News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Mualaf Jusuf Hamka, Bos Jalan Tol itu Cerita Masuk Islam Bukan hanya Peran Buya Hamka tapi karena Toa Masjid

Bos jalan tol, Jusuf Hamka menceritakan kisah perjalanan mualaf tiidak hanya disebabkan Buya Hamka, tetapi juga karena toa masjid yang berada di depan rumahnya.
Senin, 7 April 2025 - 19:32 WIB
Jusuf Hamka ceritakan kisah perjalanan mualaf
Sumber :
  • tvOne

tvOnenews.com - Mohammad Jusuf Hamka selaku bos jalan tol sekaligus politikus menceritakan kisah perjalanan memutuskan mualaf.

Jusuf Hamka yang mulanya bermama asli Alun Joseph lahir pada 5 Desember 1957 itu resmi menjadi mualaf mengucapkan dua kalimat syahadat pada 1981.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa keputusan Jusuf Hamka menjadi seorang mualaf karena peran publik figur ternama, Buya Hamka.

Akan tetapi, Jusuf Hamka mengatakan, ada banyak faktor yang mempengaruhi ia mantap memeluk agama Islam selain dituntun langsung oleh Jusuf Hamka.

Lantas, seperti apa kisah mualaf Jusuf Hamka? Simak cerita lengkapnya di bawah ini!

Jusuf Hamka.
Jusuf Hamka.
Sumber :
  • Antara

 

Awal Mula Perjalanan Mualaf Jusuf Hamka

Dalam suatu kesempatan, Jusuf Hamka menghadiri acara yang dipimpin oleh host ternama, Helmy Yahya.

Dilansir dari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Senin (7/4/2025), Jusuf Hamka menceritakan sebelum tertegun dengan agama Islam, ia lahir dan hidup di keluarga etnis Tionghoa.

Namun, Jusuf Hamka mengatakan, walaupun keluarganya memiliki darah keturunan Tionghoa, tetapi ia tetap menjaga pergaulannya bahkan selalu bermain bersama teman-temannya yang menganut agama Islam.

"Islam ini telah membentuk karakter saya dari muda sebenarnya, karena teman-teman saya Islam semua," ujar Jusuf Hamka.

Ia merasakan ada toleransi yang tercipta dan begitu tinggi dari orang Islam dirasakan olehnya. Ia juga menceritakan di mana pada suatu hari sang ibu jatuh sakit hampir stroke.

Ketika ibunya sakit, Jusuf Hamka selalu mendengar lantunan suara adzan yang indah karena di depan rumahnya, terdapat masjid dan selalu memakai toa atau pengeras suara ketika waktu adzan tiba.

"Saya waktu itu kan banyak teman teman Muslim. Walau saya belum Muslim, saya berinteraksi. Saya bicara dengan pengurus masjidnya," jelas Jusuf Hamka.

"Saya bilang, ‘Pak kiai ibu saya sakit, ibu saya suka kebangun malem kalau dengar suara adzan. Boleh enggak bantu saya tiga hari dikecilin sampai ibu saya sembuh atau nanti kami cari tempat saudara kami pindahin'," sambung dia.

Jusuf Hamka yang saat itu masih disapa Babah Alun terkejut atas jawaban pengurus masjid setelah mendengar permintaan suara toa dikecilkan sampai ibunya sembuh.

"Alun, kamu enggak usah khawatir. Kita enggak pake speaker luar, speaker dalam aja. Kamu minta tiga hari? Saya kasih seminggu," tuturnya sambil mengutip ucapan pengurus masjid itu.

Alhasil, Jusuf Hamka merasa bahagia ibunya tidak kena stroke dan sembuh dari penyakitnya. Kesembuhan orang tuanya terdapat peran masjid yang menjunjung tinggi nilai toleransi beragama.

"Nah di situ saya lihat toleransi umat Islam luar biasa. Ini salah satu yang bawa saya masuk Islam sebenarnya," tegasnya.

Bertemu Buya Hamka

Sebagai bos jalan tol, Jusuf Hamka menceritakan ia tidak memahami mengapa bisa bertemu dan mengenali sosok mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama itu.

Menurut Jusuf Hamka, pertemuan itu tidak direncanakan karena pada saat masih kecil, ia masih menjadi anak bandel dan terjebak di dunia fana.

