Mengapa Puasa Ramadhan Diwajibkan? Tak Disangka Ternyata Inilah Alasannya
- istockphoto
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bayangkan, ibadah puasa yang kita lakukan dinilai langsung oleh Allah SWT. Betapa beruntungnya kita, karena setiap detik yang kita jalani dalam keadaan berpuasa akan menjadi catatan pahala yang luar biasa.
Selain itu, di bulan Ramadhan ini, kita juga dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, bukan hanya dalam makan dan minum, tapi juga dalam menahan emosi dan cara berperilaku.
Puasa juga membantu kita membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti marah, iri, dan dengki. Dengan menahan diri, hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Pada bulan Ramadhan inilah waktu terbaik untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri.
Saat kita lapar, kita jadi lebih memahami bagaimana rasanya menjadi orang yang kekurangan. Saat puasa, kita belajar bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dan terdorong untuk berbagi kepada sesama. Maka, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan sedekah, dimana pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
Load more