Jangan Sekali-kali Tidur di Waktu ini, Bukannya Rezeki Datang Seluas Samudera Malah Makin Seret Kata Gus Baha
- Tangkapan layar YouTube LASEM TV OFFICIAL
tvOnenews.com - Tidur dan rezeki dalam kehidupan saling berkesinambungan. Keduanya merupakan anugerah yang dilimpahkan oleh Allah SWT.
Gus Baha menuturkan seseorang yang menggunakan waktu tidur dengan baik, penyebab aliran rezeki datang bertubi-tubi.
Allah SWT akan memberikan rezeki kepada hamba-Nya jika memiliki pola tidur yang teratur. Gus Baha sangat mendukung hal ini.
Gus Baha mengatakan kadang-kadang ada orang yang sengaja tidur tapi di waktu terlarangnya, sehingga orang tersebut telah mempersempit rezeki miliknya sendiri.
Kapan waktu larangan tidur bisa mempengaruhi aliran rezeki versi Gus Baha?
- iStockPhoto
Disadur tvOnenews.com dari channel YouTube Dakwah Digital, Selasa (25/2/2025), Gus Baha menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan rezeki.
Dalam agama Islam, Rezeki di kehidupan memiliki banyak jenis. Keberkahan tidak selalu berupa uang atau harta.
Rezeki dalam kehidupan bisa berbentuk lainnya, seperti jodoh, karier, kebahagiaan, kesehatan, dan sebagainya.
Namun, Islam mengajarkan rezeki yang ditetapkan oleh Allah SWT tidak serta merta mudah didapatkan begitu saja.
Setiap umat Muslim harus bekerja keras bagaimana cara memboyong rezeki hidupnya, baik menggunakan cara ikhtiar maupun tawakal.
Salah satu mendapatkan rezeki semisal dengan mencari nafkah sebagai aktivitas utama sehari-harinya, sehingga seseorang merasa yakin ada keberkahan yang dilimpahkan oleh Allah SWT.
Nahasnya, masih banyak orang mukmin membuang kesempatan rezekinya, karena disebabkan kurangnya pemahaman terkait hal ini.
Gus Baha menjelaskan penyebab rezeki hidup seret karena tidur. Ia mengambil kisah dari Nabi Idris AS dalam persoalan ini.
"Coba kita mengingat lagi dari kisah Nabi Idris. Beliau sangat mulia karena sering melihat cahaya matahari," ujar Gus Baha.
Pendakwah kondang asal Rembang ini menyebutkan waktu larangan tidur terletak saat matahari baru memancarkan sinarnya.
Waktu tersebut mengarahkan pada berakhirnya Subuh. Artinya, matahari mulai terbit dan menyinari langit dan bumi.
"Matahari yang terkenal muncul tiap pagi dan kamu tinggal tidur itu lho. Matahari kan tujuannya sudah jelas, menyinari bumi, tapi kamu malah tinggal tidur," kata dia.
Kenapa tidur setelah Subuh mempengaruhi sempitnya rezeki?
Gus Baha menjelaskan ada banyak sekali keberkahan yang dilimpahkan oleh Allah SWT saat matahari mulai terbit. Terlebih lagi, waktu ini memberikan tanda aktivitas kehidupan akan dimulai.
Kebanyakan orang telah mempersiapkan aktivitas sehari-harinya, seperti bekerja, berdagang, dan mencari nafkah dalam bentuk lainnya.
Tidur di waktu ini akan mempersempit minimal dari segi pendapatan, sehingga hanya membuang waktu bagaimana bisa menghargai rezeki.
Selain itu, waktu matahari terbit atau setelah Subuh juga menjadi momen terbaik sekiranya ingin memperbanyak amalan dan ibadah lainnya. Hal ini bertujuan untuk mempertebal pahala dan menyampaikan hajat.
"Makanya tidur pagi itu tidak berkah karena menyinggung matahari," ucapnya.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk tidur dan tidak menyebabkan rezeki seret?
Gus Baha memaparkan tidur di waktu yang bukan dilarang dalam syariat, bisa memberikan potensi ladang pahala, bahkan keutamaannya setara dengan Tahajud.
Tidur di waktu terbaiknya, kata Gus Baha, juga berpotensi meninggalkan segala hal yang berbau kemaksiatan, apalagi mengandung nilai ibadah.
"Pokoknya kalau tertidur habis Isya terus bangun Subuh, niat tidurmu meninggalkan maksiat. Bisa saja orang yang tertidur itu, berniat meninggalkan maksiat," tandasnya.
(hap)
Load more