"Saya justru enggak bertanya tapi saya yakin gerak Allah. Saya jugua belum (sukses), tapi saya mendadak digerakkan karena saya melihat majalah, ada orang masuk Islam di Al-Azhar, saya datang ke sana," paparnya.

Jusuf Hamka mendatangi Masjid Al-Azhar ketika menginjak usia 23-24 tahun pada 1981. Hal ini tidak lepas membaca berita non-Muslim mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid tersebut.

Jusuf pada akhirnya bisa menemui sosok Sekretaris Masjid Al-Azhar, Ustaz Zaini. Berkat sekretaris tersebut, ia bisa bersua terhadap sosok Buya Hamka.

"Dibawa ketemu Buya Hamka sudah barokah bro, itu orang besar, orang hebat, saya belum kenal tapi sudah tahu kalau Buya Hamka Ketua MUI, orang hebat, itu top banget," tuturnya.

Mantan politisi Partai Golkar itu menegaskan keinginannya ingin memeluk agama Islam sudah ditanam sejak dulu, tetapi ia lebih mengutamakan proses belajar untuk memahami ajaran Islam.

"Nak, kalau kamu pulang, kamu belum Muslim padahal kamu niat masuk Islam, kamu kenapa-napa misalnya kecelakaan kamu meninggal dunia sebagai kafir atau non-Muslim, dosanya di Buya," imbuhnya.

Babah Alun sapaan akrabnya, merasa heran kenapa jika ia tidak memeluk agama Islam bisa menyebabkan Buya Hamka berdosa. anpa berpikir panjang, ia alhasil memutuskan mualaf.

"Oke deh saya masuk Islam, bismillah, baca dua kalimat syahadat sah udah selesai," bebernya.

3 Bulan Setelah Mualaf Jadi Anak Angkat Buya Hamka

Jusuf Hamka kemudian menceritakan ia diangkat menjadi anak angkat Buya Hamka setelah berpindah keyakinan ke agama Islam.

Awal kisahnya bermula saat dipanggil Buya Hamka. Hal ini tidak lepas dari acara syukuran yang diadakan oleh ulama besar tersebut pada Kamis malam hari atau malam Jumat di Aula Masjid Al-Azhar.

Pada momen syukuran tersebut, kata Jusuf, ia mendapat gelar nama belakang dengan sebutan "Hamka" dan memiliki nama panjang Mohammad Jusuf Hamka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"'Engkau aku angkat engkau sebagai anak ideologisku dan kuberikan nama Hamka. Tapi Kau punya tugas. Tugasmu membawa saudara-saudara teman Tionghoa bawa ke agama leluhur mereka, yaitu Islam. Selanjutnya Kau harus mengharumkan nama Islam'," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kepolisian Sektor (Polsek) Siman tengah mendalami peristiwa tragis yang menimpa dua anak berinisial MA dan MF. 
Tingginya Mobilitas Masyarakat, Rumah Sakit Ini Sokong Layanan Kegawatdaruratan di Badung

Tingginya Mobilitas Masyarakat, Rumah Sakit Ini Sokong Layanan Kegawatdaruratan di Badung

Tingginya mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata di wilayah Kabupaten Badung, Bali menjadikan kebutuhan akan layanan kegawatdaruratan yang cepat dan andal semakin penting terutama dalam menangani kasus kecelakaan lalu lintas, kondisi medis mendadak, hingga situasi darurat pada ibu dan anak.
Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi melarang keras maskapai penerbangan menaikkan harga tiket melampaui batas atas 13 persen. 
Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kepolisian Sektor (Polsek) Siman tengah mendalami peristiwa tragis yang menimpa dua anak berinisial MA dan MF. 
Tingginya Mobilitas Masyarakat, Rumah Sakit Ini Sokong Layanan Kegawatdaruratan di Badung

Tingginya Mobilitas Masyarakat, Rumah Sakit Ini Sokong Layanan Kegawatdaruratan di Badung

Tingginya mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata di wilayah Kabupaten Badung, Bali menjadikan kebutuhan akan layanan kegawatdaruratan yang cepat dan andal semakin penting terutama dalam menangani kasus kecelakaan lalu lintas, kondisi medis mendadak, hingga situasi darurat pada ibu dan anak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT