News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apakah Istri Berdosa Ogah Melayani Suami yang KDRT usai Diperlakukan Kasar? Buya Yahya Beri Jawaban kalau itu...

Buya Yahya menjelaskan soal hukum istri yang bingung apakah berdosa setelah mendapat KDRT, di malam harinya kerap menolak ajakan hubungan intim kepada suami.
Sabtu, 10 Mei 2025 - 20:34 WIB
KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sering terjadi di dalam rumah tangga yang tidak harmonis menunjukkan adanya pertengkaran antara suami dan istri.

Dalam rumah tangga, ada suami tega melakukan KDRT kepada istri sampai menimbulkan kekhawatiran dan menyebabkan psikis istrinya terganggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KDRT sering membuat suami istri harus bercerai. Namun, permasalahan ini juga bisa diselesaikan apabila keduanya kembali harmonis dan sudah saling memaafkan.

Ketika rumah tangga sudah membaik, suami istri kembali menjalankan hak dan kewajibannya untuk memberikan timbal balik.

Sebagai istri, memang harus menjalankan kewajiban melayani kebutuhan biologis suami dengan menerima ajakan hubungan intim.

Dalam kasus ini, ada istri enggan meyalani hubungan intim dari suami, hanya perkara masih trauma dengan tindakan KDRT di masa lalunya.

Terkait hal ini, apakah istri berdosa menolak tawaran tersebut kepada suaminya? Simak jawaban lugas dari Buya Yahya agar rumah tangga tetap harmonis.

Hukum Istri Ogah Hubungan Intim dengan Suami yang KDRT

Ilustrasi hubungan intim pasangan suami istri
Ilustrasi hubungan intim pasangan suami istri
Sumber :
  • Istimewa

 

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Sabtu (10/5/2025), Buya Yahya menerangkan kondisi istri ogah memuaskan kebutuhan biologis sang suami setelah ditanya jemaahnya.

Seorang jemaah perempuan curhat kepada Buya Yahya bahwa, ia pernah beberapa kali mengalami KDRT dan diperlihatkan di depan anaknya.

"Saya pernah telinga saya ditampar sampai berdengung di siang hari, bahkan banyak pakaian saya dibakar dan sering diusir dengan ucapan kata. Namun, di malam hari, dia tetap minta dilayani sebagai suami, tapi saya masih sakit karena kelakuannya. Apakah saya berdosa tidak melayani suami saya, Buya?," tanya jemaah perempuan tersebut kepada Buya Yahya.

Dengan santai namun sangat lugas, Buya Yahya menjawab lebih dulu mengenai kasus KDRT dialami oleh jemaah perempuan tersebut.

"Suami nampar bahkan bakar baju-baju istrinya pasti gila dia, malah sudah begitu malam minta dilayani (hubungan intim)," ulas Buya Yahya.

Buya Yahya menjelaskan kasus seperti ini pernah digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW tentang kisah seorang istri mendapat perlakuan kasar tetapi harus melayani biologis suaminya.

"Malam minta digauli? Gila dan betul gila dia, kalau orang waras enggak akan semacam itu. Laki-laki baik tidak akan memukul istrinya biarpun istrinya layak dipukul," tuturnya.

Buya Yahya menyarankan jika para istri memiliki suami suka KDRT, segera diobati minimal menghadirkan psikolog hingga dokter untuk mengecek dan menyembuhkan kondisi kejiwaannya.

Jika tetap melakukan hal serupa dan sulit sembuh, menurut Buya Yahya, istri seharusnya bercerai dari suaminya dan diperbolehkan dalam agama Islam.

"Secara hukum adalah tidak dibenarkan, haram dan dosa. Nabi mengatakan orang seperti itu adalah orang gila, dalam bahasa Nabi 'siangnya menempeleng, malamnya menggauli'," tegasnya.

KDRT menunjukkan kejahatan dari suatu pasangan dan sangat berdampak kepada kondisi anak-anak mereka, apalagi kalau keributan terjadi di depan buah hatinya sangat rentan menimbulkan kebencian.

"Kecuali kalau kita olah lagi hatinya, kita benahi hatinya sehingga menjadi hati yang lapang memaafkan kepada sang ayah," tuturnya.

Terkait kasus ini, Buya Yahya mengarahkan agar para suami segera berobat menyembuhkan kondisi mental dan kejiwaannya, termasuk dikhususkan kepada istri.

Buya Yahya melanjutkan, seorang suami juga harus belajar akhlak bagaimana menjadi kepala rumah tangga yang baik, karena berdampak pada kondisi kebutuhan memenuhi biologis kepada istri.

"Bisa mempengaruhi kondisi cara menggauli istri dengan cara baik, bukan caci dan olokan. Ayo belajar, sebab depresi itu bakal menular," pesannya.

Akan tetapi, jika kondisi sudah membaik namun istri tetap menolak, maka sikap tersebut merupakan bentuk kezaliman kepada suami.

"Ingat, wanita baik tidak akan mencaci suaminya biarpun layak dicaci, dan sebaliknya suami tak akan memukul biarpun istrinya layak dipukul, dia punya solusi yang hebat," tukasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesimpulannya adalah istri bisa berdosa bahkan berbuat zalim dengan catatan menolak hubungan intim kepada suami yang kejiwaannya sudah membaik.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Imbas Pernyataan Kontroversialnya, Saiful Mujani Djlaporkan ke Polda Metro Jaya

Imbas Pernyataan Kontroversialnya, Saiful Mujani Djlaporkan ke Polda Metro Jaya

Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) secara resmi melaporkan Saiful Mujani ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026)
Media Vietnam Soroti Sikap KNVB soal Pemain Timnas Indonesia Dean James: Ada Faktor Kunci yang Membantu Klub itu Lolos

Media Vietnam Soroti Sikap KNVB soal Pemain Timnas Indonesia Dean James: Ada Faktor Kunci yang Membantu Klub itu Lolos

Media Vietnam soroti tuntasnya kontroversi yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James, setelah KNVB akhirnya mengambil keputusan final.
Fix Tak Bertemu Vietnam, Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Untungkan Timnas Indonesia?

Fix Tak Bertemu Vietnam, Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Untungkan Timnas Indonesia?

Format resmi FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan mentas pada periode FIFA Matchday September dan Oktober 2026 telah dibocorkan oleh salah satu media Vietnam.
Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Jumat 10 April: Ada Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri, Lima Wakil Indonesia Perebutkan Tiket Semifinal

Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Jumat 10 April: Ada Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri, Lima Wakil Indonesia Perebutkan Tiket Semifinal

Berikut jadwal wakil Indonesia di babak perempat final Kejuaraan Asia 2026 hari ini, Jumat (10/4/2026).
Timnas Indonesia Terpopuler: Diragukan Vietnam, Bung Harpa Curiga, hingga Ole Romeny Bikin Oxford United Terkejut

Timnas Indonesia Terpopuler: Diragukan Vietnam, Bung Harpa Curiga, hingga Ole Romeny Bikin Oxford United Terkejut

Top 3 berita Timnas Indonesia hari ini: diragukan media Vietnam di Piala AFF 2026, isu pemain di Belgia mencurigakan, hingga Ole Romeny dipuji Oxford United.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi diminta evaluasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, buntut kasus ibu nyaris kehilangan bayi akibat keteledoran petugas rumah sakit.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT