Rezeki Mengalir Deras, Salat Dhuha Bukan di Jam 7 atau 8 Pagi, Menurut Ustaz Adi Hidayat Waktu yang Baik…
- dok.ilustrasi freepik
tvOnenews.com - Salat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Keutamaannya tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga disebut sebagai amalan yang dapat membuka pintu rezeki dari Allah SWT.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan secara rinci waktu-waktu terbaik melaksanakan salat Dhuha agar mendapatkan keberkahan maksimal.
Dalam penjelasannya di kanal YouTube Adi Hidayat Official, beliau menjabarkan secara terperinci fase-fase dalam rentang waktu Dhuha.
“Salat dhuha itu waktunya dimulai sejak waktu syuruq, saat perjalanan matahari yang bergerak dari terbit sampai berada di posisi tempat terbitnya sampai bergeser lagi sekira bayangan itu 1 tombak," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Beliau menyebut bahwa waktu yang dimaksud sebagai syuruq adalah momen ketika matahari mulai bergerak dari posisi terbitnya, dan waktu isyraq adalah fase pergerakan matahari, sementara masyriq adalah ketika matahari berada di titik porosnya.
“Saat bayangan matahari 1 tombak inilah waktu syuruq atau awal dhuha,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa awal waktu Dhuha dapat ditarik kira-kira 1 jam setelah salat Subuh.
Jika syuruq terjadi pukul 06.30 WIB, maka pelaksanaan salat Dhuha bisa dimulai sekitar pukul 06.45 atau 07.00 WIB, tergantung kondisi wilayah.
“Awal dhuha, tarik 1 jam setelah shalat subuh, kurang lebih 1 jam paling cepat, awal syuruq 6.30 boleh nambah 15 menit tak ada masalah," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Beliau juga menyebutkan keutamaan besar dari shalat Dhuha yang dilakukan tepat di awal waktu setelah berdzikir pasca Subuh.
“Siapa menunaikan shalat subuh dengan jamaah atau di hadits lain dikatakan di masjid, lalu dia tidak langsung beranjak, dia berdzikir dulu hingga sampai tiba awal dhuha, kemudian dia shalat di awal dhuha itu, maka ia dapat pahala senilai haji dan umrah,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
“Ini senilai pahala haji dan umrah tapi belum tentu dapat kemuliaan shalat di masjidil haram masjid nabawi,” sambungnya.
Adapun waktu kedua yang masih dalam rentang Dhuha adalah sekitar pukul 07.30 hingga 10.30 WIB yang disebut sebagai pertengahan waktu Dhuha.
“Sekitar setengah delapan sampai jam 8. Itu sudah pertengahan dhuha, jika dikonversi sekarang sampai 10.30 itu pertengahan dhuha,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Dalam waktu ini, manfaat salat Dhuha disebut sangat banyak.
Bahkan bisa menjadi pengganti dzikir dari seluruh anggota tubuh yang semestinya digunakan untuk mengingat Allah SWT.
“Bisa sampai empat, manfaat banyak, itu dimaksud pengganti dzikir dari seluruh tubuh. Tubuh kita kan harusnya dzikir, itu tertutupi dengan salat dhuha 2 rakaat di pertengahan," jelasnya.
Lebih lanjut, Ustaz Adi memberi ilustrasi bahwa salat Dhuha bisa membawa keberkahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti selamat dari musibah, kemudahan dalam perjalanan, dan berbagai pertolongan tidak terduga.
Waktu terakhir untuk menunaikan salat Dhuha adalah sekitar pukul 10.30 hingga menjelang adzan Dzuhur.
Di waktu ini, jumlah rakaat bisa lebih banyak dibanding waktu sebelumnya.
“Sampai menjelang dzuhur dari 10.30 sampai adzan dzuhur, bisa sampai 8 rakaat,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Namun, Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan niat yang harus lurus dalam menjalankan ibadah ini.
Jangan sampai niat utama adalah mengejar rezeki duniawi semata.
“Tapi bukan menarik kelimpahan rezeki sebagai modus untuk shalat dhuha ya. Saya saran kerjakan lillah biarkan Allah yang memberikan," tegas beliau.
Dalam penutupannya, Ustaz Adi menjelaskan bahwa rezeki dari Allah bukan hanya soal uang, tetapi juga bisa berupa kesehatan, ketenangan batin, dan keselamatan.
“Dhuha yang ditunaikan bisa mempercepat datangnya rezeki tapi jangan tafsirkan dengan uang atau proyek saja, rezeki bisa kesehatan, bisa ketenangan, yang kalau gelisah bisa ke psikolog, tenang itu mahal,” pungkasnya. (adk)
Load more