi Mbah Moen," ngaku KH Izzuddin dinukil melalui kanal YouTube NU Online, Rabu.
Menurut KH Izzuddin, amalan ini salah satu ijazah yang harus diterapkan umat Muslim atas anjuran dari Mbah Moen.
KH Izzuddin mengatakan bahwa, ijazah amalan tersebut telah membawa perubahan pada hidupnya.
Ia kerap kali mengerjakan amalan tersebut setiap selesai shalat Isya dan belum mengubah posisi duduknya.
"Sudah saya amalkan mulai saya umur 20 tahun sampai umur 75 tahun masih saya amalkan," kata dia.
Ia berpendapat amalan ini membawa pola pikir bahwa sebaik-baiknya utang tidak boleh berutang kepada orang lain.
Ia menyarankan agar sebagai pemberi bisa menjadi amalan sedekah untuk orang lain.
"Ini dilaksanakan, ibarat hikmahnya daripada utang mending mengutangi," sarannya.
Santrinya tokoh sesepuh PPP ini menyampaikan ijazah ini berupa empat amalan yang selalu digetarkan selepas Isya.
Ia merasa keberkahan selalu menyelimuti kehidupannya setiap hari diduga berkat dari amalan tersebut.
Load more