Bolehkah Muslim Mengucapkan Selamat Natal? Begini Penjelasan Ulama Berdasarkan Hukum dalam Islam
- tvOnenews.com - Angelia Nafriana
tvOnenews.com - Masih banyak umat Islam yang merasa bimbang ketika hendak mengucapkan selamat Natal kepada mereka yang merayakannya.
Persoalan ini kerap menjadi bahan perdebatan di kalangan umat Muslim. Sebagian berpendapat bahwa seorang Muslim tidak diperbolehkan mengucapkan selamat Natal.
Sementara yang lain menilai hal tersebut diperbolehkan selama tidak ikut merayakan maupun meyakini ajaran di dalamnya.
Sejumlah tokoh agama pun telah memberikan pandangannya terkait perdebatan ini, salah satunya adalah Cak Nun.
Dalam salah satu kajian, Cak Nun mendapat pertanyaan dari salah satu jamaah tentang hukum mengucapkan selamat Natal dalam ajaran Islam.
Menjawab pertanyaan tersebut, ia memberikan jawaban dengan gaya sederhana, santai, dan diselingi candaan ringan yang mengundang tawa para jamaah.
“Kalau Anda mengucapkan natal terus jadi orang Kristen nggak? Pasti nggak kan. Begitu nulis hari Natal, loh kok Kristen aku,” ungkap Cak Nun seraya membuat jamaah tertawa.
- Istimewa
Cak Nun juga mengajak hadirin untuk berpikir lebih logis terhadap permasalahan yang kerap dihadapi.
“Kalau Anda mengucapkan natal, apakah Anda harus setuju isinya natal? Ya terserah Anda,” ujarnya.
Untuk lebih jelas, ia menggunakan perumpamaan sederhana dengan membandingkan ucapan selamat Natal dengan kehadiran seseorang di acara resepsi pernikahan teman.
Saat menghadiri resepsi, seseorang tidak harus menyetujui pilihan pasangan pengantin. Meski demikian, kehadiran tetap dilakukan karena adanya undangan dari pihak yang menggelar acara.
Melalui analogi tersebut, Cak Nun menilai bahwa menghadiri sebuah acara atau mengucapkan selamat tidak otomatis berarti menyepakati isi, tujuan, atau keyakinan yang melatarbelakanginya.
“Pokoknya Anda punya acara, saya ingin bersopan santun dengan Anda, perkara muatannya itu urusanmu. Kan begitu,” kata Cak Nun.
Selain itu, pendakwah asal Jombang itu menegaskan bahwa perayaan Natal lebih dipandang sebagai bagian dari budaya, layaknya praktik muamalah dalam Islam.
Natal sendiri merupakan peringatan kelahiran Nabi Isa, dan menurutnya umat Islam tidak diwajibkan untuk meyakini atau merayakan peristiwa tersebut.
Load more