Lebih Utamakan Makan atau Shalat Dulu saat Buka Puasa? Gus Baha Jelaskan yang Terbaiknya Diambil dari Kisah ini
- Tangkapan layar YouTube LASEM TV OFFICIAL
Pernyataan dari kiai tersebut selaras dengan doa yang dilontarkan Nabi Ibrahim AS. Gus Baha menuturkan amalan yang diucap oleh Nabi seputar dengan rezeki.
Nabi Ibrahim AS sangat memperdulikan masyarakat Makkah agar dilimpahkan rezeki. Maksudnya, keberkahan akan membantu ibadah shalat mereka tetap khusyuk.
Mengapa makan lebih penting daripada shalat wajibnya? Gus Baha mengatakan hal ini berkaitan pada kondisi fisik.
Kondisi fisik yang melemah kemudian dipaksakan untuk shalat, hanya akan menimbulkan ketidak khusyukan pada shalatnya. Kekuatan tubuh menjadi faktor terpenting pada bagian bab ini.
Doa Nabi Ibrahim AS yang berkaitan dengan rezeki, yakni berkalimat "Fasholah maqsudah". Gus Baha mengartikan makan dianjurkan lebih dulu sebelum shalat.
Kebingungan ini menjawab lantaran tidak sedikit orang mukmin lebih mementingkan shalat setelah mendengar adzan Maghrib. Selepas itu, baru menyegerakan buka puasanya tanpa ada fikiran ibadah wajibnya lagi.
Pilihan itu tidak menguatkan alasan logisnya. Sebab, energi tubuh juga menjadi kebutuhan bagi kesehatan manusia, bahkan makan lebih dulu akan mengarahkan pada prinsip yang tertuang dalam agama Islam.
Namun demikian, Gus Baha tidak ingin memperdebatkan lebih jauh, karena keduanya adalah hal baik selama disertai dengan niat yang tulus tanpa adanya pamrih terhadap ibadahnya.
"Intinya, keduanya adalah ibadah yang harus dilaksanakan dengan baik. Semua ini pada akhirnya tentu saja, kembali pada niat kita untuk menjalankan perintah dari Allah SWT," tandasnya.
(hap)
Load more