News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apakah Boleh Busana yang Kena Air Mani Belum Dicuci Langsung Digunakan untuk Shalat? Buya Yahya Bicara Kesucian

Buya Yahya membicarakan hukum shalat dari segi kesucian jika dalam kondisi mengenakan busana yang kecipratan air mani setelah hubungan intim atau mimpi basah.
Selasa, 18 Februari 2025 - 22:30 WIB
Buya Yahya jelaskan kesucian saat shalat pakai busana kecipratan air mani
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Buya Yahya

tvOnenews.com - Air mani menempel di busana dalam kondisi belum dicuci sering terjadi langsung dikenakan untuk mengerjakan shalat.

Tidak sedikit suami istri mengerjakan shalat menggunakan busana ketempelan air mani setelah melakukan hubungan intim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biasanya air mani menempel di bagian celana, namun suami istri tersebut setelah hubungan intim belum sempat mengganti busananya ketika mengerjakan shalat.

Selain hubungan intim, ada juga setelah bangun tidur langsung mengerjakan shalat. Padahal ia sebelumnya tidak sengaja mimpi basah.

Pertanyaannya, apakah boleh shalat menggunakan busana yang kecipratan air mani? Buya Yahya menjawab pertanyaan ini dari segi seputar kesucian ibadah.

Ilustrasi shalat saat pakai busana tanpa kecipratan air mani
Ilustrasi shalat saat pakai busana tanpa kecipratan air mani
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Dinukil tvOnenews.com dari channel YouTube Buya Yahya, Selasa (18/2/2025), Buya Yahya menginformasikan soal hukum shalat apabila pakaiannya masih ada sisa air mani.

Shalat berarti ibadah yang mengandung kesucian. Setiap orang mukmin harus menjaga kebersihannya.

Ketika shalat mengandung hal-hal najis, maka ibadahnya dipastikan batal dan belum dibilang telah sah.

Hal ini mengingatkan anjuran melakukan Wudhu sebelum shalat, salah satu ibadah yang wajib dikerjakan umat Muslim.

Pasalnya, Wudhu mampu membersihkan hadas yang menempel di bagian tubuh. Saat shalat tidak perlu mengkhawatirkan soal kesuciannya lagi.

Ada kalanya orang tidak mengetahui apakah pakaian yang dikenakannya telah kecipratan air mani. Semisal hal yang sering terjadi ketika bangun tidur.

Mungkin, setelah sepasang kekasih melakukan hubungan istri, mereka pastinya akan mengetahui pakaian apa saja yang terkena air mani.

Buya Yahya merincikan pakaian yang sering kecipratan cairan putih dari dalam tubuh ini, antara lain baju, celana, sarung hingga celana dalam.

Pengasuh LPD Al Bahjah itu telah mendengar air mani dianggap najis. Namun, ia membantah pernyataan tersebut.

Mengapa Buya Yahya menepis air mani adalah najis? Ia mengaitkan dengan kaidah dasar tentang cairan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Air mani suci, air mani itu suci," ungkap Buya Yahya.

Kemudian, Buya Yahya menyoroti apakah masih boleh busana kecipratan air mani digunakan untuk shalat, apalagi dalam kondisi belum sempat dicuci pemiliknya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di jalan nasional depan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kecamatan Jatinangor.
Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran hebat melanda kawasan pada penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.
Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Tim gabungan hingga saat ini terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.
BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, karena tidak mengantongi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta.
KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT