Puasa Tapi Kok Tidak Shalat? Ustaz Adi Hidayat: Berkata Kotor Saja Allah Tidak Butuh Puasanya, Apalagi Ini?!
- Ilustrasi/Freepik
tvOnenews.com - Ramadhan 1446 H/2025 M akan tiba sebentar lagi. Saat itulah seluruh umat Islam wajib puasa. Namun bagaimana jika puasa tapi tidak shalat wajib atau tarawih? Berikut pesan mendalam dari Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam di dunia. Hal ini karena saat itu ada banyak sekali keutamaan dari bulan Ramadhan. Maka dari itu, selain puasa, sangatlah dianjurkan bagi umat muslim untuk meningkatkan ibadah, karena pahala yang didapatkan akan berlipat-lipat.
Namun sayangnya, masih saya ada yang hanya menjalankan puasa saja tapi tidak shalat wajib apalagi tarawih.
Padahal meski shalat tarawih hukumnya sunnah, namun sangat diutamakan sebagai bentuk menghidupkan malam bulan Ramadhan.
Maka bagaimana kedudukan seorang Muslim yang puasa tapi tetap meninggalkan shalat ketika bulan Ramadhan?
Dalam ceramah yang diunggah di kanal YouTube, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mendapatkan sebuah pertanyaan dari salah satu jemaah yang hadir di acara tersebut, dimana ia menanyakan tentang sebuah hadits yang mengatakan jika berpuasa namun tidak melaksanakan shalat maka puasanya tidak sah.
Mendengar pertanyaan itu, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, dalam hadits tersebut jangankan shalat dan juga status puasanya bahkan masalah perilaku pun akan dinilai.
Ustaz Adi Hidayat pun menyampaikan kalau nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan peringatan keras yang haditsnya sangat luar biasa, bahkan mendekati hadis tingkat tinggi derajatnya.
"Maka siapapun orang-orang yang puasa meninggalkan makan minumnya tapi dia, mohon maaf tidak terputus dengan kata-kata yang kotor yang jorok perbuatan yang tercela maka Allah tidak butuh pada puasanya" tandas UAH.
Jadi menurut Ustaz Adi Hidayat, bila merunut dari Hadits tersebut kalau masih ada orang puasa masih senang mencuri, mencela, maka Allah tidak butuh pada puasanya.
Jangan coba-coba menyandingkan puasa dengan maksiat, dikatakan kalau saat seseorang itu berpuasa memiliki fungsi untuk menutup maksiat.
Sehingga jika ada orang berpuasa masih mengerjakan maksiat maka ada yang salah dalam puasanya.
Ustaz Adi Hidayat pun menuturkan, dalam hadits riwayat sahabat Abu Hurairah, beliau menyampaikan kalau Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Puasa yang benar itu akan memberikan perisai dari kemaksiatan, maka orang puasa tidak boleh mengerjakan hal yang kotor, kata-kata kotor, jorok, tindakan kotor, tidak bagus, begitu dikerjakan tidak ada nilai puasa-nya" tandas UAH.
Selain itu Ustaz Adi Hidayat juga mengatakan dalam puasa ada yang namanya mubthilat yakni yang membatalkan langsung seperti makan dan minum dan ada yang namanya mafsadat atau merusak.
Namun terkadang orang-orang kebanyakan hanya berfokus pada hal yang membatalkan, padahal hal-hal yang merusak puasa justru lebih berbahaya.
Contoh dari mafsadat atau yang merusak puasa kebanyakan tidak menyadarinya kalau itu merupakan perbuatan yang merusak puasa seperti ghibah, mencela.
Hal-hal tersebut merusak dan menghalangi pahala puasa. Bagi orang yang berbuat jahallah, maka Allah tidak butuh pada puasanya, apalagi yang meninggalkan shalatnya.
Wallahu’alam bishawab
(put)
Load more