Yusuf Saadudin, Direktur Utama Bank bjb Meninggal Dunia Jumat Dini Hari, dalam Islam Wafat di Hari Jumat itu...
- Instagram @bankbjb
tvOnenews.com -Ā Kabar duka menyelimuti dunia perbankan. Yusuf Saadudin, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau bank bjb, dikabarkan telah berpulang.
Menurut informasi yang diperoleh, beliau meninggal dunia pada Jumat (14/11/2025) dini hari di Rumah Sakit Mayapada Bandung. Yusuf Saadudin tutup usia pada umur 52 tahun.
Berita duka ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak bank bjb melalui unggahan resmi di akun Instagram institusi tersebut, yang menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang dedikasi almarhum selama memimpin perusahaan.
- bankbjb.co.id
Ā
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiāun.Manajemen dan seluruh insan bank bjb menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Yusuf Saadudin, Direktur Utama bank bjb," tulis keterangan Bank bjb dalam unggahannya, Jumat (14/11/2025).
"Semoga almarhum Husnul Khatimah, diterima segala amal ibadahnya, iman dan islamnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amiin ya rabbal'alamiin," pungkasnya.
KepergianĀ Yusuf Saadudin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat kerjanya.
Apalagi, ia dikenal sebagai sosok yang baik kepada setiap orang. hal tersebut juga disampaikan olehĀ Kepala BP Rebana Helmy Yahya yang turut menyampaikan dukanya.
"Innalillah wainna ilaihi rojiun ! Telah berpulang ke pangkuannya, Saudara Yusuf Saadudin, Direktur Utama BJB. Saya bersaksi beliau adalah orang baik dan semoga Allah menerima amal ibadahnya. Padahal baru minggu lalu saya bertemu beliau di Kantor BJB Bandung ketika beliau menjamu Prof Burhanudin Abdullah dan bertemu juga di Kantor BJB Jakarta, Tower yang saat itu dikunjungiĀ @dedimulyadi71," tulisnya.
Kepergian Yusuf Saadudin di hari Jumat turut jadi sorotan, lantaran dalam Islam hari Jumat merupakan hari yang baik.
Keutamaan meninggal di hari Jumat juga ditegaskan dalam beberapa hadits Nabi, di antaranyaĀ hadits riwayat Imam al-Tirmidzi: Ā
Ā Ł Ų§ Ł Ł Ł Ų³ŁŁ ŁŁ ŁŲŖ ŁŁŁ Ų§ŁŲ¬Ł Ų¹Ų© Ų£Ł ŁŁŁŲ© Ų§ŁŲ¬Ł Ų¹Ų© Ų„ŁŲ§ ŁŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁ ŲŖŲ¹Ų§ŁŁ ŁŲŖŁŲ© Ų§ŁŁŲØŲ±
Artinya: Tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur. (HR al-Tirmidzi).
Hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Tirmidzi melalui Rabiāah bin Yusuf dari Ibnu Amr bin al-Ash.
Namun, menurut al-TirmidziĀ hadis ini termasuk gharib dan sanadnya tidak bersambung, karena tidak ada keterangan bahwa Rabiāah pernah mendengar langsung dari Ibnu Amr.
Di sisi lain, al-Thabrani menyebut bahwa hadis ini sebenarnya muttashil atau memiliki sanad yang bersambung.
Ia meriwayatkannya melalui Rabiāah bin āIyadl dari āUqbah, dari Ibnu Amr bin al-Ash.
Riwayat dengan sanad bersambung ini juga ditemukan dalam periwayatan Abu Yaāla dan al-Hakim al-Tirmidzi.
Abu Nuāaim pun meriwayatkan hadis serupa dari Jabir dengan status muttashil.
Meskipun terdapat jalur yang bersambung, al-Hafizh al-Mundziri tetap menilai bahwa hadis ini termasuk dlaāif atau lemah (Syekh Abdurrauf al-Manawi, Faidl al-Qadir, juz 5, hal. 637).
Wallahualam bishawab
(nka)
Ā
Load more