News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Keliru, Pinjam Uang Berjuta-juta di Bank untuk Modal Usaha Sebenarnya Riba atau Tidak? Kata Buya Yahya Hukumnya...

Dalam agama Islam, orang mukmin bisa kena riba jika berurusan dengan uang di bank konvensional. Buya Yahya menjawab hukum pinjam uang untuk modal usaha di bank.
Rabu, 2 Juli 2025 - 13:41 WIB
Buya Yahya ungkap hukum pinjaman uang untuk modal usaha di bank apakah riba
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Dalam agama Islam, orang mukmin bisa kena riba apabila berurusan dengan uang di bank konvensional.

Uang di bank mengandung riba tidak lepas adanya penerapan sistem bunga yang mengharuskan seseorang membayar lebih dari jumlah awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun terkadang, ada seseorang ingin membuka bisnis tetapi tidak punya uang, sehingga ia harus meminjam berjuta-juta di bank untuk modal usaha.

Ketika ingin pinjam uang di bank untuk modal usaha, kebanyakan orang mukmin masih ragu apakah hal tersebut masuk kategori riba dalam agama Islam.

Desas-desus hukum modal usaha dari pinjaman bank bisa mengandung riba atau tidak menjadi bagian penting agar tidak salah.

Ilustrasi pinjam uang untuk modal usaha di bank
Ilustrasi pinjam uang untuk modal usaha di bank
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Lantas, apakah hukumnya riba dan haram dalam agama Islam? Buya Yahya menjawab hal ini setelah ditanya oleh jemaahnya.

"Mau nanya dari perihal dunia usaha di sisi ribanya Buya. Ada seseorang disebut pengusaha, namun untuk meningkatkan usahanya pinjam uang ke bank, apakah ini termasuk riba?," tanya seorang jemaah kepada Buya Yahya dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Rabu (2/7/2025).

Tetapi hal yang paling mengejutkan, kata jemaahnya Buya Yahya, pengusaha tersebut kerap kali sedekah di tengah punya utang di bank.

Soal kasus seperti ini, Buya Yahya menjelaskan tentang mengharapkan pahala dan ridho dari Allah SWT.

"Untuk mendapatkan pahala dari amal kebaikan kita adalah yang kita lakukan dengan tulus, ikhlas karena Allah," ucap Buya Yahya.

Walau demikian, cara mendapatkan keikhlasan harus memerlukan berbagai syarat tertentu bukan dipenuhi hawa nafsu.

Ia memahami betul ada berkeinginan sedekah di tengah punya utang berjuta-juta di bank.

Buya Yahya menegaskan, hal tersebut sudah sangat keliru karena membayar utang lebih wajib daripada sedekah.

"Kebaikan apa itu? Bayar utang lebih gede pahalanya. Pasti hawa nafsu pengen disanjung Anda dermawan karena saya sudah dicap di kampung bisa dermawan," tegasnya.

Kebiasaan tersebut, kata Buya Yahya, harus dihilangkan apabila kondisinya sedang punya utang walaupun niatnya baik untuk berbagi.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan hukum meminjam uang dengan mengembalikan pakai jumlah tambahan.

"Kalau Anda meminjam uang kemudian mengembalikannya harus tambahan itu riba, seberapapun terserah namanya apa," jelas dia.

Pengembalian uang menggunakan sistem modal bunga disebut riba lantaran ada isyarat di luar pokok jumlah pinjaman sebelumnya.

Praktik tersebut dalam agama Islam masuk kategori zalim dan tidak mencerminkan keadilan.

Pengasuh LPD Al-Bahjah itu menyarankan agar segera menyesali perbuatannya atas keinginan memperoleh modal usaha dengan pinjam uang di bank.

"Ini harus insaf. Kalau memang Anda termasuk orang terjerumus hal ini, bukankah Allah Maha Pengampun? Jangan membela kesalahan, tinggal istighfar," pesannya.

Selain itu, Buya Yahya melanjutkan, penyesalan terbaik atas perbuatan riba adalah minta pertolongan kepada Allah SWT.

