News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bikin Pengajian Khusus tapi Gunakan Tema yang Umum, Apakah Afdhol? Ustaz Adi Hidayat Paparkan Sifat-sifatnya

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan sifat-sifat pengajian ada dua. Ia menyoroti apabila ada yang menggelar secara khusus pakai tema umum pengaruhi ini.
Selasa, 4 Februari 2025 - 18:33 WIB
Ustaz Adi Hidayat (UAH) jelaskan sifat-sifat pengajian khusus dan temanya
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat seperti biasanya mengisi acara tausiyahnya dengan semangat. Kebetulan ia mengambil tema seputar "pengajian".

Ustaz Adi Hidayat mengatakan setidaknya pengajian memiliki dua sifat, yakni umum dan khusus. Artinya, ada perbedaan mencolok dari kedua hal ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak sedikit sekumpulan orang membuat acara pengajian khusus, namun tema yang diambil bersifat umum. Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan hal ini berdampak terhadap gelaran itu sendiri.

Menurut UAH, wajib memahami terlebih dahulu seputar cara menggelar pengajian dan sifat-sifatnya. Sangat berdampak untuk pemahaman nilai ilmu agamanya.

"Bagaimana menyelenggarakan dan mengatur majelis ilmu yang disebut majelis taklim? Nah boleh punya dua sifat. Sifat pertama majelis khusus, dan kedua pengajian yang umum," ungkap UAH dalam suatu kajiannya dinukil dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Selasa (4/2/2025).

Ilustrasi beberapa perempuan membaca Al-Quran di kelompok pengajian
Ilustrasi beberapa perempuan membaca Al-Quran di kelompok pengajian
Sumber :
  • Freepik/odua

 

Perbedaan sifat-sifat ini mengingatkan penegasan, pengajian adalah kegiatan yang biasa diisi dengan belajar-mengajar seputar agama Islam.

Kegiatan pembelajaran memperdalam nilai-nilai agama Islam berlangsung dilakukan secara bersama-sama, istilah populernya kalau dalam shalat adalah berjamaah.

Ada banyak sekali kegiatan dalam pengajian yang sangat bermanfaat, bahkan untuk pembekalan diri sendiri memahami dan memperbanyak ilmu agama Islam.

Kegiatan-kegiatan yang menjadi ciri khas digelar dalam pengajian, antara lain berupa kajian ceramah atau tausiyah disampaikan oleh tokoh agama, ulama, penceramah, ustaz atau ustazah.

Tujuan utamanya tidak lain mempertebal iman dan takwa melalui pengamalan Ayat Suci Al Quran, penafsiran hadis riwayat, fiqih, akidah.

Kemudian, momentum menceritakan kisah-kisah seputar para Nabi dan sahabat juga sangat tepat di dalam gelaran ini. Hal tersebut berguna betapa pentingnya memperkaya pengetahuan agama.

Pengajian juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan berupaya hidup semakin berkualitas, setelah mengikuti acara berbasis keagamaan.

UAH menyebutkan ada dua jenis pengajian yang terdiri dari sifat khusus dan umum. Ada pun khusus pastinya mengambil tema-tema yang dikhususkan, biasanya bertujuan benar-benar memperdalam tajuk yang dipilih mereka.

Soal pengajian umum biasanya berbasis dengan acara keagamaan yang masuk dalam kategori besar dan tidak hanya mengkhususkan satu tema saja.

"Ini yang khusus dibagi dua lagi, ada yang terkait dengan gendernya. Misalnya khusus pengajian ibu-ibu saja, khusus bapak-bapak saja. Artinya kan dikhususkan dan jelas kalimatnya," ujar dia.

Lantas, apakah boleh pengajian khusus berubah menjadi umum? UAH kembali mengambil contoh dari acara tersebut dikhususkan untuk ibu-ibu.

"Bapak-bapak enggak usah maksa sekali pun pematerinya bagus kan, apalagi nyamar dan sebagainya. Ini pelanggaran," katanya.

Lebih lanjut, UAH mengaitkan pada kondisi tertentu yang benar-benar tidak terbuka untuk umum, dalam bagian kedua di pengajian khusus.

