News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Karirnya Melesat, Ternyata Megawati Hangestri Merasakan Hambatan saat Berada di Korea, Megatron Kesulitan…

Megawati Hangestri mengejutkan publik Korea Selatan setelah memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Dibalik karirnya yang gemilang, ternyata Megatron memiliki kesulitan
Senin, 28 April 2025 - 18:00 WIB
Megawati Hangestri saat masih berseragam Jung Kwan Jang Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Pevoli asal Indonesia, Megawati Hangestri mengejutkan publik Korea Selatan setelah memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Padahal, karir Megawati Hangestri di Korea Selatan bersama tim Red Sparks terbilang sangat gemilang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pemain Opposite Hitter di Red Sparks, Megawati mampu menorehkan segudang prestasi yang ia capai selama dua musim.

Megawati Hangestri
Megawati Hangestri
Sumber :
  • Red Sparks

 

Alasan Megawati pulang ke Indonesia agar dirinya bisa lebih dekat dengan ibunya di Jember, Jawa Timur.

Meski begitu, ia mengaku tak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan klub lain di luar negeri.

“Aku juga punya kehidupan lain, tidak stagnan di situ. Mungkin coba negara lain,” ungkap Megawati Hangestri, pada Rabu (16/4/2025).

Selain itu, ternyata ada pertimbangan lain yang menjadi hambatan ketika dirinya berkarir di Korea Selatan.

Kesulitan Megawati Hangestri Sebagai Muslim

Penggemarnya di Korea Selatan selalu menanyakan tentang hijab pada dirinya, bagi mereka hijab merupakan barang baru yang tidak biasa dipakai oleh atlet. 

Megawati disebut sebagai pevoli pertama di V-League yang mengenakan hijab.

Namun, Mega mengaku bukan hijab yang menjadi penghalangnya, melainkan cuaca yang terlalu dingin untuknya membuatnya kesulitan berkarir di Korea.

Megawati Hangestri saat bela Red Sparks
Megawati Hangestri saat bela Red Sparks
Sumber :
  • Instagram

 

Dilansir tvOnenews.com dari media Korea yaitu Seoul.co, pevoli berusia 25 tahun ini mengaku cuaca di Korea terlalu dingin, sehingga dirinya sedikit kesulitan dalam menikmati pertandingan. 

“Sejujurnya, di Korea terlalu dingin, saya ingin cuaca segera menghangat sehingga saya dapat menikmati pertandingan bola voli di musim semi (babak play off),” ungkap Megawati Hangestri dilansir dari Media Korea, Seoul.co.

Tak hanya cuaca yang dingin, pevoli yang dijuluki Megatron ini juga mengaku kalau di Korea cukup sulit untuk mencari makanan halal. 

Terlebih dirinya merupakan satu-satunya pemain voli yang beragama Islam di Korea Selatan.

Untuk mengatasi persoalan ini, manajemen klub Red Sparks menyediakan makanan halal khusus untuk Megawati Hangestri sejak musim lalu.

Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Meski begitu, masih terasa ada keraguan di benak Mega tentang cara pengolahan makanan tersebut, seperti alat pembuatannya bisa saja bercampur dengan kudapan non-halal.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.
Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Seorang wisatawan lanjut usia (lansia) asal Kota Serang nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer.
Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Sinergi antara penyelenggara negara dan warga negara menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 
PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT