Jauh-jauh Hari Gus Baha Ungkap Alasan Besar Mbah Moen dan Habib Luthfi bin Yahya Sering Diundang Pejabat Negara, Ternyata...
- NU Online Jatim
"Sementara jika diminta oleh alumni sering susah untuk hadir," sambung dia menambahkan.
Menurut Gus Baha, Mbah Moen dan Habib Luthfi mempercayai bahwa santrinya telah mandiri dan menerapkan ilmu pengetahuannya saat mengenyam pendidikan.
"Jika mahabbah atau kecintaan seorang santri sudah permanen. Karena itu Mbah Moen tidak perlu menyervisnya," terangnya.
Gus Baha mengambil seputar kisah Rasulullah SAW saat memberikan contoh kepada para pejabat dan sahabatnya.
"Seperti halnya yang dilakukan oleh Rasulullah kepada para sahabat Anshor," katanya.
Ia memahami Mbah Moen akan mendapat pertanyaan seputar sang ulama sering bersua dengan pejabat dianggap tidak memperdulikan santri dan jemaah menimbulkan spekulasi telah mengalami kerusakan zaman.
"Mbah Moen jarang melakukan itu karena mengikuti sabda Nabi, jadi Mbah Moen jarang mengomentari zaman ini," tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa Mbah Moen dan Habib Luthfi tetap berpegang teguh memegang prinsip dari Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) agar menerapkan sunnah dari Nabi Muhammad SAW.
Kedua ulama ini, kata Gus Baha, tidak ingin membedakan golongan yang buruk dan baik.
"Sehingga kalau beliau berkongsi dengan siapa pun termasuk pemerintah. itu dari awal memang riwayatnya itu: Orang baik atau pun tidak," paparnya.
"Anda jangan menuntut pilah-pilah, lah riwayatnya ini baik atau buruk kok, Anda menuntut pilah-pilah," lanjutnya.
"Jadi kalau Anda memilah-milah berarti Anda tidak baca hadis ini," tambahnya lagi.
Rahasia keduanya mengingikan kolaborasi sekaligus koalisi dengan pemerintah demi keamanan santri dan pesantren.
"Saya masih ingat dulu ketika kiai-kiai belum dekat pejabat, kalau ada teroris atau apa, itu yang diintai adalah pesantren," katanya.
Ia menjamin bahwa para tokoh agama sebagai bagian dari pemeran memperjuangkan keamanan dan kedamaian bangsa Indonesia.
"Namun barokahnya kiai-kiai berkawan dengan pejabat, sekarang kalau ada terorisme tidak mencari pesantren, karena kiai-kiai tidak diragukan lagi loyalitas terhadap NKRI," beber dia.
"Jadi orang harus punya pangkat atau bermitra dengan orang berpangkat supaya keagamaannya tidak diganggu," sambungnya.
Gus Baha menganggap orang yang mempunyai pemahaman terhadap agama juga berhak mendapat hak ingin mendamaikan hidupnya.
Load more