"Secara tema dan kondisinya ini khusus, misal di instansi tertentu untuk pembekalan tertentu. Saya sampaikan misalnya yang pebisnis, pengusaha membahas tentang dunia usaha saka, keluarkan ayat-ayat khusus membahas tentang bisnis, hadis-hadis pedoman tentang berbisnis," imbuhnya.

Ia menegaskan pengajian bersifat khusus yang dipaksakan menjadi umum, tidak akan berbuah baik dan sulit mendapatkan titik fokus dalam tujuan digelarnya acara tersebut.

"Ini dikhususkan situasinya beda, bahwasanya kondisinya tidak sama. Bukan ingin eksklusif, tetapi kondisinya memang terbatas," tegasnya.

Bagian gender dalam jenis pengajian khusus, UAH menjelaskan ada aturannya. Semisal memiliki susunan tema sedari awal dibentuk agar pembahasannya merata tanpa bentrok dengan tajuk yang sama.

"Kita ngaji beberapa hadis termasuk di Imam Al Bukhari, topik ketiga itu ada namanya Kitabul Ilmu, jadi di Al Bukhari itu ada 97 topik dan dijadikan sangat sistematis terkurikulum, diukunya gini dari harinya, orangnya, tempat sampai materinya," terangnya.

tvonenews

Menurut UAH, teruntuk ibu-ibu tidak perlu mengadakan pengajian yang umum, cukup membuat yang sifatnya khusus untuk bisa menyerap ilmu agama dari tema telah ditentukan di acara ini.

"Ibu-ibu bikin pengajian enggak usah tinggi-tinggi, bahas pengajian kok malah dibahas fiqih jihad. Udah ibu di rumah ngaji gimana caranya jadi perempuan yang baik, ayat-ayat hadis-hadis tentang jadi ibu, jadi istri, jadi anak," bebernya.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu sedikit mengulas kondisi umat Islam pada zaman dahulu mengapa banyak orang yang pintar namun menguasai di berbagai bidang.

Ia mengatakan penguasaan beberapa bidang yang dimiliki seseorang, tidak lain disebabkan karena gelaran pengajian khusus. Mereka benar-benar serius ketika memperdalam ilmu agamanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rata-rata paling sedikit lima bidang. Silakan cek Imam Syafi'i itu berapa untuk disiplin ilmu yang dikuasai? Bukan hanya tafsir, hadis, fiqih, dalam sejarah juga khatam Bab ilmu kedokteran," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apa Kabar Rochy Putiray? Eks Striker Timnas Indonesia yang Gagal Main di Prancis, tapi Cetak 2 Gol ke Gawang AC Milan

Apa Kabar Rochy Putiray? Eks Striker Timnas Indonesia yang Gagal Main di Prancis, tapi Cetak 2 Gol ke Gawang AC Milan

Jika berbicara tentang siapa striker legendaris Timnas Indonesia dengan pencapaian paling ikonik di level internasional, nama Rochy Putiray masuk dalam daftar.
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 4 April: Ada Duel Dua Tim Pesakitan! Megawati Hangestri Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 4 April: Ada Duel Dua Tim Pesakitan! Megawati Hangestri Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 4 April yang bisa menjadi kesempatan Megawati Hangestri bersama Jakarta Pertamina enduro untuk bangkit dari kekalahan.
Media Vietnam 'Girang' Pemain Timnas Indonesia Tersandung Masalah di Liga Belanda: Kabar Baik untuk Vietnam

Media Vietnam 'Girang' Pemain Timnas Indonesia Tersandung Masalah di Liga Belanda: Kabar Baik untuk Vietnam

Salah satu media Vietnam ikut menyoroti masalah administrasi yang menimpa pemain diaspora Timnas Indonesia. Hal itu disebut jadi kabar baik bagi Timnas Vietnam.
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus jelaskan bahwa terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan yang diberikan untuk mengawal kasus penyiraman air keras

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Persija Jakarta mendapat angin segar menjelang lawan Bhayangkara FC. Walau tidak ada penyerang Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dua pemainnya beri kabar baik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT