Bukan Setelah Shalat Tahajud, Waktu Terbaik Sahur Sebelum Puasa Ramadhan di Jam ini agar Dikepung Rezeki Kata Ustaz Adi Hidayat
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat telah mendengar sahur untuk persiapan puasa Ramadhan, paling populer dikerjakan setelah shalat Tahajud.
Ustaz Adi Hidayat turut mendukung setelah shalat Tahajud, bisa melakukan pengisian berbagai amalan, sekaligus sahur sebelum memulai puasa Ramadhan.
Namun, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan waktu terbaik sahur puasa Ramadhan, tidak hanya selepas shalat Tahajud karena ibadah sunnah ini punya waktu yang cukup panjang.
Menurut UAH, ada kekeliruan apabila perspektif sahur hanya setelah shalat Tahajud. Waktu terbaik makan dan minum menjelang puasa Ramadhan ini, cara memperoleh rezeki dari segala arah.
"Kalau Anda bisa melakukan ini, kata Nabi, Allah akan memberikan tambahan keberkahan," ujar UAH dinukil dari kanal YouTube Ummu Haniyah, Minggu (2/2/2025).

- iStockPhoto
Â
Sahur adalah salah satu kegiatan berupa amalan yang biasa dilakukan hendak berpuasa, baik sifatnya sunnah maupun wajib di bulan suci Ramadhan.
Sahur merupakan kegiatan menyantap makanan dan minuman, berguna untuk mengisi kekosongan perut dan cadangan energi selama menjalani puasa Ramadhan.
Tantangan umat Muslim paling utama ketika berpuasa menahan rasa lapar dan dahaga, tidak sedikit dari mereka sukses menjalani ibadahnya, ada juga tidak kuat disebabkan beberapa hal.
Kebanyakan orang telah melakukan sahur dari pertengahan malam hingga menjelang waktu Subuh tiba. Jadwal amalan sunnah muakkad ini tentu berbarengan dengan pelaksanaan shalat Tahajud.
Pelaksanaan shalat Tahajud paling populer mengacu pada sepertiga malam, yang biasa dilakukan dari tengah malam sampai sebelum muadzin mengumandangkan adzan Subuh.
Tidak sedikit dari mereka mengerjakan shalat Tahajud di jam 3 pagi, tanda tengah-tengah waktu sepertiga malam. Kebanyakan mengartikan pada momen tersebut sangat berguna menyampaikan hajat dan membaca doa.
Biasanya setelah menunaikan shalat Tahajud mengutamakan untuk memperbanyak amalan, tidak jarang bagi yang ingin puasa sunnah dan Ramadhan mengisi sahur sesuai shalat sunnah malam.
UAH mengacu pada pelaksanaan shalat Tahajud yang kerap dilakukan secara random, ada yang mengawali, pertengahan, dan di batas akhir waktunya.
Jika shalat Tahajud berada di awal waktu, maka dipastikan pelaksanaan sahur juga mengiringi ibadah sunnah malamnya itu.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu lebih menekankan waktu terbaik sahur, tidak serta merta berpacu dengan Tahajud, tetapi mengikuti anjuran dari Rasulullah SAW.
Ia menyinggung soal adanya jadwal imsak dan adzan Subuh, dimana kedua hal tersebut tanda-tanda sahur tidak boleh dikerjakan lagi. Artinya, tak ada sesuatu memasuki rongga mulut, seperti makanan dan minuman yang bisa membatalkan ibadah puasa Ramadhan.
"Kata Nabi yang sunah itu makan di waktu sahur. Kapan sahur itu? Kisaran 20 menit, 30 menit sebelum fajar," jelas dia.
30 menit sebelum waktu Subuh tiba merujuk pada waktu sahar. Jam tersebut juga menjadi tanda pelaksanaan shalat Tahajud yang terbaik karena umat Muslim bisa memperbanyak amalan.
Sahar juga menjadi waktu terbaik shalat Tahajud, di mana Allah SWT melimpahkan rezeki kepada hamba-Nya. Sebab, momen itu bisa menggetarkan doa, istighfar, dzikir, tasbih, dan lain-lain.
"Jadi kalau Anda ingin menunaikan sahur, makan sebelum puasa itu, yang sunah dilakukan paling awal 30 menit sebelum Subuh. Ini yang disebut makan sahur," katanya.
Bagi UAH, menyantap makanan dan minuman di awal waktu bikin mempercepat rasa lapar saat melaksanakan puasa. Hal ini berkaitan proses pengolahan dan sirkulasi di dalam tubuh berlangsung dengan cepat.
"Misal jika jam 3 atau setengah 3, itu saya pastikan belum sahur. (Makan dan minum) terlalu awal. Sama saja hukumnya dengan Anda makan jam 10 malam, jam 11 (malam)," tandasnya.
(hap)
Load more