Saat Puasa Tak Sengaja Lihat Aurat Lawan Jenis Terbuka, Bikin Batal Gak Sih? Ustaz Adi Hidayat Jawab Perkara ini
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Puasa adalah ibadah yang menekankan bagaimana seseorang bisa melawan hawa nafsunya.
Syahwat menjadi tantangan terberat bagi umat Muslim selama menunaikan ibadah puasa, baik secara sunnah maupun wajib di bulan Ramadhan.
Syahwat atau hawa nafsu yang bergejolak sangat rentan menyebabkan ibadah puasa batal. Sebab, ibadah ini tidak hanya sekadar menahan rasa lapar dan dahaga saja.
Tetapi, ada kala seorang mukmin tengah menjalani ibadah puasa, tidak sengaja matanya melihat aurat yang terbuka lebar dari lawan jenisnya.
Orang melihat aurat dengan mata telanjang, tentu berkaitan dengan hal-hal mengarah kepada kemaksiatan di tengah puasa Ramadhan.
- iStockPhoto
Ā
Sebagai pendakwah karismatik, Ustaz Adi Hidayat mendapat pertanyaan terkait hukum puasa, apabila melihat hal yang tidak wajar, seperti aurat terbuka terutama dari lawan jenisnya.
Lantas, apakah puasa batal setelah melihat aurat yang terbuka tanpa unsur kesengajaan? Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengupas tuntas kasus seperti ini sebagai berikut.
Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Muslimah Hijah ID, Kamis (20/2/2025), UAH memaparkan hal-hal membatalkan puasa, termasuk aurat yang terbuka lebar.
Dalam kehidupan, tidak ada satu pun bisa menghindari perbuatan kemaksiatan. Kemungkinan hanya beberapa golongan mengalami seperti ini, walaupun hitungannya kecil hanya sekian persen.
Namun, mereka dapat berusaha untuk menghindari hal-hal kemaksiatan, dengan cara istiqomah tetap berpegang teguh dalam ajaran agama Islam.
Selama mereka tidak keluar jalur dan melenceng dari syariat, maka bisa memperkecil kondisi tersebut dan terus berikhtiar untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
Terutama ketika puasa Ramadhan, UAH menerangkan ibadah ini memberikan isyarat, seluruh anggota tubuh baik pandangan, lisan, bahkan pendengaran sekali pun wajib dijaga oleh umat Muslim.
Sebaliknya, hal-hal membatalkan puasa yang utama, dipastikan melalui makan dan minum, karena ada sesuatu masuk ke dalam bagian rongga mulut yang mengarah ke pencernaan tubuh.
UAH mendapatkan kasus sebenarnya ada banyak hal yang bikin puasa batal, semisal melakukan hubungan suami istri di siang hari, menonton dan menyaksikan langsung aksi yang memperlihatkan aurat dari lawan jenis.
Menurut Direktur Quantum Akhyar Institute itu, berarti beberapa kasus tersebut telah memberikan adanya kesalahan dan dosa yang mengarah kepada sifat kafarat.
"Segala hal yang terkait dengan maksiat langsung atau misalnya pelanggaran-pelanggaran yang termasuk keadaan membatalkan puasa berhubungan suami istri dilakukan di bulan Ramadhan, langsung melanggar ketentuan bahkan ada kafarat di situ," ujar UAH.
Ia tidak bisa mentolerir soal aurat lawan jenis apabila dilakukan dengan sengaja, maka tetap saja puasanya bisa batal.
"Termasuk golongan yang di dalamnya apabila sengaja bermaksiat kepada Allah SWT, misalnya menonton acara-acara tidak benar, sengaja mengamati aurat dengan sengaja itu membatalkan puasa," tegas dia.
Pendakwah lulusan S2 di UIN Bandung ini membicarakan jika kondisi tersebut tanpa sengaja. Menurutnya, tidak ada unsur yang membuat puasa batal.
Meski demikian, UAH lebih menekankan jika terdapat lawan jenis secara terang-terangan mengumbar auratnya, maka segeralah membuang penglihatannya dan bisa mengarahkan ke bagian lain.
Tak hanya itu, seseorang bisa langsung mengucap kalimat istighfar, karena hal tersebut hanya mengganggu keabsahan ibadah puasanya.
"Berarti kalau misalnya lewat terlihat secara tidak sengaja, maka yang demikian tidak batal puasa, dengan catatan Antum langsung memalingkan hal itu, dengan pandangan yang lebih baik lagi," paparnya.
UAH menambahkan faktor ini adalah hal yang lumrah dan tidak sekadar berlaku untuk kalangan laki-laki, bahkan wanita yang tanpa sengaja melihat aurat lawan jenisnya, tidak akan mengganggu kesempurnaan puasanya.
UAH mengambil pemaparan dalam Surat Ali Imran Ayat 133, yang memberikan perintah segera bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
"Segera bergegaslah untuk istighfar kepada Allah, ini juga bukan hanya laki-laki kepada perempuan, tapi perempuan kepada laki-laki juga sama," tandasnya.
(hap)
Load more