"Allah Maha Kasih, siapa sih yang enggak berdosa hari ini? Kita tidak lepas dari kesalahan, kadang kita banyak dosa. Intinya, orang berdosa sangat mudah kalau insaf," lanjutnya.

Pendakwah kelahiran asal Blitar itu menuturkan bahwa, Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang melakukan penyesalan atas perbuatan riba.

Sebaliknya, Allah SWT sulit mengampuni hamba-Nya apabila menyepelekan hal-hal yang haram dianggap halal.

"Jadi, paling enak adalah kita akui itu adalah haram biarpun kita masih belum bisa mengentaskan diri dari keharaman tersebut, tapi kita minta ampun," paparnya.

Lantas, bagaimana pinjam modal usaha dari perbankan berbasis sistem syariah?

"Itu nanti ada transaksi dengan cara apakah namanya ikatan kerja sama atau murabahah yang disesuaikan dengan syariat," sebutnya.

Menurut Buya Yahya, bank syariah berbasis penerapan sistem syariah dan tidak dipermasalahkan dalam agama Islam.

"Biarpun mungkin bank syariah sendiri sampai hari ini juga masih perlu penyempurnaan. Tidak ada menjalankan syariat langsung 100 persen karena ada kekurangan," tukasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, penerapan pinjaman ke bank yang menerapkan syariah tidak masalah, namun tetap memperhatikan harus sejalan dengan ajaran agama Islam.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngaku Utusan Pimpinan KPK, 4 Pegawai Gadungan Ditangkap: Bawa Uang Rp 280 Juta Lebih

Ngaku Utusan Pimpinan KPK, 4 Pegawai Gadungan Ditangkap: Bawa Uang Rp 280 Juta Lebih

Modus mencatut nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali terbongkar.
Medan Jadi Fokus, KAI Wisata Perkuat Layanan Hospitality

Medan Jadi Fokus, KAI Wisata Perkuat Layanan Hospitality

KAI Wisata terus memperkuat eksistensinya di Medan melalui pengembangan lini bisnis strategis, yakni pengelolaan Rail Transit Hotel Medan yang beroperasional
Red Sparks Ketar-ketir, Media Korea Selatan Spill Tim yang Akan Megawati Hangestri Pilih Jika Comeback ke V League

Red Sparks Ketar-ketir, Media Korea Selatan Spill Tim yang Akan Megawati Hangestri Pilih Jika Comeback ke V League

Peluang Megawati Hangestri kembali ke V-League kembali mencuat, setelah bintang voli Indonesia itu dikabarkan berubah pikiran dalam beberapa hari terakhir.
Kata-kata Jonatan Christie Usai Tersingkir di Perempat Final Kejuraaan Asia 2026

Kata-kata Jonatan Christie Usai Tersingkir di Perempat Final Kejuraaan Asia 2026

Bermain di Ningbo Olympic Sports Centre, China, pada Jumat (10/4/2026), siang WIB, Jonatan Christie kalah dua game langsung 21-23 dan 17-21.
Klasemen Memanas! Jakarta Electric PLN Mobile vs Popsivo Polwan, Siapa Lebih Tajam di Final Four Proliga 2026?

Klasemen Memanas! Jakarta Electric PLN Mobile vs Popsivo Polwan, Siapa Lebih Tajam di Final Four Proliga 2026?

Jakarta Electric PLN Mobile berada di peringkat ketiga, sementara Popsivo Polwan masih terpuruk di dasar klasemen. Selisih posisi tersebut menjadikan laga ini sebagai momentum
Timnas Indonesia Disorot Eropa, Anak Asuh John Herdman Dianggap Lebih Baik Ketimbang Tim Peringkat 93 dan 99 FIFA: Garuda Punya Keunggulan

Timnas Indonesia Disorot Eropa, Anak Asuh John Herdman Dianggap Lebih Baik Ketimbang Tim Peringkat 93 dan 99 FIFA: Garuda Punya Keunggulan

Timnas Indonesia mulai mencuri perhatian pengamat sepak bola Eropa setelah dinilai memiliki kualitas yang tak kalah, bahkan lebih unggul dari rival regionalnya.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT